Bacaini.ID, BLITAR – Pengakuan mengejutkan datang dari Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba terkait ketidakhadirannya dalam acara Refleksi 1 Tahun kepemimpinan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin. Elim mengaku tidak menerima undangan, sekaligus menanggapi isu STMJ atau orang dekat wali kota yang kabarnya diduga diperiksa oleh kejaksaan.
Wawali Elim Tyu Samba mengaku tidak diundang dan karenanya ia tidak hadir di acara Refleksi 1 tahun kepemimpinan di mana Mas Ibin atau Mas Wali memilih hadir bersama Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono.
“Sebetulnya bukan tidak hadir. Kami tidak mendapatkan informasi, tidak mendapat undangan,” ujar Wawali Elim Tyu Samba di sela mendampingi Waketum Partai Nasdem Saan Mustopa ziarah di Makam Bung Karno Selasa (3/3/2026).
Baca Juga:
- Tanpa Wawali Blitar, Mas Ibin ‘Pamer’ 70 Prestasi di Refleksi 1 Tahun
- Tokoh Nasdem Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar: Ingin Jalan Lurus dan Tangkap Spirit Nasionalisme
Acara Refleksi 1 tahun kepemimpinan pada Minggu malam (1/3/2026) menjadi ajang Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menyampaikan prestasi memimpin Kota Blitar. Ada 70 penghargaan tingkat regional dan nasional yang telah diterima Pemkot Blitar.
Satu tahun pemerintahan, kata Mas Ibin merupakan fase peletakan pondasi dalam pembangunan jangka panjang. Acara yang lebih banyak mengundang awak media dan aktivis LSM berlangsung nyaris tengah malam.
Wawali Elim yang bertempat tinggal di rumah dinas yang berlokasi tidak jauh dari acara Refleksi 1 tahun mengatakan tidak tahu menahu karena sejak awal tidak mendapat undangan. Kendati demikian ia enggan membuat penafsiran.
Termasuk ketika ditanya hubungannya dengan Mas Ibin yang sebelumnya sempat terjadi polemik panas, Elim mengatakan tidak ada masalah. Hubungannya dengan Mas Ibin biasa saja, baik-baik saja.
“Itu mungkin bisa ditanyakan yang membuat acara yg membuat agenda (Kenapa Wawali Blitar tidak mendapat undangan),” papar Elim.
Sementara terkait kabar adanya 4 orang dekat Wali Kota Blitar Syauqul muhibbin yang informasinya dimintai keterangan kejaksaan soal dugaan penyelewengan anggaran, Elim juga mengaku tidak tahu.
Informasi yang dihimpun, 4 orang yang diduga orang dekat Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin dikenal dengan akronim STMJ yang itu merujuk pada aksara awal masing-masing nama.
“Saya kurang tahu (Soal kabar pemeriksaan STMJ), kalau memang terjadi semoga semuanya baik-baik saja,” kata Wawali Elim Tyu Samba.
Dalam kesempatan itu Wawali Elim juga mengisyaratkan kalau dirinya tidak ambil pusing dengan hal-hal di luar substansi, termasuk tidak mempersoalkan undangan acara Refleksi 1 tahun kepemimpinan.
Saat ini ia memilih fokus bekerja untuk masyarakat Kota Blitar. Satu tahun kepemimpinan di Pemerintah Kota Blitar baginya langkah awal, semangat dan sekaligus evaluasi untuk bekerja lebih baik lagi.
Saat ditanya soal 70 penghargaan yang diterima Pemkot Blitar, apakah hasil program kerjanya atau Mas Ibin? Elim dengan diplomatis mempersilahkan awak media menilai sendiri.
“Fokus kita bekerja untuk masyarakat Kota Blitar,” pungkasnya.
Sementara dalam Refleksi 1 tahun kepemimpinan di Kota Blitar, Mas Ibin mengatakan semua penghargaan yang diterima Pemkot Blitar (70 penghargaan) merupakan kebanggaan.
Namun yang terpenting kata dia adalah pelayanan masyarakat yang harus terus ditingkatkan lebih baik. “Yang lebih penting pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” ungkapnya.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Solichan Arif





