• Login
Bacaini.id
Thursday, February 26, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Alasan Mereka yang Terlihat Baik-Baik Saja Bisa Tiba-Tiba Mengakhiri Hidupnya

Data WHO mencatat ratusan ribu kematian setiap tahun, sementara para ahli mengungkap alasan psikologis tersembunyi di balik sosok yang tampak kuat namun menyimpan rasa sakit mendalam

ditulis oleh Editor
26 February 2026 15:13
Durasi baca: 4 menit
Ilustrasi refleksi diri pria duduk sendiri menggambarkan beban psikologis mendalam

Tak semua luka terlihat. Di balik sosok yang tampak kuat dan baik-baik saja, bisa tersimpan tekanan mental yang tak terucap—karena itu, dukungan dan kepedulian lingkungan menjadi kunci pencegahan bunuh diri (foto ilustrasi/AI/Bacaini)

Bacaini.ID, KEDIRI – Kasus bunuh diri sering memunculkan pertanyaan besar di masyarakat: apa alasan seseorang yang terlihat baik-baik saja tiba-tiba mengakhiri hidupnya? Data dari World Health Organization (WHO) mencatat lebih dari 700 ribu kematian akibat bunuh diri setiap tahun di dunia, membuktikan bahwa krisis kesehatan mental bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang status sosial maupun profesi.

Ketika kabar bunuh diri melibatkan sosok yang dikenal disiplin, berprestasi, atau berlatar belakang profesi tangguh’, publik sering bereaksi serupa: ‘Tidak menyangka’.

Baca Juga:

  • Pensiunan Polisi di Blitar Tewas Tergantung di Gudang Rumah, Diduga Ada Masalah Keluarga
  • Pesan Suara “Tak Kuat Lagi” Jadi Petunjuk, Pensiunan Polisi di Blitar Ditemukan Tewas Tergantung

Ada asumsi bahwa kekuatan mental terlihat dari jabatan, ketegasan sikap, atau kemampuan menghadapi tekanan. Padahal, dalam ilmu psikologi, ketahanan mental tidak selalu tampak dari luar.

Data World Health Organization (WHO, 2023) mencatat lebih dari 700.000 kematian akibat bunuh diri setiap tahun di dunia.

Bunuh diri menjadi salah satu penyebab kematian utama pada usia 15–29 tahun secara global. WHO juga menegaskan bahwa fenomena ini bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang status sosial, profesi, atau latar belakang pendidikan.

Di Indonesia, angka resmi memang bervariasi karena persoalan pencatatan dan stigma. Namun estimasi WHO menunjukkan kisaran 2–3 kematian per 100.000 penduduk per tahun, sementara data kepolisian beberapa tahun terakhir mencatat ratusan hingga lebih dari seribu kasus setiap tahunnya.

Sejumlah peneliti kesehatan mental menyebut angka tersebut kemungkinan masih lebih rendah dari kondisi riil karena praktik underreporting.

Fakta Dibalik Psikologis Orang ‘Tangguh’

Secara psikologis, banyak individu dengan citra kuat justru terbiasa memendam emosi. Penelitian dalam Journal of Affective Disorders menunjukkan bahwa individu dengan tuntutan profesional tinggi cenderung memiliki tekanan internal yang besar, tetapi enggan mencari bantuan karena khawatir dianggap lemah atau tidak kompeten.

Psikolog Edwin Shneidman menyebut akar bunuh diri sebagai psychache: rasa sakit psikologis yang terasa tak tertahankan. Ini bukan sekadar sedih, melainkan kombinasi putus asa, rasa gagal, merasa menjadi beban, dan kehilangan makna hidup.

Teori interpersonal dari Thomas Joiner (2005) menjelaskan dua faktor utama yang kerap muncul:

• Perasaan menjadi beban bagi orang lain (perceived burdensomeness)

• Merasa terputus atau tidak lagi menjadi bagian dari lingkungan (thwarted belongingness)
Seseorang bisa tetap terlihat tegar di ruang publik, namun di saat yang sama merasa sendirian secara emosional.

Sejumlah studi internasional menunjukkan bahwa profesi dengan tekanan tinggi, akses pada metode mematikan, serta budaya kerja yang menuntut ketangguhan emosional memiliki risiko lebih besar.

Selain itu, norma maskulinitas tradisional, terutama pada laki-laki, sering kali mendorong individu untuk tidak mengekspresikan kerentanan.

Padahal, data WHO menunjukkan laki-laki memiliki angka kematian akibat bunuh diri lebih tinggi dibanding perempuan secara global. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah rendahnya kecenderungan laki-laki mencari bantuan profesional.

Peran Lingkungan: Lebih dari Sekadar Simpati

Banyak orang yang berjuang secara mental sebenarnya tidak ingin mati, mereka ingin rasa sakitnya berhenti. Karena itu, peran lingkungan sangat krusial. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

• Ucapan bernada putus asa

• Menarik diri dari pergaulan

• Perubahan perilaku drastic

• Memberikan barang pribadi secara tiba-tiba

• Tiba-tiba tampak sangat tenang setelah periode depresi berat

Penelitian pencegahan bunuh diri menunjukkan bahwa bertanya langsung tentang pikiran menyakiti diri tidak meningkatkan risiko, namun ustru membuka ruang aman untuk berbicara.

Berikut langkah sederhana namun berdampak.

• Dengarkan tanpa menghakimi

• Hindari kalimat meremehkan seperti ‘kurang bersyukur’, ‘jangan dipikirkan’ dan lainnya

• Dampingi mencari bantuan profesional

• Jangan biarkan sendirian dalam kondisi krisis

Di Indonesia, masyarakat dapat mengakses Layanan Sejiwa 119 (tekan 8) untuk dukungan psikologis gratis 24 jam.

Kekuatan mental bukan berarti kebal terhadap luka batin. Seseorang bisa terlihat sangat tangguh, namun tetap menyimpan badai di dalam dirinya.

Kesadaran kolektif untuk membangun ruang aman di keluarga, kantor, maupun lingkar pertemanan, menjadi langkah penting agar tidak ada lagi yang merasa harus berjuang sendirian.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: alasan bunuh diri
Via: bunuh diri
Tags: alasan bunuh diribunuh diriKesehatan mentalpsikologitekanan mentalwho
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Hangatnya Kebersamaan Anak Yatim Bersama Mbak Wali

Mbak Wali Beri Hadiah Umroh Gratis untuk Warga Tidak Mampu

Mbak Wali Serahkan 200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Subianto

  • Pensiunan polisi di Blitar ditemukan tewas tergantung di gudang rumahnya

    Pensiunan Polisi di Blitar Tewas Tergantung di Gudang Rumah, Diduga Ada Masalah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Rusak Mulai Mulus di Kabupaten Blitar, Komitmen Rijanto-Beky Dikebut Bertahap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Efek Narkoba yang Picu AKBP Didik Kuncoro Lakukan Penyimpangan Seksual

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In