Bacaini.ID, KEDIRI – Tidak semua orang merasa cocok merayakan Hari Valentine. Bagi yang tidak suka Hari Valentine, 14 Februari ternyata juga diperingati sebagai Hari Pemberian Buku Internasional atau International Book Giving Day, sebuah gerakan global yang mengajak masyarakat berbagi buku untuk anak-anak.
Jika merasa tidak punya akar budaya dan keyakinan untuk merayakan Hari Valentine, Hari Pemberian Buku Internasional bisa menjadi pilihan. Sehingga 14 Februari tetap bermakna.
Baca Juga:
14 Februari, Hari Pemberian Buku Internasional
International Book Giving Day merupakan inisiatif sukarela global yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari untuk meningkatkan akses anak-anak terhadap buku dan menumbuhkan minat baca di seluruh dunia.
Alih-alih memberi orang yang disayang sebatang cokelat atau buket bunga, memberi buku untuk anak-anak lebih memiliki nilai edukatif dan bermanfaat.
Internasional Book Giving Day awalnya dimulai di Inggris Raya. Dan selama bertahun-tahun telah menyebar terutama di kalangan pecinta buku seluruh dunia.
Diinisiatori Pustakawan
Inisiator utama dari International Book Giving Day adalah Amy Broadmoore, seorang pustakawan sekolah dan blogger Delightful Children’s Books asal Amerika Serikat.
Ide memberi hadiah sebuah buku, muncul pada tahun 2012 ketika putra Amy bertanya mengapa tidak ada hari di mana orang-orang saling memberi buku seperti saat merayakan Valentine.
Menyadari kebutuhan akan buku untuk anak-anak di daerah-daerah yang kekurangan dana, Amy mengembangkan konsep ini bersama Zoe Toft, seorang narablog literasi lainnya.
Tujuannya sederhana, memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk memiliki buku sendiri dan meningkatkan antusiasme anak-anak terhadap buku.
Selain itu, buku juga dapat mendukung perkembangan anak dengan manfaatnya yang membantu perkembangan kognitif, kosa kata, dan kreativitas anak melalui literasi sejak dini.
Berbeda dengan Hari Buku Sedunia yang berfokus pada literasi secara umum, International Book Giving Day berfokus pada tindakan nyata memberi buku.
Fokus perayaan ini adalah mendorong orang-orang di seluruh dunia untuk memberikan buku kepada seorang anak pada tanggal 14 Februari.
Pada tahun 2013, Amy menyerahkan pengelolaan inisiatif ini kepada Emma Perry, seorang penulis buku anak dan pendiri situs ulasan buku My Book Corner, yang hingga kini terus memimpin gerakan global ini.
Hingga saat ini, perayaan International Book Giving Day tetap menjadi inisiatif nirlaba yang sepenuhnya dijalankan oleh sukarelawan di lebih dari 44 negara untuk memastikan anak-anak mendapatkan akses ke bahan bacaan.
Yang Harus Dilakukan Untuk Merayakan Internasional Book Giving Day
Apa saja yang harus dilakukan untuk berpartisipasi dalam Hari Pemberian Buku Internasional?
• Memberi Hadiah Buku Bacaan
Hadiahkan buku kepada teman, keluarga, atau anak-anak di lingkungan sekitar.
• Donasi Buku
Menyumbangkan buku bekas yang masih layak ke perpustakaan lokal, rumah sakit, panti asuhan, atau tempat penampungan.
• Meninggalkan Buku di Ruang Publik
Meletakkan buku di ruang publik, seperti ruang tunggu atau bangku taman agar bisa ditemukan dan dibaca oleh anak lain.
• Berbagi di Media Sosial
Di era digital, cara ini mungkin yang lebih mudah menjangkau banyak orang. Undang orang yang berminat pada buku-buku yang akan dibagikan secara gratis melalui media sosial.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





