• Login
Bacaini.id
Sunday, June 28, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

BPS Bersama TPID Kota Kediri Lakukan Antisipasi Lonjakan Harga Saat Lebaran

ditulis oleh Redaksi
2 March 2026 11:15
Durasi baca: 2 menit

Bacaini.ID, KEDIRI – Mendekati bulan suci Ramadan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri melalui Berita Resmi Statistik (BRS) merilis hasil survei Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulan Februari 2026 secara daring, Senin (2/3). Disampaikan oleh Emil Wahyudiono, Kepala BPS Kota Kediri, pada bulan kedua tersebut Kota Kediri mengalami inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,87 persen. Persentase tersebut lebih rendah dibanding yang terjadi di Jawa Timur yakni 0,95 persen akan tetapi berada di atas inflasi nasional yakni 0,68 persen.

Ia juga merangkum catatan peristiwa pada Bulan Februari yang berpengaruh terhadap fluktuasi harga beberapa komoditas, di antaranya: penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pada 1 Februari 2026, antara lain: kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah akibat keterbatasan pasokan akibat pengaruh cuaca ekstrem, daging ayam ras dan telur ayam ras juga mengalami kenaikan harga akibat tingginya permintaan menjelang awal bulan puasa. Sebaliknya, tarif angkutan udara mengalami penurunan harga setelah sempat meroket pada Desember 2025. Sementara itu, harga emas perhiasan masih bertengger di puncak sebagai dampak dari kondisi perekonomian global dan konflik geopolitik.

Pada kesempatan itu, Emil merinci beberapa beberapa komoditas yang menjadi pendorong inflasi m-to-m Kota Kediri, sebagai berikut: cabai rawit memberikan andil sebesar 0,32 persen; daging ayam ras 0,17 persen; emas perhiasan 0,16 persen; telur ayam ras 0,06 persen; bawang merah 0,05 persen; cabai merah 0,04 persen; pisang, semangka, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 0,03 persen; dan beras 0,02 persen. Sedangkan komoditas yang menjadi penahan inflasi: bensin deflasi sebesar -0,05 persen; kelapa -0,02 persen; minyak goreng, kangkung, angkutan udara, jeruk, alpukat, kembang kol, wortel, dan apel -0,01 persen.

Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan harga di Bulan Maret, BPS Kota Kediri memberikan imbauan terkait beberapa hal yang perlu diwaspadai serta sebagai masukan bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri. “Perlu diperhatikan ketersediaan beberapa komoditas: beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan komoditas bahan pangan lainnya selama bulan Ramadan hingga menjelang Idhul Fitri. Biasanya akan terjadi kenaikan permintaan pada momen ini,” jelasnya. Dirinya juga mewaspadai terhadap harga BBM yang kemungkinan akan mengalami penyesuaian harga mengingat konflik geopolitik sangat berpengaruh terhadap harga minyak dunia.

Menurutnya situasi tersebut akan berpengaruh terhadap harga emas perhiasan yang kemungkinan akan mengalami kenaikan. Di samping itu, pada momentum Idhul Fitri harga tarif transportasi umum juga memungkinkan mengalami penyesuaian harga sebagai efek dari ada atau tidaknya intervensi pemerintah melalui kebijakan tarif angkutan umum.

Di lain kesempatan, Bambang Tri Lasmono, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri sekaligus selaku Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjelaskan bahwa menyikapi tingginya harga cabai rawit saat ini, disebabkan karena faktor cuaca. Untuk pengendalian inflasi di bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri, TPID Kota Kediri mengambil beberapa langkah strategis melalui High Level Meeting (HLM) yang di pimpin langsung oleh Walikota untuk dapat mengidentifikasi dalam menyusun kebijakan pengendalian inflasi, salah satunya pengendalian harga cabai rawit, sebagai upaya pengendalian harga komoditas bahan pangan TPID juga melakukan intervensi dengan menggelar Gerakan Pangan Murah secara rutin di pasar. “Hal ini diharapkan sebagai upaya intervensi agar dapat menstabilkan harga komoditas sehingga inflasi Kota Kediri terkendali” pungkasnya.

Ia turut mengimbau kepada masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan serta tidak panic buying mengingat saat mendekati hari raya Idhul Fitri kebutuhan masyarakat cenderung mengalami peningkatan.

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi pria dan wanita bertemu kembali dalam acara reuni sekolah dengan nuansa nostalgia yang menggambarkan fenomena cinta lama bersemi kembali (CLBK)

Psikologi CLBK Saat Reuni, Benarkah Memicu Perselingkuhan?

Foto ilustrasi by AI

Ketika “Kampus Rakyat” Kehilangan Pengaruhnya

bunga bougenville berwarna ungu dan bunga kenikir hias kuning yang diseduh menjadi teh herbal

Manfaat Teh Bougenville dan Kenikir Hias untuk Kesehatan, Lengkap Efek Sampingnya

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In