Bacaini.ID, KEDIRI — Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal Noe Letto, menjadi salah satu dari 12 tenaga ahli yang dilantik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin pada Kamis (15/1) lalu.
Kabar pelantikan putra budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) ini viral di media sosial setelah diumumkan secara resmi Biro Pers Kementerian Pertahanan pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Kemenhan melalui keterangannya mengatakan pelantikan tenaga ahli ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat jajaran pemikir di tubuh Dewan Pertahanan Nasional (DPN) dalam menghadapi dinamika tantangan global.
Sebanyak 12 orang dari berbagai disiplin ilmu dilantik berdasarkan Keputusan Ketua Harian DPN Nomor: KEP/3/KH/X/2025.
Para tenaga ahli ini termasuk Noe Letto akan mengisi posisi krusial sebagai Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda pada kedeputian bidang Geoekonomi, Geopolitik, serta Geostrategi.
Baca Juga: Dijenguk Teman Dekatnya, Kondisi Cak Nun Membaik
Profil Sabrang ‘Noe Letto’: Gelar Ganda Matematika dan Fisika, Ahli IT
Sabrang Noe Letto merupakan putra sulung budayawan terkenal Emha Ainun Nadjib dengan istri pertama yang telah berpisah, Neneng Suryaningsih.
Laki-laki kelahiran Yogyakarta, 10 Juni 1979 ini menghabiskan masa kecilnya di Lampung dari SD hingga SMP. Menginjak masa SMA, Sabrang kembali ke Yogyakarta untuk ikut bersama ayahnya, Emha Ainun Nadjib.
Di sinilah, ia mengasah kemampuan bermusiknya dan bertemu dengan rekan-rekannya yang kelak membentuk grup band Letto.
Berkumpul kembali dengan ayahnya yang seorang budayawan terkenal telah mengasah kemampuan Sabrang dalam berkomunitas. Aktif bergaul dalam lingkungan komunitas yang kritis, membuat Sabrang matang.
Seperti diketahui Emha Ainun Nadjib memiliki kelompok pengajian Maiyah yang tidak hanya sekedar belajar agama, namun juga mewadahi pemikiran-pemikiran kritis soal filsafat, sains dan berbagai bidang ilmu yang berkembang.
Selepas SMA, Sabrang menempuh pendidikan tinggi di salah satu universitas ternama dunia di Kanada: University of Alberta.
Tidak tanggung-tanggung, Sabrang menjalani dua jurusan sains murni: Matematika dan Fisika. Lulus di tahun 2003 dengan gelar ganda, Bachelor of Mathematics (B.Math.) dan Bachelor of Science (B.Sc.)
Sabrang Mowo Damar Panuluh bukan sekedar penyanyi biasa yang tak memiliki pengalaman atau keilmuan mumpuni.
Ia dikenal sebagai pemikir yang menggabungkan masalah sosial dengan logika matematika maupun fisika. Semenjak Emha Ainun Nadjib dikabarkan sakit, Sabrang mengambil peran besar dalam setiap pengajian maiyah untuk tetap menghidupkan komunitas.
Sabrang juga seringkali menjadi pembicara dalam berbagai forum yang berkaitan dengan sistem data dan AI. Juga mengembangkan platform digital melalui yayasan yang ia inisiasi.
Dalam berbagai kesempatan, Sabrang sering membedah peran algoritma dalam kehidupan sosial dan bagaimana teknologi seharusnya membantu kemanusiaan, bukan mendiktenya.
Dalam beberapa pemberitaan, Sabrang juga terekam diundang oleh lembaga tinggi negara seperti Sekretariat Negara untuk memberikan masukan terkait pengembangan kompetensi dan proses kreatif dalam organisasi.
Kiprahnya tidak hanya lagi sebagai seorang penyanyi yang memiliki gelar akademis ganda, namun juga telah memberi karya nyata terutama pada bidang teknologi dan inovasi untuk memanfaatkannya.
Baca Juga: Berikut Nama 11 Orang di Pesawat ATR 400 yang Hilang Kontak di Maros
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif






Comments 1