• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 6, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Asal-usul Rempeyek Secara Bahasa dan Sejarah Kekuasaan di Jawa

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
19 September 2025 11:49
Durasi baca: 2 menit
Sejarah rempeyek di kitab serat centhini

Asal-usul rempeyek tercatat dalam sejarah kekuasaan di Jawa (foto/Pinterest)

Bacaini.ID, KEDIRI – Rempeyek atau biasa disebut peyek tak bisa dipisahkan dari pecel. Pecel kurang afdol tanpa rempeyek.

Rempeyek menjadi kondimen ‘wajib’ hidangan nasi pecel, bahkan sejak pecel diciptakan.

Sejarah mengenai rempeyek tertulis dalam Serat Centhini, salah satu kitab ‘babon’ yang dikenal dalam masyarakat Jawa.

Dalam Serat Centhini, rempeyek disebut dalam kisah kekuasaan Kesultanan Mataram di abad 16.

Rempeyek hadir dalam cerita perjalanan Ki Ageng Pamanahan dan rombongan saat ‘bedhol desa’ atas perintah Sultan Hadiwijaya, Raja Pajang.

Iring-iringan bedhol desa itu berangkat dari wilayah Surakarta untuk tujuan Alas Mentaok, Yogyakarta. Tanah hutan hadiah dari Sultan Pajang.

Di ujung perjalanan, rombongan Ki Ageng Pemanahan dijemput oleh Ki Gede Karanglo dan rombongan pun menuju kediamannya.

Sebagai hidangan, Ki Gede Karanglo menyajikan makanan dengan menu nasi putih, sayur pecel, peyek dan sayur kenikir.

Saat itulah, rempeyek mulai dikenal secara luas. 

Etimologi dan Perkembangan Rempeyek

Dalam beberapa literatur, kata rempeyek atau peyek berasal dari kata ‘rempah’ dan ‘jiyek’.

‘Jiyek’ merupakan kata dalam bahasa Jawa yang menunjukkan sesuatu berbentuk gepeng, tipis seperti lempengan dan lebar.

Sebagai makanan pelengkap, fungsi rempeyek sama dengan kerupuk, yaitu sebagai pelengkap hidangan.

Selain itu, rempeyek juga kerap di sajikan ketika orang Jawa melangsungkan upacara adat. Seperti saat selamatan bayi, khitanan, pernikahan dan untuk orang yang sudah meninggal.

Rempeyek yang selalu hadir dalam kegiatan komunitas masyarakat untuk tradisi maupun upacara adat, dianggap sebagai simbol kebersamaan.

Rempeyek atau peyek yang semakin populer saat itu, berkembang sesuai kondisi lingkungan baru.

Jika awalnya rempeyek hanya ber-varian kacang tanah di Jawa, peyek juga hadir di Sumatera melalui rempeyek udang-nya yang khas. Di Sulawesi, rempeyek teri menjadi andalan.

Semua peyek di tiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda baik melalui isian maupun bumbu yang digunakan sesuai masakan lokal.

Di Malaysia, penganan asli Jawa ini juga populer sebagai camilan dan menjadi produk lokal dengan nama tetap ‘rempeyek’.

Beberapa menyebutnya sebagai ‘kacang rempeyek’ maupun ‘crispy peanut snack’. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: asal-usul rempeyekbacaini.idcerita rempeyekJawapeyekrempeyeksejarah rempeyek
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi kekerasan kepada anak. Foto: istimewa

Tips Memilih Daycare yang Aman untuk Anak

Ilustrasi suasana Kediri di malam hari.

Kediri, Kopi dan Malam yang Tak Lagi Sepi

Dua warga Kediri pasangan suami istri siri pelaku pembuat konten porno.

Pasutri Menjual Konten Porno: Ironi Digitalisasi dan Tekanan Ekonomi di Kediri

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In