Bacaini.ID, TRENGGALEK – Buruknya Menu MBG di Kabupaten Trenggalek kembali menuai sorotan. Warga penerima manfaat mengeluhkan buah jeruk berulat dan berbau basi dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi dapur Yayasan Al Mursyid.
Seorang warga penerima manfaat dari dapur Yayasan Al Mursyid di Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan mengungkapkan dugaan adanya buah yang tidak layak konsumsi dalam paket MBG.
Melalui warga bernama Sukamti disampaikan kalau buah jeruk yang diterima dalam paket MBG sudah mengeluarkan bau tidak sedap dan berulat.
“MBG dari dapur Yayasan Al Mursyid, buah jeruknya sudah berbau basi dan di dalamnya ada ulat,” ungkapnya kepada wartawan Jumat (13/2/2026).
Baca Juga:
- Tumbal’ MBG Kembali Berjatuhan, 24 Siswa SD di Tulungagung Keracunan Massal
- Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa dan Guru SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Diare Massal
Bukan hanya mutu buah yang buruk. Sukamti juga menyoroti variasi menu MBG yang dinilai kurang beragam dan cenderung berulang.
Ia menyebut menu yang disajikan umumnya hanya berkisar tahu, tempe, telur, dan ayam, dengan sayur tumis jagung, sawi, kubis, atau wortel yang dinilai keras dan kurang layak.
“Variasi menu sangat kurang dan sudah lama dikeluhkan wali murid, tapi banyak yang tidak berani menyampaikan,” ungkapnya.
Sukamti juga mengaku baru saja memeriksa buah pir yang dibagikan dalam paket MBG dan mendapati kualitas yang tidak sesuai harapan.
Menanggapi keluhan tersebut, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trenggalek, Neo Ordikla, memberikan klarifikasi.
Ia membenarkan bahwa paket MBG tersebut berasal dari Yayasan Al Mursyid dan didistribusikan pada Kamis, 13 Februari 2026.
Menurut Neo, pihak SPPG telah melakukan penyortiran bahan pangan saat diterima dari pemasok. Namun karena buah yang dibagikan bukan buah potong, indikasi kerusakan dari luar sulit terdeteksi.
“Analisis kami, buah tersebut sudah disortir saat datang. Karena bukan buah potong, mendeteksi busuk dari luar memang cukup sulit,” jelasnya melalui pesan singkat.
Meski demikian, Neo menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan tim terkait dan akan melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terhadap pemasok buah.
“Kami akan mengevaluasi menu dan rantai pasok, terutama dari suplayer buah, agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Solichan Arif





