• Login
  • Register
Bacaini.id
Saturday, January 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kuota Haji di Indonesia Terus Bertambah Sejak Era Kolonial

ditulis oleh Editor
30 April 2025 12:39
Durasi baca: 2 menit
Kuota Haji di Indonesia Terus Bertambah Sejak Era Kolonial

Pemberangkatan haji lewat kapal laut zaman dulu. Foto: wikipedia

Bacaini.ID, KEDIRI – Jumlah muslim asal Indonesia yang menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah dari tahun ke tahun terus bertambah.

Jejak peningkatan angka muslim Indonesia yang menyempurnakan rukun Islam itu terlacak sejak masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Pada tahun 1858 jumlah penduduk Jawa yang berhaji tercatat lebih dari 2.200 jiwa. Padahal 8 tahun sebelumnya, yakni tahun 1850, jumlah haji dari Jawa hanya 50 orang.

“Jumlah itu terus naik-turun dalam tahun-tahun berikutnya, tetapi tak pernah lagi kurang dari 1.000 orang,” demikian dikutip dari buku Sejarah Indonesia Modern 1200-2008 (2008).

Tingginya animo penduduk Jawa dalam menunaikan ibadah haji mempengaruhi penduduk dari daerah lain.

Sepanjang tahun 1870-an, jumlah penduduk luar Jawa yang pergi haji mencapai 2.600 orang, 4.400 orang pada tahun 1880-an dan pada akhir abad ke-19 lebih 7.000 jamaah.

Lonjakan angka jamaah haji asal Indonesia kembali terlihat mulai tahun 1898: lebih dari 5.300 orang.

Jumlah itu terus naik pada tahun 1911, yakni sebanyak 7.600 orang.

Pada saat itu Kusno masih berumur 10 tahun, sakit-sakitan, dan setahun kemudian di ndalem Pojok Kabupaten Kediri namanya berganti Soekarno yang kelak jadi Presiden pertama RI.

Pada tahun 1914 jumlah haji asal Indonesia bertambah menjadi 10.000 orang.

Saat itu beberapa orang Indonesia diketahui menjadi sosok penting di Mekah, salah satunya Syekh Muhammad Nawawi (1813-1897) dari Banten.

Ibadah haji memiliki andil besar pesatnya peningkatan jumlah pemimpin agama dan pondok pesantren di Jawa.

Pada tahun 1862 tercatat jumlah santri Jawa mencapai 94.000 orang dan terus menjadi 162.000 lebih pada dekade berikutnya.

Catatan pemerintah kolonial melaporkan pada tahun 1893 hampir 11.000 pesantren berdiri di daerah berbahasa Jawa dengan santri lebih dari 272.000 orang.

Setiap pondok pesantren yang bermunculan diketahui dipimpin oleh tokoh-tokoh agama yang memiliki warna spiritual yang berbeda.

Tidak sedikit pesantren yang mendistribusikan ajaran Islam bercampur mistik, laku ajaran metafisik dan bela diri, khususnya yang berada di luar kawasan pantai utara Jawa.

Sementara pesantren di kawasan pantai utara Jawa lebih reformis puritan.

Penekanan ajaran yang diberikan kepada santri lebih fokus pada pemahaman bahasa Arab dan taat pada hukum Islam (syariat).

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: hajihaji masa kolonialkuota hajipondok pesantren
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

satwa yang lolos dari kepunahan

Syukurlah, Penyu Hijau Dinyatakan Lolos dari Kepunahan Dunia

Ketika Publik Meninggalkan Media Arus Utama: Mengapa Media Sosial Kini Lebih Dipercaya?

Tudingan SBY Dalang Ijazah Jokowi dan Tantangan Komunikasi di Era Digital

Perilaku Politik Gen Z Tahun 2026, Partai Wajib Tahu

Perilaku Politik Gen Z Tahun 2026, Partai Wajib Tahu

  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekuel Film 5 Cm Tak Lagi Berpetualang di Gunung?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batik Tulungagung Pernah Jaya, Sekarang Tinggal Cerita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist