• Login
Bacaini.id
Thursday, June 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Hanya Soedjatmoko, Cendikiawan Indonesia Segala Bidang yang Diakui Dunia

Goenawan Mohamad menyebut Soedjatmoko sebagai contoh terbaik. Seorang cendikiawan, intelegensia par excellence sekaligus sebuah teladan

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
23 December 2025 19:51
Durasi baca: 3 menit
sosok soedjatmoko

Sosok Soedjatmoko, cendikiawan Indonesia yang mendunia (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Sejumlah catatan sejarah hanya menuliskan Soedjatmoko, tanpa gelar di depan atau di belakang namanya. Tapi orang-orang dekatnya lebih suka memanggilnya Koko.

Koko jadi panggilan akrabnya sejak kecil. Diucapkan oleh orang tua dan kerabatnya. Kemudian sahabat, teman dan koleganya juga memanggilnya demikian. Bung Koko. Soedjatmoko.

Baca Juga:

  • 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer yang Berdarah Kediri
  • 100 Tahun Pramoedya, Berikut Sastrawan Indonesia yang Karyanya Telah Mendunia
  • Mengenang Soe Hok Gie Sebagai Sejarawan yang Jernih

Roeslan Abdoelgani menyebut Soedjatmoko sebagai kiai intelektual. Sosok istimewa dengan pikiran yang luas dan mendalam. Kritiknya yang selalu tajam namun sopan.

“Tak punya pamrih serta bicara jujur,” demikian dikutip dari buku Pergumulan Seorang Intelektual, Biografi Soedjatmoko oleh Bacaini.id Selasa (23/12/2025).

Goenawan Mohamad menyebutnya sebagai contoh terbaik. Soedjatmoko adalah seorang cendikiawan, seorang intelegensia par excellence, sekaligus sebuah teladan.

Kuntowijoyo mengatakan, dalam sejarah pemikiran di Indonesia, Soedjatmoko adalah orang pertama yang berbicara tentang pembangunan yang mengaitkan dengan kebudayaan.

Lahir 10 Januari 1922 di Sawahlunto, Sumatera Barat Soedjatmoko Mangoendiningrat merupakan adik ipar Sutan Sjahrir, Perdana Menteri Pertama Indonesia.

Ayahnya, Saleh Mangoendiningrat seorang dokter asal Madiun Jawa Timur. Sedangkan ibunya, Isnadikin berasal dari Ponorogo

Bung Koko berlatar belakang pendidikan kedokteran. Sekolah dokter ditempuhnya di Batavia (Jakarta), namun tidak lulus karena dikeluarkan oleh rezim militer Jepang pada tahun 1943.

Soedjatmoko kemudian memilih tinggal di Solo Jawa Tengah hingga tahun 1947. Bersama ayahnya membuka praktik pengobatan dan setelah itu terbang ke New York Amerika Serikat.

Di Lake Success New York, Soedjatmoko bersama 2 pemuda lain mewakili Indonesia di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Pada tahun 1952 Soedjatmoko pulang ke tanah air. Bergabung dengan PSI (Partai Sosialis Indonesia), mendirikan harian Pedoman dan terpilih sebagai anggota konstituante.

Sebagaimana garis politik PSI, Soedjatmoko berseberangan dengan Soekarno. Kritiknya tajam. Terutama terhadap pemerintahan Soekarno yang semakin otoriter.

Juga tidak gentar berhadap-hadapan dengan sastrawan Pramoedya Ananta Toer, Buyung Saleh dan Sitor Situmorang yang mewakili Lekra dan LKN.

Saat itu Soedjatmoko sebagai pengasuh ruang budaya Gelanggang di majalah Siasat, menggantikan penyair Chairil Anwar. Humanisme Universal jadi kredonya. Nama Mangoendiningrat di belakang namanya ia tanggalkan karena dianggapnya feodal.

Pada tahun 1968 Bung Koko menjadi duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat (1968-1971) sekaligus penasihat Adam Malik yang menjadi menteri luar negeri.

Pada tahun 1978 ia menerima penghargaan Ramon Magsaysay untuk Hubungan Internasional. Kemudian diangkat jadi rektor Universitas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Menjabat sejak tahun 1980 hingga 1987.

Soedjatmoko mengalami serangan jantung pada saat menyampaikan kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Peristiwa itu terjadi pada 21 Desember 1989. Bung Koko tutup usia.

“Kita semua akui dia adalah satu-satunya cendikiawan Indonesia di segala bidang yang diakui dunia,” demikian dikutip dari Pergumulan Seorang Intelektual, Biografi Soedjatmoko.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: sosok soedjatmoko
Via: soedjatmoko
Tags: bacaini.idprofil soedjatmokoSEJARAHsoedjatmokososok soedjatmoko
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Rumah adat Indonesia menyimpan pengetahuan konstruksi tradisional yang dinilai lebih adaptif terhadap gempa

4 Rumah Adat Indonesia Tahan Gempa, Bukti Kearifan Lokal Sejak Dulu

gempa Magnitudo 6,1 di Teluk Meksiko dan gempa Magnitudo 7,8 di Mindanao Filipina

Gempa Kembar Guncang Dunia, M 6,1 di Teluk Meksiko dan M 7,8 Filipina Picu Tsunami

Ratusan buruh pabrik kayu lapis di Jombang usai menerima informasi rencana PHK massal

PHK Massal 1.000 Buruh PT SGS Jombang, Alasan Efisiensi

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In