Bacaini.ID, KEDIRI — Tren makanan global di penghujung tahun 2025 menunjukkan konsumsi protein yang meningkat dan menjadi bintang utama di dunia makanan dan nutrisi.
Protein powerhouse menurut laporan Innova Market Insights menjadi tren nomor satu di dunia makanan global. Hampir 60% konsumen dunia aktif menambah asupan protein untuk kesehatan holistik.
Protein bukan hanya untuk otot namun juga energi, imunitas, manajemen berat badan, bahkan kesehatan mental dan kognitif.
Meskipun tren makanan tahun depan diprediksi akan menjadi tahunnya serat yang disebut dengan fiber frenzy namun protein powerhouse’ tetap akan menjadi primadona, bahkan semakin kuat menjadi gaya hidup.
Baca Juga: Pasar Ngasem Jogja, Surga Kuliner Tradisional yang Bikin Ngiler
Alasan Protein Menjadi Powerhouse, Superstar Makanan
Protein dianggap ‘wellness superstar’ karena manfaatnya luas dan berbasis bukti. Konsumen semakin menjadi pemilih dalam asupan makanan mereka demi protein.
Berbagai pilihan makanan dengan protein tinggi kini bisa dengan mudah ditemukan dalam format snacks, minuman dan makanan sehari-hari.
Tren protein powerhouse ini telah bertahan bertahun-tahun dan diprediksi makin kuat di 2026, terutama di Asia yang lagi booming demand-nya.
Alasan lainnya mengapa protein menjadi tren yang terus bertahan adalah manfaatnya dalam membangun dan membentuk otot. Sejalan dengan makin meningkatkan kesadaran pada kesehatan.
Pasca-pandemi, masyarakat semakin peduli pada kesehatan, didukung oleh pengaruh influencer media sosial dengan mengenalkan makanan dan gaya hidup sehat yang melibatkan protein.
Baca Juga: Sarapan Tinggi Protein Disarankan Untuk Anak Sekolah, Ini Alasannya
Indonesia Surganya Sumber Protein Hewani dan Nabati
Indonesia memiliki beragam superfood yang kini dilirik negara lain. Selain daun kelor dan porang, krokot dan pegagan juga telah diekspor ke berbagai negara.
Tak terkecuali sumber protein nabati dan hewani yang melimpah. Tempe dan tahu yang menjadi makanan sehari-hari sebagian besar masyarakat Indonesia, adalah juga sumber protein nabati yang kini banyak diadopsi negara lain.
Apa saja protein yang bisa didapatkan dari sumber pangan lokal?
Baca Juga: Ramalan Zodiak 2026: Taurus Berkibar, Scorpio Perlu Hati hati
• Tempe, Tahu dan Oncom
Yang paling banyak ditemukan dan menjadi konsumsi harian sebagian besar masyarakat Indonesia. Dibuat dari fermentasi kedelai, tempe merupakan salah satu sumber protein nabati terbaik.
Sekitar 100 gram tempe mengandung sekitar 19-20 gram protein, plus serat, vitamin B, dan zat besi. Sementara tahu, mengandung sekitar 10-20 gram protein per 100 gram, tergantung jenisnya.
Selain itu ada oncom yang populer di Jawa Barat. Oncom adalah fermentasi dari ampas tahu atau kacang. Kandungan proteinnya mirip tempe, biasanya diolah dengan cara digoreng atau ditumis.
• Kacang-kacangan, Polong dan Biji-bijian
Kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, edamame, kacang tolo, kacang kara dan berbagai jenis lainnya ada banyak di Indonesia.
Rata-rata mengandung 18-24 gram protein per 100 gram. Selain kandungan protein tinggi, mereka juga mengandung serat, karbohidrat, zat besi, kalsium dan nutrisi lain yang baik untuk kesehatan.
• Petai dan Jengkol
Petai mengandung sekitar 10-15 gram protein per 100 gramnya. Selain itu petai juga dikenal kaya antioksidan, mengandung banyak nutrisi seperti kalsium, kalium, magnesium, fosfor dan zat besi.
Sementara jengkol mengandung protein sekitar 12-15 gram per 100 gram. Jengkol dikenal kaya akan sulfur alami yang bermanfaat sebagai antioksidan, anti-inflamasi dan detoksifikasi.
• Kecambah Kacang Hijau (tauge)
Jangan remehkan tauge, tiap 100 gram tauge mengandung sekitar 5-8 gram protein. Tauge juga rendah kalori hingga dapat menjadi makanan untuk diet yang baik.
Kandungan vitamin dan mineralnya antara lain: vitamin C, K, B9 dan juga mengandung zat besi, kalium, magnesium, fosfor, juga mengandung antioksidan.
• Ikan-ikanan
Ikan laut maupun ikan air tawar asli Indonesia juga dikenal kaya akan protein. Ikan teri tergolong dalam ikan dengan protein tinggi. Mengandung sekitar 20-25 gram per 100 gramnya.
Selain itu ada ikan lele, mujair, ikan tongkol, ikan kembung dan lainnya yang juga memiliki protein tinggi. Jadi anggapan bahwa ikan salmon adalah yang terbaik untuk sumber protein, tidak benar. Ada banyak ikan lokal yang memiliki kandungan protein yang justru lebih banyak dari salmon.
• Telur dan Ayam Kampung
Telur ayam kampung adalah sumber protein lengkap terbaik. Mengandung sekitar 12-13g per 100g atau sekitar 6g per butir. Kaya vitamin B12, D, dan kolin. Telur kampung sering lebih bergizi karena pakan alami, tanpa obat-obatan.
Berlaku juga untuk daging ayam kampung. Mengandung protein sekitar 20-25g per 100g. Lebih padat nutrisi daripada broiler, dan kaya akan zat besi juga zinc.
• Susu dan Daging Sapi
Susu sapi mengandung protein sekitar 3-4g per 100ml, plus kalsium tinggi. Produk turunan susu juga mengandung protein tinggi seperti yogurt dan keju.
Sumber protein hewani paling premium adalah daging sapi. Kandungan proteinnya rata-rata 20-27 gram per 100 gram.
Daging sapi kaya akan zat besi heme (mudah diserap), zinc, vitamin B12, dan creatine untuk otot.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif






Comments 1