• Login
Bacaini.id
Monday, February 16, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Okra, Primadona Baru dari Lahan Jember yang Tembus Pasar Asia

ditulis oleh Redaksi
17 October 2025 16:47
Durasi baca: 2 menit
Tanaman Okra yang dibudidayakan petani Jember dan berhasil menembus pasar Asia. Dok: Diskominfo Jember

Tanaman Okra yang dibudidayakan petani Jember dan berhasil menembus pasar Asia. Dok: Diskominfo Jember

Bacaini.ID, JEMBER- Di tengah dominasi komoditas pertanian konvensional, tanaman okra perlahan mencuri perhatian petani Jember. Meski belum banyak dibudidayakan, sayuran hijau berbentuk ramping ini justru menjadi incaran pasar Asia Timur, terutama Jepang, Taiwan, dan Hongkong.

Misbahul Ulum, petani asal Kecamatan Ajung, menjadi salah satu pelopor penanaman okra di wilayahnya. Ia menuturkan bahwa menanam okra tidaklah sesulit yang dibayangkan, asal petani telaten menjaga masa pertumbuhan awal.

“Kuncinya ada di sebulan pertama, jaga dari serangan rumput liar dan hama, maka produktivitasnya akan optimal,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).

Menurut Misbahul, bulan pertama merupakan fase paling krusial. Pengendalian rumput liar dan pemberian pupuk organik menjadi faktor utama agar tanaman berkembang sehat dan tahan terhadap penyakit. Setelah itu, pupuk NPK diberikan secara berkala dengan komposisi seimbang. Kondisi tanah di Jember yang subur dengan tingkat keasaman antara 6 hingga 6,8 dianggap sangat ideal untuk pertumbuhan okra karena memiliki drainase yang baik.

Tanaman okra mulai berbuah pada usia 45 hingga 50 hari. Uniknya, panen dilakukan setiap hari karena buahnya tumbuh terus-menerus tanpa jeda panjang.

“Dari satu hektare, kami bisa memanen 350 sampai 400 kilogram per hari. Semua hasil panen langsung diserap oleh Mitratani 27 untuk diekspor,” jelasnya.

Pasar utama ekspor adalah Jepang, Taiwan, dan Hongkong. Okra berukuran mini dihargai sekitar Rp6.500 per kilogram, sedangkan ukuran jumbo dijual sekitar Rp3.000.

Harga yang menarik ini sebanding dengan nilai gizi yang dikandung okra. Sayuran ini kaya vitamin A, C, serat, magnesium, serta antioksidan, bahkan dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah.

“Saya sendiri mengonsumsinya tiap hari. Bisa dimakan mentah, teksturnya renyah dan khasiatnya banyak,” kata Misbahul sambil menunjukkan hasil kebunnya.

Ia berharap semakin banyak petani di Jember yang tertarik membudidayakan okra, bukan hanya untuk pasar ekspor, tetapi juga konsumsi harian masyarakat.

“Lahan kita cocok, pasarnya luas, manfaatnya luar biasa. Sayang kalau potensi ini tidak kita maksimalkan,” tutupnya penuh harap.

Penulis             : Mega

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pantai Serang Blitar yang dikaitkan dengan laku spiritual Soeprijadi

Kebiasaan Ganjil Soeprijadi di Pantai Serang Blitar, Bertapa di Laut Selatan hingga Tantang Mitos Ratu Kidul

Wali Kota London Sadiq Khan menyalakan lampu Ramadan di kawasan West End

London Sambut Ramadan 2026, 30 Ribu Lampu LED Hiasi West End

Polisi Blitar bagi cokelat kepada pengendara saat Valentine

Bikin Kaget! Dikira Razia, Pengendara di Kota Blitar Justru Dapat Cokelat dari Polisi

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In