• Login
Bacaini.id
Sunday, May 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ideologi Bikin Bung Karno dan Kartosoewirjo Pecah Kongsi

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
26 July 2025 07:00
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi pidato Soekarno di Kongres Muhammadiyah 1965 terkait ambisi nuklir Indonesia

Pidato Soekarno di Kongres Muhammadiyah 1965 memicu kekhawatiran dunia soal ambisi nuklir Indonesia (foto/ist)

Bacaini.ID, BLITAR – Presiden Soekarno atau Bung Karno mengenang Kartosoewirjo sebagai sosok yang pernah jadi kawan baik.

Bersama Muso dan Semaun, sama-sama pernah menjadi murid HOS Tjokroaminoto di Peneleh Surabaya.

Di Bandung pada tahun 1920-an keduanya kembali tinggal bersama.  

“Bahkan mimpi bersama-sama,” kata Bung Karno dikutip dari buku Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa Dari Revolusi 45 Sampai Kudeta 66.

“Akan tetapi ketika aku bergerak dengan landasan kebangsaan, ia berjuang semata-mata menurut azas agama Islam,” lanjut Bung Karno.

Perang Ideologi

Perbedaan ideologi membuat Soekarno dan Sekarmadji Marijan Kartosoewirjo dalam posisi diametral. Keduanya berhadap-hadapan.

Kartosoewirjo merupakan Imam besar DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia). Juga ditahbiskan loyalisnya Presiden Negara Islam Indonesia (NII).

Pada tahun 1950 berfatwa kepada para pengikutnya untuk menghabisi Soekarno. Soekarno dianggap penghalang terbentuknya Negara Islam.

Upaya pembunuhan pertama terjadi pada 30 November 1957. Saat menghadiri acara malam dana di Perguruan Cikini, Soekarno dihujani granat.

Tiga granat meledak. Juga granat keempat dan kelima. Bung Karno selamat. Namun ledakan membunuh beberapa nyawa.

Juga melukai 48 anak-anak yang dilarikan ke rumah sakit. Sebanyak 14 orang pengikut Kartosoewirjo berhasil diringkus.

Upaya menghabisi Bung Karno kembali terjadi pada 9 Maret 1960. Sebuah pesawat MIG 15 berniat melepaskan roket ke arah Istana Negara.

Operasi penyerangan itu gagal lantaran pesawat kehabisan bahan bakar. Letnan Penerbang Maukar, pilot pesawat, dibekuk.

Upaya membunuh Bung Karno kembali terjadi pada tahun 1962.

Tembakan menyalak saat Bung Karno menunaikan salat Idul Adha di lapangan antara Istana Merdeka dan Istana Negara.

Lagi-lagi Bung Karno selamat. Pelaku yang merupakan pengikut Kartosoewirjo berhasil ditangkap.

Bung Karno mengampuni semua para pelaku upaya pembunuhan yang telah dijatuhi vonis mati oleh pengadilan.

Kecuali terhadap Kartosoewirjo. Bung Karno teringat para korban yang di antaranya anak-anak dan perempuan hamil.

Mereka jadi korban lantaran nafsu seorang fanatik yang menginginkan nyawanya.

Pada 5 September 1962 Kartosoewirjo dieksekusi mati di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, Jakarta.

“Dan karena itu pula aku membubuhkan tanda tangan menghukum Kartosoewirjo,” kata Bung Karno yang tercatat dalam otobiografinya.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bacaini.idbung karnoideologi soekarnokartosoewirjoPresiden SoekarnoSEJARAH
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Politik Amnesti Soekarno Untuk Pengikut Darul Islam - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi Gojek. Foto: istimewa

Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Gojek-Grab, Ini Perhitungannya

Musik menjadi cara paling populer untuk meredakan stres menurut studi terbaru di Amerika Serikat (foto/ist)

Musik Linkin Park hingga Taylor Swift Jadi Pereda Stres, Ini Hasil Studinya

Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In