• Login
Bacaini.id
Thursday, May 14, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Gus Qowim Dampingi Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual Buka Pekan Budaya dan Festival Musik 2025

ditulis oleh Redaksi
24 August 2025 07:25
Durasi baca: 3 menit
Gus Qowim Dampingi Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual Buka Pekan Budaya dan Festival Musik 2025. Foto : Dok. Pemkot Kediri

Gus Qowim Dampingi Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual Buka Pekan Budaya dan Festival Musik 2025. Foto : Dok. Pemkot Kediri

Bacaini.ID, KEDIRI – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin mendampingi Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual B.R.A Putri Woelan Sari Dewi membuka kegiatan Pekan Budaya dan Festival Musik, Sabtu (23/08/2025). Acara berlangsung di Gedung Nasional Indonesia.

Wakil Wali Kota Kediri mengatakan tahun ini Bangsa Indonesia merayakan HUT ke-80 Kemerdekaan dengan tema ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’. Tema ini mengingatkan bahwa persatuan adalah fondasi utama dalam membangun kedaulatan bangsa, kesejahteraan rakyat, serta mewujudkan cita- cita Indonesia Emas. Kota Kediri ikut menyemarakkan semangat kemerdekaan melalui Pekan Budaya dan Festival Musik. Kegiatan yang digelar dua hari ini menghadirkan beragam kesenian tradisional. Seperti, Tari Jaranan, Tari Kethek Ogleng, Pameran Musik, Festival Musik, Bazar UMKM dan lainnya.

“Inilah wujud nyata bahwa budaya dan musik bukan hanya hiburan melainkan juga media untuk memperkuat identitas, menumbuhkan kreativitas, meruntuhkan sekat-sekat, menyatukan kuta dalam melodi, tarian, dan karya seni yang indah. Tentu kami merasa terhormat dan bangga karena Kota Kediri dipilih sebagai lokasi Pekan Budaya dan Festival Musik oleh Kementerian Kebudayaan,” ujarnya.

Gus Qowim menjelaskan dipilihnya Kediri tentu bukan kebetulan semata. Kediri telah mampu menunjukkan jati diri sebagai kota budaya yang menjaga tradisi. Namun juga mampu memberikan ruang kreativitas, inklusivitas, dan keberagaman. Event ini juga menambah makna istimewa peringatan Hari Jadi Ke-1.146 Kota Kediri yang mengangkat tema ‘Kolaborasi Menuju Kota Kediri MAPAN’. “Selaras dengan semangat itu saya berharap event ini bisa menambah semarak sekaligus daya tarik wisata budaya yang akan menggerakkan ekonomi daerah. Khususnya UMKM, seniman, dan pelaku industri kreatif. Ini semua adalah wujud nyata dari komitmen menjadikan Kediri kota yang produktif dan ngangeni,” jelasnya.

Di tengah gempuran modernisasi dan globalisasi, menjaga budaya lokal adalah sebuah keharusan. Bisa dilihat bagaimana isu kepunahan bahasa daerah dan klaim kekayaan intelektual pihak asing menjadi tantangan serius. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi semua pihak untuk melestarikan dan mendaftarkan kekayaan intelektual. Seperti kesenian Jaranan dan Kethek Ogleng agar diakui secara legal dan tidak dicuri negara lain. Pemkot Kediri bersama Kementerian Kebudayaan siap bersinergi memastikan para seniman, musisi, hingga pelaku UMKM memiliki kesadaran dan akses mudah dalam melindungi karyanya. Kita Kediri ingin menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi lahirnya karya-karya kreatif yang diakui secara hukum. Hal ini sejalan dengan visi Kota Kediri MAPAN serta Sapta Cita.

“Kota Kediri dikenal sebagai kota budaya dan kota sejarah. Kita punya warisan besar mulai dari seni tradisional, kuliner, hingga industri kreatif yang harus dirawat bersama. Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu tetapi juga tentang berkarya di masa kini,” pungkasnya.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual B.R.A Putri Woelan Sari Dewi mengungkapkan Kopi Hitam dan Dewan Kesenian Daerah Kota Kediri dalam penyelenggaraan Pekan Budaya dan Festival Musik 2025 ini merupakan sinergi yang membuktikan semangat melestarikan budaya. Forum ini bisa dijadikan wadah untuk menginspirasi dan berkarya. Serta menjaga semangat api kebudayaan. Kementerian Kebudayaan memiliki program yang telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi. Yakni, program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) dan Belajar Bersama Maestro (BBM). Program prioritas ini untuk menghubungkan dunia seni dengan dunia pendidikan, yang bertujuan menanamkan nilai-nilai budaya pada generasi muda.

“Melalui perhelatan ini diharapkan dapat menjadi media efektif untuk memperkenalkan kembali dan memupuk rasa cinta kepada warisan budaya peninggalan leluhur. Kita tunjukkan kepada dunia bahwa Kota Kediri adalah kota yang penuh sejarah dan kota yang penuh nilai warisan budaya. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini,” ungkapnya.

Dalam acara ini, juga menampilkan Grup Vokal Kharisma yang beranggotakan anak-anak disabilitas. Ada pula penampilan tari, fashion show batik dan lainnya. Turut hadir, Dewan Komisaris PT. Pos Indonesia Fauzi Baadila, perwakilan PASKARA Fattahilah Hutagalung, Ketua Gayatra Fawzanah Al Hadrah, Ketua Dewan Kesenian Yuono Wahyu Alam, perwakilan Kodim 0809, perwakilan Polres Kediri Kota, dan tamu undangan lainnya. (ADV PKP)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi guru kecewa setelah direndahkan murid yang menawarkan uang Rp1 juta demi membeli kunci jawaban ujian

Viral Murid Tawar Guru Rp1 Juta untuk Kunci Jawaban, Penyebab Remaja Tidak Sopan Terungkap

Petugas memeriksa lokasi kebakaran toko di Desa Bandung Kecamatan Diwek Jombang yang diduga akibat lemparan bom molotov

Bom Molotov Diduga Penyebab Kebakaran Toko di Jombang, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan istrinya. Foto: istimewa

Gubernur Kaltim Terlanjur Jaga Marwah, Ibu Kota Indonesia Tetap Jakarta

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In