• Login
Bacaini.id
Sunday, February 15, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Makna Mendalam Motif Batik yang Tak Banyak Diketahui

ditulis oleh Editor
24 August 2025 21:35
Durasi baca: 3 menit
Motif batik dan makna filosofisnya

Batik memiliki makna mendalam yang tidak banyak diketahui (foto ilustrasi/Batikta)

Bacaini.ID, KEDIRI – Batik bukan sekadar kain bermotif tradisional, namun merupakan bahasa budaya yang penuh makna.

Setiap motif batik adalah simbol yang mengandung filosofi, kepercayaan, hingga sejarah dari daerah asalnya.

Sejarah panjang batik dan maknanya yang dalam membuatnya ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia dari Indonesia oleh UNESCO pada 2009.

Berikut beberapa motif batik dari Indonesia, sejarah dan maknanya:

Batik Mega Mendung, Cirebon

Batik Cirebon dikenal dengan motif awan biru yang disebut Mega Mendung.

Filosofisnya melambangkan ketenangan, kesabaran, dan kebesaran hati.

Warna biru tua hingga muda menunjukkan tingkatan spiritualitas.

Sesuai dengan namanya, motif ini mengadaptasi bentuk awan yang bergelung dengan warna yang bergradasi.

Batik Mega Mendung muncul pada abad ke-16 atau ke-17 yang tercipta dari akulturasi budaya Tiongkok dan Jawa.

Sejarah kemunculan motif ini sangat erat kaitannya dengan kedatangan dan pernikahan Sunan Gunung Jati dengan Ratu Ong Tien dari Tiongkok. 

Batik Ulamsari Mas, Bali

Motif ulamsari mas adalah ciri khas batik dari Bali. Motif ini biasanya menampilkan bentuk ikan dan udang yang melambangkan kekayaan dan kesejahteraan.

Batik ulamsari mas menggambarkan mata pencaharian masyarakat Bali sebagai nelayan, dan kekayaan laut Bali.

Batik ini menjadi simbol identitas masyarakat Bali yang seringkali digunakan dalam upacara adat.

Batik Kawung, Yogyakarta-Solo

Batik kawung berasal dari Yogyakarta dan Solo, yang merupakan pusat budaya Jawa dengan tradisi batik yang kental.

Motif ini menyerupai buah kolang-kaling yang dalam bahasa lokal disebut kawung.

Berbentuk lonjong dan disusun geometris melambangkan keperkasaan, kesucian, dan kesinambungan kehidupan.

Awalnya, motif ini hanya digunakan oleh kalangan bangsawan dan keluarga keraton, seperti dalam upacara resmi.

Batik Semen, Pekalongan

Salah satu batik khas Pekalongan adalah Batik Semen. Batik dengan motif yang melukiskan elemen-elemen alam seperti gunung, tanaman, burung.

Batik Semen memiliki ciri khas detail yang rumit dan seringkali kaya warna.

Motif ini memiliki makna filosofis tentang kehidupan yang berkembang, bertumbuh, dan bersemi menuju kesejahteraan.

Meskipun mirip dengan motif Semen dari Solo dan Jogja, Batik Semen Pekalongan memiliki ciri khas dalam penggunaan warna dasar kuning, serta perpaduan warna yang lebih cerah dan berani.

Batik Gorga Boraspati, Batak Toba-Sumatera Utara

Gorga Boraspati merupakan motif yang menjadi ciri khas suku Batak.

Suku Batak menggunakan motif ini di berbagai elemen kehidupan mereka sebagai simbol. Sebagai ornamen di rumah maupun motif pada pakaian, batik.

Motif ini berbentuk kadal bercabang, melambangkan kesuburan, kekayaan, kebijaksanaan, dan kekuatan pelindung dari marabahaya.

Gorga Boraspati juga bermakna filosofi sebagai pengingat akan akar kehidupan dan kampung halaman mereka.

Bentuk yang menyerupai kadal atau bengkarung, melambangkan Dewa Alam dan sering dihubungkan dengan Boraspati ni Tano yang bertanggung jawab atas kesuburan tanah. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bacaini.idbatikberita batikmakna mendalam motif batikmakna motif batik
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Paket MBG di Trenggalek dengan buah jeruk diduga busuk dan berulat

Buruknya Menu MBG Bikin Geram, Warga Trenggalek Terima Buah Busuk dari Dapur Yayasan

Donasi buku untuk anak-anak dalam gerakan literasi global

Tidak Suka Hari Valentine? 14 Februari Juga Diperingati Hari Pemberian Buku Internasional

Jalan Dhoho Kediri tertutup abu vulkanik Kelud

Nostalgia Erupsi Kelud 2014: Malam Mencekam, Kediri Lumpuh, Yogyakarta Gelap

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In