• Login
Bacaini.id
Wednesday, June 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Nasdem Tegaskan Tak ‘Ganggu’ PSI Soal Ambang Batas Parlemen 7 Persen di Pemilu 2029

Nasdem Sebut Usulan Parliamentary Threshold 7 Persen Sudah Konsisten Sejak 2014 dan Tak Ditujukan ke PSI

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
3 March 2026 19:08
Durasi baca: 2 menit
Saan Mustopa saat ziarah di Makam Bung Karno Kota Blitar menegaskan ambang batas parlemen 7 persen bukan untuk PSI

Saan Mustopa dari Partai NasDem saat ziarah di Makam Bung Karno Kota Blitar menegaskan usulan ambang batas parlemen 7 persen tidak ditujukan kepada PSI (Foto/Bacaini.id)

Bacaini.ID, BLITAR – Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menegaskan usulan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 7 persen pada Pemilu 2029 bukan untuk mempersulit Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurutnya, sikap tersebut sudah menjadi konsistensi politik Nasdem sejak pertama kali mengikuti pemilu pada 2014

Usulan menaikkan ambang batas parlemen oleh Nasdem bukan untuk diarahkan kepada PSI. “Nggak ada diarahkan ke PSI,” tegas Saan Mustopa di sela ziarah di Makam Bung Karno di Kota Blitar Jawa Timur Selasa (3/3/2026).

Baca Juga:

  • Tokoh Nasdem Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar: Ingin Jalan Lurus dan Tangkap Spirit Nasionalisme
  • Tanpa Wawali Blitar, Mas Ibin ‘Pamer’ 70 Prestasi di Refleksi 1 Tahun

Sikap Partai Nasdem terkait ambang batas parlemen 7 persen, kata Saan sudah berlangsung lama dan tidak pernah berubah. Dimulai sejak Pemilu 2014 berlanjut ke Pemilu 2019 dan Pemilu 2024.

Begitu juga pada Pemilu 2029 mendatang, Partai Nasdem ingin ambang batas parlemen dari 4 persen naik menjadi 7 persen. Menurutnya Nasdem memiliki sikap yang konsisten.

Partai Nasdem ingin adanya keselarasan antara sistem kenegaraan presidensial dengan keberadaan jumlah partai yang lebih sederhana. Bukan multipartai yang diistilahkannya berasa parlementer.

Karenanya Saan Mustopa menolak jika usulan ambang batas parlemen itu dikaitkan dengan PSI karena faktanya sudah disuarakan sebelum PSI lahir dan Partai Nasdem bertekad memperjuangkan usulannya di DPR.

“(Usulan ambang batas perlemen) Tidak ada kaitan dengan partai lain. Kita ingin sistem kenegaraan saling menopang,” paparnya.

Sementara dalam ziarah di Makam Bung Karno Kota Blitar, Saan Mustopa yang juga Wakil Ketua DPR RI melakukan doa tahlil bersama yang ditutup dengan tabur bunga.

Terlihat mendampingi Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba, dan Bupati Blitar Rijanto. Juga terlihat Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Blitar Nurhadi dan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Blitar Komarudin.

Saan Mustopa mengatakan Bung Karno merupakan tokoh milik bangsa Indonesia, milik rakyat Indonesia, milik semua. Dalam kehidupan berbangsa spritnya harus terus dijaga dan dirawat.

Kehadirannya di makam Bung Karno, tambah Saan, juga dalam rangka menghormati, menghargai dan sekaligus mengapresiasi jasa-jasa besarnya bagi bangsa Indonesia.

“Nasionalismenya harus terus kita tumbuhkan terutama di kalangan anak muda,” pungkasnya.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: usulan ambang batas parlemen nasdem
Via: nasdem
Tags: ambang batas parlemenparliamentary thresholdpartai nasdempemilu 2029
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Warga mengikuti tradisi Baritan dan ritual bulan Suro di wilayah Blitar Jawa Timur

Tradisi Bulan Suro di Blitar: Dari Baritan hingga Larung Sesaji, Masih Dilestarikan Warga

Ilustrasi perbedaan tampilan wajah carb face dan protein face akibat pola konsumsi karbohidrat dan protein

Carb Face vs Protein Face, Apa Pengaruh Makanan ke Wajah?

Satpol PP Tulungagung merazia 47 pelajar yang nongkrong di warung kopi saat jam sekolah

Pelajar Tulungagung Dilarang di Warkop, Terjaring Razia Dihukum Nyanyi Indonesia Raya

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In