• Login
Bacaini.id
Thursday, April 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kemarau Basah, Musim yang Membingungkan: Panas Tapi Hujan Deras

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
22 August 2025 11:40
Durasi baca: 2 menit
fenomena kemarau basah yang membingungkan

Fenomena kemarau basah pada tahun 2025 (foto AI/Bacaini)

Bacaini.ID, KEDIRI – Kemarau basah jadi istilah yang banyak disebut beberapa waktu terakhir ini. Panas tapi tiba-tiba hujan deras.

Kehadiran kemarau basah jadi fenomena tersendiri karena kemunculannya dampak dari perubahan iklim global.

Pada sisi lain di Indonesia hanya mengenal 2 musim: penghujan dan kemarau. Kemarau basah muncul di antaranya.

Musim kemarau di Indonesia biasanya muncul antara Mei hingga Oktober. Surutnya curah hujan lantaran dominasi angin timur yang kering jadi penanda.

Namun pada tahun 2025 ini BMKG mencatat adanya anomali: kemarau tetap diwarnai hujan. Fenomena ini dikenal sebagai kemarau basah.

Penyebab Kemarau Basah

Menurut data BMKG, ada beberapa faktor yang membuat kemarau tahun ini berbeda dengan sebelumnya.

• Fenomena La Niña Lemah

Suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah relatif lebih dingin, sementara perairan Indonesia lebih hangat.

Kondisi ini meningkatkan penguapan dan suplai uap air, sehingga hujan tetap turun.

• Indian Ocean Dipole (IOD) Negatif

Suhu muka laut di bagian barat Samudera Hindia lebih dingin dibanding bagian timurnya, dekat Indonesia.

Akibatnya, uap air lebih banyak berkumpul di sekitar Indonesia, menambah potensi hujan.

• Monsoon Asia & Angin Timuran

Angin timur yang biasanya kering justru membawa cukup banyak kelembapan tahun ini.

Hasilnya hujan lokal di Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Dampak Kemarau Basah

Kemarau basah yang terjadi, pada satu sisi bisa menguntungkan namun juga membuat kebingungan terutama para petani yang menanam berdasarkan musim.

Kemarau basah juga membuat tingkat kelembaban tinggi, kondisi cuaca tak menentu.

Hal ini dapat berpengaruh pada kesehatan. Selain risiko gangguan kesehatan karena nyamuk akibat tingginya tingkat kelembaban, ancaman flu dan batuk juga semakin meningkat.

Data Terkini BMKG

Curah hujan Jawa Timur Juli 2025: 150–200 mm/bulan. Normalnya kemarau hanya 30–70 mm.

Potensi hujan Agustus 2025: masih di atas normal, terutama sore–malam hari.

Wilayah terdampak signifikan: Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Fenomena kemarau basah 2025 menunjukkan bahwa iklim Indonesia semakin sulit diprediksi akibat perubahan iklim global. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bacaini.idberita BMKGfenomena kemarau basahkemarau basahmusim kemaraumusim penghujanmusim-kemarau
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

ETLE Handheld Tulungagung tilang elektronik menggunakan smartphone polisi

ETLE Handheld Berlaku di Tulungagung, Polisi Tilang Pelanggar Pakai Smartphone

Ilustrasi bayi tidur. Foto: unsplash

Begini Cara Menidurkan Anak Tanpa Diikat Seperti Daycare Yogyakarta

  • Aktivis PMII Blitar Raya dampingi warga terdampak limbah

    Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Letda Mohammad Bintang Revolusi, Perwira Muda Asal Blitar Pimpin Yel-Yel Pembaretan Kopassus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jembatan Cangar Kembali Jadi Lokasi Bunuh Diri, Efek Werther di Media Sosial Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In