Bacaini.ID, KEDIRI – Penangkapan Wali Kota Madiun, Maidi dalam operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi membuat perhatian publik tertuju kepada F. Bagus Panuntun. Sebagai Wakil Wali Kota Madiun, ia berpotensi menggantikan posisi Maidi.
Diketahui pasangan Maidi dan Bagus Panuntun didukung oleh koalisi parpol Demokrat, PSI, PKB, Gerindra, NasDem, PKS, PAN, PPP, Gelora, PBB dan Partai Prima, pada pemilihan kepala daerah 2024 silam.
Seiring perjalanannya menjadi Wakil Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun menata karirnya di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan terpilih menjadi Ketua Dewan Pengurus Wilayah PSI Jawa Timur, menggantikan Aan Rochayanto.
baca ini:
- Sepakati kolaborasi dengan Kota Kediri, Maidi justru ditangkap KPK
- KPK tangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT
Sebelum dilantik menjadi ketua DPW PSI Jatim, Bagus mengaku beberapa kali dipanggil oleh Ketua Umum PSI Kaesang. Ia optimis dapat memperkuat partai dengan fokus pada kaderisasi dan penataan potensi wilayah. Sehingga perolehan kursi di DPRD Provinsi Jatim dan kabupaten/kota bisa terdongkrak, dengan target minimal 10 kader PSI di DPRD Jatim periode mendatang.
Di dunia politik, nama Bagus Panuntun bukan orang baru. Sebelum mengikuti pilkada 2024, ia tercatat sebagai anggota DPRD Kota Madiun periode 2019-2024, dan terpilih kembali dalam pilkada legislatif 2024.
Penangkapan Maidi oleh KPK membuka jalan lebar bagi Bagus Panuntun untuk menjadi orang nomor satu di Kota Madiun, sekaligus mewujudkan rencananya membesarkan Partai Solidaritas Indonesia di kursi legislatif.
Penulis: Hari Tri Wasono





