• Login
Bacaini.id
Friday, March 20, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Asal-usul Rempeyek Secara Bahasa dan Sejarah Kekuasaan di Jawa

ditulis oleh Editor
19 September 2025 11:49
Durasi baca: 2 menit
Sejarah rempeyek di kitab serat centhini

Asal-usul rempeyek tercatat dalam sejarah kekuasaan di Jawa (foto/Pinterest)

Bacaini.ID, KEDIRI – Rempeyek atau biasa disebut peyek tak bisa dipisahkan dari pecel. Pecel kurang afdol tanpa rempeyek.

Rempeyek menjadi kondimen ‘wajib’ hidangan nasi pecel, bahkan sejak pecel diciptakan.

Sejarah mengenai rempeyek tertulis dalam Serat Centhini, salah satu kitab ‘babon’ yang dikenal dalam masyarakat Jawa.

Dalam Serat Centhini, rempeyek disebut dalam kisah kekuasaan Kesultanan Mataram di abad 16.

Rempeyek hadir dalam cerita perjalanan Ki Ageng Pamanahan dan rombongan saat ‘bedhol desa’ atas perintah Sultan Hadiwijaya, Raja Pajang.

Iring-iringan bedhol desa itu berangkat dari wilayah Surakarta untuk tujuan Alas Mentaok, Yogyakarta. Tanah hutan hadiah dari Sultan Pajang.

Di ujung perjalanan, rombongan Ki Ageng Pemanahan dijemput oleh Ki Gede Karanglo dan rombongan pun menuju kediamannya.

Sebagai hidangan, Ki Gede Karanglo menyajikan makanan dengan menu nasi putih, sayur pecel, peyek dan sayur kenikir.

Saat itulah, rempeyek mulai dikenal secara luas. 

Etimologi dan Perkembangan Rempeyek

Dalam beberapa literatur, kata rempeyek atau peyek berasal dari kata ‘rempah’ dan ‘jiyek’.

‘Jiyek’ merupakan kata dalam bahasa Jawa yang menunjukkan sesuatu berbentuk gepeng, tipis seperti lempengan dan lebar.

Sebagai makanan pelengkap, fungsi rempeyek sama dengan kerupuk, yaitu sebagai pelengkap hidangan.

Selain itu, rempeyek juga kerap di sajikan ketika orang Jawa melangsungkan upacara adat. Seperti saat selamatan bayi, khitanan, pernikahan dan untuk orang yang sudah meninggal.

Rempeyek yang selalu hadir dalam kegiatan komunitas masyarakat untuk tradisi maupun upacara adat, dianggap sebagai simbol kebersamaan.

Rempeyek atau peyek yang semakin populer saat itu, berkembang sesuai kondisi lingkungan baru.

Jika awalnya rempeyek hanya ber-varian kacang tanah di Jawa, peyek juga hadir di Sumatera melalui rempeyek udang-nya yang khas. Di Sulawesi, rempeyek teri menjadi andalan.

Semua peyek di tiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda baik melalui isian maupun bumbu yang digunakan sesuai masakan lokal.

Di Malaysia, penganan asli Jawa ini juga populer sebagai camilan dan menjadi produk lokal dengan nama tetap ‘rempeyek’.

Beberapa menyebutnya sebagai ‘kacang rempeyek’ maupun ‘crispy peanut snack’. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: asal-usul rempeyekbacaini.idcerita rempeyekJawapeyekrempeyeksejarah rempeyek
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi penumpang kereta api memadati stasiun saat arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Daop 7 Madiun

Tembus 107 Ribu! Pemudik Kereta Api di Daop 7 Madiun Membludak, Ini Puncaknya

Direktur Eksekutif PAR Alternatif Indonesia, Andi Saputra.

Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras Didesak Masuk Peradilan Umum

Pedagang emas di Jl Sriwijaya, Kelurahan Kemasan, Kota Kediri. Foto: istimewa

Jejak Peradaban Emas di Kelurahan Kemasan Kota Kediri

  • Bkami GM. Foto: istimewa

    Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar SPPG Nakal di Blitar yang Dihentikan BGN, 46 Lokasi di Kota dan Kabupaten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hasil Sidang Isbat 2026 Dinanti, Pemerintah Umumkan 1 Syawal 1447 H Malam Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In