Bacaini.ID, JEMBER- Bupati Jember Muhammad Fawait terus mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan di daerahnya. Kamis (18/9/2025), Fawait menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini di Jakarta untuk membahas langkah peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Jember.
Bupati Fawait mengakui, capaian Jember dalam dua indikator itu masih berada di posisi bawah jika dibandingkan daerah lain di Jawa Timur. Meski begitu, ia menilai kondisi tersebut sebagai peluang untuk melakukan pembenahan.
“Memang IRB dan SAKIP Jember masih rendah, tapi dari situ kami ingin bangkit. Jember harus bisa mengejar bahkan melampaui daerah lain,” tegasnya.
Menurutnya, perbaikan tata kelola birokrasi tidak hanya soal administrasi. Lebih dari itu, kinerja pemerintah yang transparan dan akuntabel akan menjadi faktor penting dalam menarik minat investor untuk menanamkan modal di Jember.
“Kalau birokrasi kita baik, APBD bisa benar-benar efektif. Istilahnya, APBD ini bisa ‘menetas’ untuk kesejahteraan rakyat,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Fawait juga meminta dukungan Kementerian PANRB berupa pendampingan dan arahan strategis. Harapannya, langkah perbaikan yang dilakukan Jember tidak sekadar formalitas, tapi mampu menghasilkan perubahan nyata.
Targetnya, skor IRB dan SAKIP Jember meningkat signifikan dalam waktu dekat. Ia optimistis hal itu akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“APBD Jember harus menyasar kebutuhan dasar warga, mulai dari pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, sampai pemerataan kesejahteraan,” tambahnya.
Pertemuan ini menjadi sinyal keseriusan Pemkab Jember keluar dari zona nyaman. Dengan dukungan pemerintah pusat, Fawait yakin tata kelola pemerintahan yang lebih baik bisa menjadi pintu bagi kemajuan daerah dan peningkatan taraf hidup masyarakat.
Penulis : Mega





