Bacaini.ID, KEDIRI — Hoodie kini menjadi salah satu item fashion paling populer di dunia. Pakaian bertudung ini identik dengan gaya santai, streetwear, hingga busana sehari-hari yang nyaman dipakai berbagai kalangan.
Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa hoodie awalnya bukan diciptakan untuk gaya. Pakaian ini justru lahir dari kebutuhan praktis para pekerja yang harus menghadapi suhu sangat dingin saat bekerja.
Seiring waktu, hoodie mengalami perjalanan panjang: dari pakaian kerja sederhana hingga menjadi bagian penting dari industri fashion global.
Baca Juga:
- Sensasi Bunda Harum Viral! Gaya Glamor Istri Rudy Mas’ud Disebut Bak Noni Belanda
- Gaya Ngortis ala CORTIS: Berantakan, Rebel, tapi Jadi Tren Fashion 2026
Dari Pakaian Kerja ke Seragam Atlet
Konsep pakaian dengan tudung sebenarnya sudah ada sejak lama. Pada masa Abad Pertengahan di Eropa, para biarawan dan pekerja sering mengenakan jubah bertudung untuk melindungi kepala dari hujan dan udara dingin.
Namun hoodie modern baru muncul pada tahun 1930-an di Amerika Serikat. Perusahaan pakaian Knickerbocker Knitting Company, yang kemudian dikenal dengan nama Champion, mengembangkan pakaian ‘hooded sweatshirt’ untuk para pekerja gudang penyimpanan dingin (cold storage) di New York.
Baca Juga:
Para buruh yang bekerja di lingkungan bersuhu rendah membutuhkan pakaian yang dapat menjaga tubuh tetap hangat. Tudung pada hoodie dibuat untuk melindungi kepala dan telinga dari udara dingin tanpa perlu memakai topi tambahan yang mudah lepas.
Dalam perkembangannya, hoodie kemudian dipakai oleh atlet kampus di Amerika Serikat. Banyak tim olahraga universitas mengenakan hoodie saat latihan atau pemanasan di luar ruangan. Pada masa ini hoodie juga sering dihiasi dengan logo universitas atau tim olahraga.
Dari Budaya Jalanan hingga Industri Fashion Global
Perubahan besar terjadi pada 1970-an hingga 1980-an ketika hoodie mulai menjadi bagian dari budaya jalanan di kota New York.
Komunitas hip-hop, seniman grafiti, hingga skateboarder menjadikan hoodie sebagai bagian dari identitas mereka. Selain nyaman dipakai, tudung pada hoodie juga memberi kesan anonim yang cocok dengan budaya urban saat itu.
Popularitas hoodie semakin meningkat setelah muncul dalam film Rocky (1976) yang dibintangi Sylvester Stallone. Adegan Rocky berlari dan berlatih mengenakan hoodie abu-abu menjadi simbol kerja keras dan perjuangan.
Memasuki era 1990-an hingga sekarang, hoodie menjadi bagian penting dari perkembangan streetwear. Berbagai merek seperti Stüssy, Supreme, hingga brand high fashion seperti Balenciaga ikut mengangkat hoodie ke panggung mode dunia.
Data dari perusahaan riset pasar Grand View Research menunjukkan bahwa pasar global untuk pakaian sweatshirt dan hoodie bernilai puluhan miliar dolar dan terus tumbuh seiring meningkatnya tren pakaian kasual di berbagai negara.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa hoodie tidak lagi sekadar pakaian fungsional, namun juga bagian dari gaya hidup modern.
Hoodie, Identitas, dan Simbol Budaya Populer
Hoodie tidak hanya berkembang di dunia fashion, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya populer.
Beberapa tokoh publik bahkan dikenal identik dengan pakaian ini. Pendiri Facebook Mark Zuckerberg, misalnya, sering tampil mengenakan hoodie abu-abu dalam berbagai kesempatan publik. Pilihan busana tersebut mencerminkan gaya kasual khas dunia teknologi Silicon Valley.
Hoodie juga pernah menjadi simbol solidaritas dalam gerakan sosial. Setelah kasus kematian Trayvon Martin, remaja Afro-Amerika yang ditembak oleh petugas keamanan lingkungan di Amerika Serikat pada 2012, banyak orang mengenakan hoodie dalam aksi protes sebagai bentuk dukungan dan kritik terhadap stereotip rasial.
Uniknya, pada 1990-an hoodie sempat memiliki citra kontroversial karena sering diasosiasikan dengan kriminalitas. Beberapa pusat perbelanjaan di Amerika bahkan pernah melarang penggunaan hoodie untuk mencegah orang menyembunyikan identitasnya.
Namun seiring waktu, persepsi tersebut berubah. Hoodie kini justru menjadi salah satu item fashion paling universal yang dipakai oleh berbagai kalangan, mulai dari atlet, musisi, hingga tokoh bisnis dan politik.
Perjalanan hoodie menunjukkan bagaimana sebuah pakaian sederhana dapat mengalami transformasi besar: dari seragam buruh gudang yang bekerja di suhu dingin hingga menjadi ikon budaya populer yang dikenakan di seluruh dunia.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





