Bacaini.ID, KEDIRI — Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan, Hari Raya Idul fitri atau Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti oleh masyarakat Indonesia.
Selain sebagai waktu untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan, Lebaran juga identik dengan berbagai hidangan khas yang disajikan di meja makan keluarga.
Tradisi menyajikan makanan istimewa saat Idul fitri sudah berlangsung turun-temurun di berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari opor ayam, ketupat, hingga rendang menjadi menu yang hampir selalu hadir saat keluarga berkumpul merayakan hari kemenangan.
Tidak hanya sebagai hidangan utama, makanan tersebut juga memiliki nilai budaya dan simbol kebersamaan yang kuat.
Baca Juga:
- Takjil Sehat untuk Kolesterol Tinggi, Pilihan Aman Berbuka Puasa Tanpa Khawatir Lemak
- Fakta Takjil Air Kelapa untuk Buka Puasa: Kaya Elektrolit, Bantu Rehidrasi dan Aman bagi Penderita Diabetes
Sebuah survei oleh lembaga riset GoodStats menunjukkan beberapa menu tradisional masih menjadi favorit masyarakat Indonesia saat merayakan Idul fitri. Survei ini memberikan gambaran mengenai hidangan apa saja yang paling sering dipilih masyarakat untuk disajikan saat Lebaran.
Berdasarkan survei GoodStats pada 10–24 Februari 2026, opor ayam menjadi menu Lebaran yang paling banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia. Survei tersebut dilakukan secara daring melalui panel responden GoodStats dengan melibatkan 1.000 responden yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.
Responden dalam survei ini berasal dari kelompok usia 19 hingga 55 tahun. Komposisinya terdiri dari 53 persen laki-laki dan 47 persen perempuan. Hasil survei ini memberikan gambaran mengenai preferensi masyarakat terhadap hidangan khas yang biasa disajikan saat Idulfitri.
Hasilnya, sebanyak 30,7 persen responden memilih opor ayam sebagai menu Lebaran favorit mereka.
Opor Ayam Jadi Menu Lebaran Paling Favorit
Opor ayam menempati posisi teratas sebagai hidangan favorit saat Idulfitri. Hidangan berbahan dasar ayam yang dimasak dengan santan dan berbagai rempah ini memang telah lama menjadi sajian khas saat Lebaran di Indonesia. Bahkan menjadi menu wajib sebagian besar masyarakat Indonesia setiap perayaan Idulfitri.
Cita rasanya yang gurih dengan kuah santan yang kental membuat opor ayam cocok dipadukan dengan berbagai hidangan pendamping. Biasanya, menu ini disajikan bersama ketupat, lontong, atau nasi putih.
Di posisi kedua terdapat ketupat dengan persentase pilihan sebesar 28,5 persen. Ketupat memang menjadi makanan pelengkap yang hampir selalu hadir di meja makan saat Lebaran. Lazimnya ketupat menjadi pendamping opor ayam.
Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman daun kelapa ini memiliki makna simbolis dalam tradisi Lebaran di Indonesia. Ketupat sering dimaknai sebagai simbol kesucian dan permohonan maaf setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.
Dalam praktiknya, ketupat jarang disajikan sendiri. Biasanya, makanan ini disandingkan dengan berbagai hidangan seperti opor ayam, rendang, sambal goreng kentang, atau gulai.
Kombinasi tersebut menjadikan ketupat sebagai bagian penting dalam tradisi kuliner Idulfitri di berbagai daerah di Indonesia.
Rendang Tetap Jadi Favorit, Sambal Goreng Kentang dan Gulai Populer
Menu berikutnya yang banyak dipilih responden adalah rendang dengan persentase 17,2 persen. Hidangan khas Minangkabau ini dikenal luas sebagai salah satu makanan terenak di dunia.
Rendang dibuat dari daging sapi yang dimasak dengan santan dan berbagai rempah dalam waktu lama hingga menghasilkan tekstur yang empuk dan cita rasa yang kaya.
Walaupun berasal dari Sumatera Barat, rendang kini telah menjadi hidangan populer di berbagai daerah di Indonesia. Banyak keluarga yang memasukkan rendang sebagai menu spesial saat Lebaran karena daya tahannya yang lama dan rasanya yang kuat.
Beberapa hidangan lain juga cukup populer dan menjadi pilihan responden.
Sambal goreng kentang atau sambal goreng kentang ati menempati posisi berikutnya dengan persentase 9,4 persen. Hidangan ini biasanya dibuat dari kentang yang dipotong kecil lalu dimasak dengan bumbu pedas bersama ati ayam atau hati sapi.
Menu ini sering disajikan sebagai pelengkap opor ayam atau ketupat karena rasanya yang gurih dan sedikit pedas.
Di posisi berikutnya terdapat gulai dengan persentase 9 persen. Gulai sendiri merupakan hidangan berkuah santan yang kaya rempah dan banyak ditemukan dalam berbagai variasi, seperti gulai ayam, gulai kambing, hingga gulai nangka.
Keberadaan gulai di meja makan Lebaran menambah variasi rasa yang berbeda dari hidangan lainnya.
Sementara itu, sate dipilih oleh 2,2 persen responden sebagai menu favorit saat Idulfitri. Meski tidak selalu menjadi hidangan utama di setiap rumah, sate tetap menjadi pilihan yang populer di beberapa daerah.
Hidangan ini biasanya terdiri dari potongan daging yang ditusuk kemudian dibakar dan disajikan dengan bumbu kacang atau kecap.
Selain menu-menu tersebut, sekitar 3 persen responden memilih hidangan lainnya yang tidak tercantum dalam daftar utama survei. Hal ini menunjukkan bahwa variasi menu Lebaran di Indonesia sebenarnya sangat beragam dan dipengaruhi oleh tradisi kuliner masing-masing daerah.
Minuman Manis Jadi Pelengkap Jamuan Lebaran
Selain makanan utama, minuman manis juga menjadi bagian penting dalam jamuan Idulfitri. Survei yang sama menunjukkan bahwa produk sirup masih menjadi minuman yang paling banyak disajikan saat Lebaran.
Merek sirup Marjan dipilih oleh 45,5 persen responden, menjadikannya sebagai pilihan minuman paling dominan dalam jamuan Idulfitri. Di posisi berikutnya terdapat produk ABC Squash yang dipilih oleh 20 persen responden.
Sementara itu, minuman bersoda juga tetap menjadi pilihan sebagian masyarakat. Sprite dipilih oleh 6,6 persen responden, Coca-Cola sebesar 6,4 persen, dan Fanta sebanyak 6,3 persen.
Selain itu, produk ABC Special Grade dipilih oleh 2,8 persen responden, sementara 12,4 persen responden memilih jenis minuman lainnya.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa tradisi kuliner Lebaran di Indonesia masih sangat kuat. Menu-menu klasik seperti opor ayam, ketupat, dan rendang tetap menjadi pilihan utama masyarakat ketika merayakan Idulfitri bersama keluarga.
Meski zaman terus berubah dan pilihan makanan semakin beragam, hidangan-hidangan tradisional tersebut masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Bagi banyak keluarga, makanan khas Lebaran bukan sekadar hidangan, melainkan juga simbol kebersamaan, tradisi, dan kenangan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





