• Login
Bacaini.id
Thursday, February 12, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Wahidiyah, Potret Kerukunan Umat Islam Kota Kediri

ditulis oleh
23 November 2020 19:31
Durasi baca: 1 menit
Ponpes Wahidiyah Kedunglo. Foto: Youtube

Ponpes Wahidiyah Kedunglo. Foto: Youtube

KEDIRI – Keberadaan pondok pesantren Wahidiyah Kedunglo al Munadhdhoroh memberi warna keberagaman umat Islam di Kota Kediri. Beragam aliran keagamaan Islam tumbuh beriringan tanpa saling menciderai.

Pendirian Pondok Pesantren al Munadhdhoroh di Desa Bandar Lor Kecamatan Mojoroto berperan besar dalam perjalanan sejarah Kota Kediri. Pondok ini didirikan oleh KH. Mohammad Ma’roef pada tahun 1901.

Jauh sebelum pondok pesantren ini berdiri, kawasan tersebut merupakan bumi supit urang atau rawa. Masyarakat sekitar kerap menyebutnya sebagai kedung. Sejumlah sumber menyebut daerah itu juga ditumbuhi Pohon Elo. Sehingga dalam perkembangannya kawasan itu dikenal juga dengan Kedunglo.

Keputusan KH. Ma’roef memilih tempat itu menjadi pondok sempat menuai pro kontra. Namun atas keyakinannya, pondok pesantren al Munadhdhoroh akhirnya berdiri dengan ajaran Wahidiyah.

Pondok pesantren ini tumbuh dan berkembang di kawasan yang berdekatan dengan Pondok Pesantren Lirboyo. Jumlah jamaahnya juga menyebar hingga ke berbagai pelosok tanah air.

Ribuan jamaah ini kerap memenuhi seluruh kawasan di sekitar pondok saat perhelatan Mujahadah Kubro. Mereka berasal dari berbagai kota yang berbondong-bondong ke Bandar Lor untuk bermunajat.

Jika momentum itu tiba, seluruh kawasan dan jalan umum di area itu ditutup. Meski melumpuhkan aktivitas warga, tak ada yang protes. Pengasuh pondok membangun hubungan sosialnya dengan baik meski tak semua warga menjadi pengikut Wahidiyah.

Hebatnya lagi, meski bertetangga dengan Pondok Pesantren Lirboyo, dan sama-sama dikenal sebagai pondoknya pesilat, tak pernah ada kisah perseteruan di antara mereka. Santri Kedunglo dan Lirboyo saling menghargai dan tak pernah mengusik.

Selain Lirboyo yang beraliran Nahdlatul Ulama, Kota Kediri juga menjadi tempat tumbuhnya Pondok Pesantren Wali Barokah yang dinaungi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Pondok ini menggurita dengan leluasa tanpa satupun konflik dengan pesantren lain.

Kemajemukan ini menjadi khasanah Kota Kediri yang tumbuh beriringan tanpa saling menyerang. Tak heran jika kota yang dipimpin Abdullah Abu Bakar ini dijuluki sebagai kota pesantren, dengan slogan Harmoni Kediri. (HTW)

 

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: pesantren kedungloWahidiyah
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi agen KGB dan GRU beroperasi di Indonesia era Orde Baru dengan latar gedung pemerintahan dan militer

Sepak Terjang Agen Soviet di Orde Baru: KGB Menyusup ke Militer hingga MPR

Presiden Prabowo Subianto menerima permohonan audiensi dari lima pengusaha nasional di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Selasa malam, 10 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres/Istimewa

Ini Pembahasan Presiden Prabowo dengan Konglomerat Kakap

UNICEF

BEM UGM Surati UNICEF Usai Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT

  • Suasana sidang di Pengadilan Negeri Sleman saat majelis hakim membacakan vonis 8–10 tahun penjara kepada tujuh terdakwa kasus pengeroyokan terduga klitih

    Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In