• Login
Bacaini.id
Thursday, May 28, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Harga Cabe Rawit dan Ayam Potong di Trenggalek “Ugal-Ugalan”

ditulis oleh Redaksi
15 February 2026 09:06
Durasi baca: 2 menit
harga cabai rawit naik

Pedagang cabe rawit di pasar. foto: bacaini.id

Bacaini.id, TRENGGALEK – Kenaikan harga bahan pokok menjelang Bulan Ramadan 2026 mulai menekan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Trenggalek. Cabe rawit dan ayam potong paling drastis kenaikannya.

Kondisi ini memaksa pelaku UMKM mencari cara bertahan tanpa membebani pelanggan di tengah daya beli yang sensitif. Pasalnya, cabe rawit dan ayam potong menjadi bahan baku paling banyak dibutuhkan pedagang kuliner.

Aji Sulistyono, pedagang makanan di Pasar Pon Trrenggalek harus memutar otak agar usahanya tetap berjalan. Dalam sepekan terakhir, harga cabai rawit melonjak hingga Rp92 ribu per kilogram, naik tajam dari kisaran Rp75 ribu–Rp80 ribu per kilogram.

“Menjelang Ramadan ini ada beberapa bahan makanan yang naik. Salah satunya cabai rawit. Sekarang sudah Rp92 ribu per kilogram,” ujar Aji saat ditemui di lapaknya, Sabtu, 14 Februari 2026.

Menurutnya, cabai rawit memegang peran penting karena menentukan cita rasa osengan yang dijual. Kenaikan harga ini menjadi tantangan serius karena pelanggan sangat sensitif terhadap perubahan rasa maupun harga.

Untuk menyiasati lonjakan biaya, Aji mencampur cabai rawit dengan cabai keriting merah yang harganya relatif lebih rendah, sekitar Rp35 ribu per kilogram. Strategi ini dilakukan agar tingkat kepedasan masih terjaga meski tidak sekuat jika menggunakan rawit sepenuhnya.

“Kalau pakai rawit semua rasanya memang lebih enak, tapi biaya jadi terlalu tinggi dan kami bisa rugi,” katanya.

Aji juga menegaskan tidak menggunakan cabai kering sebagai alternatif. Selain menjaga kualitas rasa, ia menilai sebagian konsumen kurang cocok dengan cabai kering dan berisiko menimbulkan gangguan pencernaan.

Tak hanya cabai, harga ayam potong juga ikut naik. Dalam periode yang sama, harga ayam meningkat dari Rp35 ribu–Rp38 ribu menjadi sekitar Rp40 ribu per kilogram.

Kenaikan ganda ini mempersempit ruang gerak UMKM karena menaikkan harga menu dinilai berisiko menurunkan minat beli. Meski demikian, Aji memilih bertahan tanpa menaikkan harga jual. Ia berharap lonjakan harga tidak berlangsung lama.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, harga bahan pokok biasanya mulai turun pada pertengahan Ramadan sebelum kembali naik mendekati Hari Raya.

Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: ayam potongcabai rawitharga sembakohari rayalebaran
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi cara menyimpan daging kurban di freezer menggunakan plastik zip lock agar tetap awet dan higienis

5 Cara Menyimpan Daging Kurban agar Awet 6 Bulan, Jangan Dicuci Sebelum Masuk Freezer

Petugas dan warga berada di lokasi ledakan petasan balon udara di Dusun Tekik Gandusari Blitar

Ledakan Petasan Balon Udara di Blitar Tewaskan 1 Warga dan Lukai 2 Anak

Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In