Bacaini.ID, KEDIRI – Yuk ke Pacitan yang selama ini identik dengan deretan pantainya yang eksotis. Ternyata, kabupaten di ujung barat daya Jawa Timur ini menyimpan banyak destinasi wisata lain yang tak kalah menarik untuk dijelajahi.
Dari bentang alam hijau, wisata alam pegunungan, wisata air, hingga spot bernuansa sejarah dan edukasi, Pacitan menawarkan pengalaman liburan yang beragam.
Bagi pencinta suasana sejuk dan tenang, Pacitan punya banyak pilihan wisata alam selain laut. Goa-goa alami dengan aliran sungai bawah tanah, perbukitan dengan panorama sunrise, susur sungai, hingga air terjun tersembunyi.
Destinasi-destinasi ini menawarkan pengalaman eksplorasi yang lebih intim dengan alam, sekaligus cocok untuk wisata keluarga maupun pencari ketenangan. Pacitan tidak hanya tentang pantai yang unik dan indah.
Berikut rekomendasi destinasi wisata untuk keluarga yang bisa dikunjungi saat ke Pacitan selain pantai:
Baca Juga:
- 4 Wisata Alam Terelok Jawa Timur yang Mendunia Versi TripAdvisor
- Jalan-jalan ke Ibu kota Jawa Timur, Apa Saja Wisata Hitsnya?
Goa Gong
Sesuai dengan julukannya sebagai Kota Seribu Goa, Pacitan memiliki beragam goa alami yang indah dan wajib dikunjungi. Tiga goa kebanggaan Kabupaten Pacitan diantaranya: Goa Gong, Goa Tabuhan dan Goa Luweng Jaran.
Goa Gong terkenal dengan stalaktit dan stalagmit kristalnya yang indah. Goa ini juga dikelola dengan profesional sehingga pengunjung nyaman menjelajahinya. Tersedia jalur khusus untuk berjalan kaki bagi pengunjung menuju goa dan selama berada di dalamnya.
Lokasinya ada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. Goa ini berjarak sekitar 20-37 km atau sekitar 40-60 menit berkendara dari pusat kota Pacitan, berdekatan dengan jalur menuju Pantai Klayar.
HTM untuk dewasa Rp 20.000 dan anak-anak Rp 5.000. Selain itu terdapat biaya parkir: sepeda motor Rp 2.000, mobil Rp 5.000, bus sedang/elf Rp 10.000 dan bus besar Rp 15.000.
Siapkan uang tunai untuk pembayaran karena hampir semua transaksi dilakukan cash. Yang perlu diperhatikan adalah gunakan alas kaki yang tidak licin. Kondisi goa yang basah atau lembab di beberapa area dalam goa, rawan terpeleset. Hati-hati.
Sungai Maron
Seringkali dinarasikan sebagai Amazon-nya Pacitan. Wisata susur sungai di tempat ini menyajikan pemandangan indah yang bisa dinikmati selama menaiki perahu.
Air sungai warna hijau kebiruan dan pepohonan sepanjang menyusuri sungai sepanjang 4,5 km ini dapat memanjakan mata dan menenangkan.
Wisatawan dapat berhenti di Pantai Ngirboyo untuk bermain selama beberapa waktu sebelum kembali lagi ke dermaga sungai Maron.
Wisata susur sungai ini terletak di Dusun Maron, Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Terletak sekitar 37-40 kilometer dari pusat kota Pacitan.
Gunakan Google Maps Sungai Maron Pacitan untuk bantuan arah. Karena lokasinya yang cukup menantang, gunakan kendaraan dengan kondisi fit untuk ke tempat ini.
HTM Sungai Maron Rp 10.000 per orang, sewa perahu Rp 100.000 untuk tiga sampai lima orang. Jika berniat singgah ke area dalam Pantai Ngirboyo untuk berfoto-foto, siapkan tiket masuk Rp 10.000 per orang.
Mentari Hill/Mentari Ocean View
Sesuai namanya, wisata ini merupakan bukit yang disulap menjadi tempat wisata dengan berbagai fasilitas. Terkini, Mentari Hill melakukan rebranding menjadi Mentari Ocean View yang ditandai dengan semakin berkembangnya area dan fasilitas untuk pengunjung.
Wahana paling ikonik adalah jembatan kaca yang menjorok ke arah laut. Selain itu, pengunjung juga terdapat wahana Keranjang Sultan, kursi gantung yang bergerak menyusuri area perbukitan dengan pemandangan laut lepas.
Beragam spot foto instagramable bisa ditemukan disini. Glamping dan resort juga tersedia bagi pengunjung yang ingin menginap. Lokasinya ada di Lingkungan Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan (Kota), sekitar 15 menit dari Alun-alun Pacitan.
HTM Rp 10.000 per orang dan tiap wahana dikenakan biaya rata-rata Rp 20.000. Untuk glamping atau resort, biaya menginap berkisar antara Rp 550.000-650.000 per malam, tergantung jenis kamar.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





