• Login
Bacaini.id
Monday, July 13, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Tembus Final Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, Dua Kafilah Jember Buktikan Generasi Qur’ani Juga Melek Ilmu

ditulis oleh Redaksi
18 September 2025 18:08
Durasi baca: 3 menit
Salah satu venue pelaksanaan MTQ Jatim ke XXXI di Jember

Salah satu venue pelaksanaan MTQ Jatim ke XXXI di Jember

Bacaini.ID, JEMBER- Kabar menggembirakan datang dari arena Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur 2025 di Kabupaten Jember. Dua peserta asal Jember berhasil menembus babak final cabang Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (MKTIA), ajang yang menantang kemampuan berpikir kritis dan literasi Qur’ani.

Mereka adalah Ahmad Qoys Jamalallahi dan Shinta Nuriyah Mahbubiyah Royani, dua generasi muda Qur’ani yang mewakili Kabupaten Jember di cabang lomba berbasis riset dan penulisan ilmiah ini.

 Setelah melewati babak penyisihan dan semifinal yang ketat, keduanya dinyatakan lolos ke babak final yang dijadwalkan digelar Jumat (19/9/2025).

“Alhamdulillah, aku masuk babak final. Besok kami akan presentasi di depan dewan juri. Mohon doanya semoga diberi kelancaran, kemudahan, dan hasil terbaik,” ujar Qoys, Kamis (18/9/2025) sore.

Qoys adalah mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN KHAS Jember. Ia mengaku bahwa mengikuti MKTIA bukan hal yang mudah. Di cabang ini, peserta tak hanya dituntut memahami kandungan Al-Qur’an, tetapi juga harus mampu menuangkannya dalam bentuk karya ilmiah yang logis, kritis, dan kontekstual.

“Kalau tilawah fokusnya di bacaan dan tajwid, MKTIA ini mengasah kemampuan berpikir. Kita menulis karya ilmiah sesuai tema yang ditentukan, lalu mempresentasikannya di depan juri,” jelasnya.

Selama babak penyisihan, peserta diberi waktu sembilan jam untuk menulis karya ilmiah berdasarkan tema besar yang ditetapkan LPTQ Jatim.

Tahun ini, tema yang diusung adalah ‘Al-Qur’an dan Defisit Moral Bangsa’. Para peserta diminta menganalisis persoalan moralitas bangsa dari perspektif Qur’ani, lalu menawarkan solusi berbasis nilai-nilai Islam.

Qoys menuturkan, tantangan utama justru muncul saat babak final. Di tahap ini, peserta harus mempertanggungjawabkan gagasannya di hadapan dewan hakim melalui sesi presentasi dan tanya jawab.

 “Waktunya 20 menit. Lima menit presentasi, lima belas menit sisanya menjawab pertanyaan. Harus benar-benar paham isi tulisan kita,” ungkapnya.

Bagi Qoys, kesempatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga bentuk pengabdian kepada ilmu dan Al-Qur’an. Ia ingin menunjukkan bahwa generasi Qur’ani juga bisa berpikir kritis terhadap isu-isu bangsa. “Melalui tulisan, kita bisa menyuarakan pesan-pesan Al-Qur’an agar lebih relevan dengan kondisi zaman,” katanya.

Selain Qoys, Shinta Nuriyah juga tampil gemilang di babak penyisihan. Keduanya menjadi harapan Jember untuk menambah raihan prestasi di MTQ tahun ini. Tak hanya itu, kafilah Jember juga mencatatkan kemajuan di cabang lain, seperti Fahm Al-Qur’an, yang berhasil lolos ke semifinal dengan skor 1.600 poin.

Keberhasilan dua anak muda ini menjadi bukti bahwa semangat Qur’ani tak hanya tumbuh di panggung tilawah, tapi juga di ruang-ruang literasi dan pemikiran. Mereka adalah generasi yang mampu menjembatani nilai spiritual dan intelektual, menghadirkan wajah Islam yang cerdas dan solutif.

Dengan langkah pasti menuju babak final, Qoys dan Shinta membawa optimisme baru bagi Jember. Bahwa di balik lantunan ayat suci, ada kekuatan ilmu pengetahuan yang mampu menerangi jalan bangsa.

Penulis             : Mega

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Bupati Jember, Muhammad Fawait saat meninjau lokasi pembangunan saluran irigasi di Kecamatan Jenggawah

Sawah di Ujung Saluran Selalu Kekeringan, Irigasi Petani Jenggawah yang Bocor Akhirnya Dibenahi

Kemeriahan Festival Kemerdekaan Omah Sawah tahun 2025. yang dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.

Omah Sawah, Ikon Baru Wisata Budaya Kediri

Tan Kian

Sosok Tan Kian, Taipan Properti yang Terseret Kasus Jampidsus

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In