• Login
  • Register
Bacaini.id
Wednesday, January 7, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kemunculan Buaya di Sungai Brantas Terkait Pembantaian PKI?

ditulis oleh redaksi
1 October 2020 17:52
Durasi baca: 2 menit
Kemunculan Buaya di Sungai Brantas Terkait Pembantaian PKI?

Budayawan Imam Mubarok Muslim. Foto: Bacaini/MU

KEDIRI – Fenomena kemunculan diduga buaya putih di Sungai Brantas menyita perhatian masyarakat. Ada yang mengkaitkan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di mana sungai Brantas menjadi tempat pembuangan mayat manusia.

Budayawan Kota Kediri Imam Mubarok mengatakan jika benar ada yang menemui buaya putih disekitar Sungai Brantas biasanya memang membawa pesan dan harus ditafsiri.

“Mereka membawa pesan sebenarnya, bahwa ada sisi kehati-hatian. Buaya ini termasuk hewan yang setia, dan biasanya buaya di Brantas bisa berumur 100 hingga 200 tahunan. Mereka memberikan pesan biasanya ada suatu hal yang harus dipertimbangkan, karena apapun di sungai Brantas ini memiliki fakta sejarah yang luar biasa,” katanya kepada Bacaini.id, Kamis 1 Oktober 2020.

baca ini Heboh Penampakan Buaya di Sungai Brantas BPBD Lakukan Penyisiran

Laki-laki yang akrab disapa Gus Barok itu juga menilai kemunculan buaya putih pada tanggal 30 September malam hari itu sebagai pengingat sejarah tragedi Gerakan 30 September tahun 65, serta Hari Kesaktian Pancasila.

Menurut Gus Barok, buaya putih ini merupakan makhluk yang dipercaya ghaib oleh masyarakat Kediri. Ketika dia muncul pada malam 30 September, Kamis Kliwon, mengingatkan terjadinya peristiwa yang menjadi fakta sejarah di tempat itu. Di mana tahun itu Sungai Brantas penuh dengan mayat korban G30S PKI.

Selain itu ia juga menyebut kemunginan kemunculan buaya putih merupakan peringatan di tahun politik agar calon-calon pemimpin menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana.

baca ini Ada 5 Ekor Buaya Yang Berkeliaran di Sungai Brantas

“Kalau tahun politik sama, sisi keselamatan menjadi hal yang sangat penting. Banyak pejabat yang tidak berani melewati jembatan, pesan yang disampaikan pemimpin harus adil, jangan sampai kutukan Kartikiyasinga, Raja Kalingga selatan terjadi,” katanya.

Sejarah Buaya Muara di Sungai Brantas

Fenomena kemunculan Buaya putih di Sungai Brantas menurut Gus Barok telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Fenomena tersebut juga diabadikan di salah satu buku Belanda yang menceritakan pembangunan jembatan lama Bandar atau Brug Over den Brantas te.

“Fenomena kemunculan buaya putih di Sungai Brantas ini sudah sejak lama. Orang-orang zaman dulu itu sudah biasa menemui. Catatan Belanda juga banyak, termasuk saat pertama kali pembangunan Jembatan Brug Over den Brantas te Kediri tahun 1855,” katanya.

Menurut Gus Barok, ada tiga titik kemunculan buaya putih yang dimaksu. Antara lain di Desa Seketi, Kecamatan Kras, pusaran sungai dekat Klenteng Tjoe Hwie Kiong, serta di pusaran jembatan lama. (MU)

 

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: buayaPKIsungai brantas
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

memasak lodho ayam

Cara Memasak Ayam Lodho yang Bikin Nagih

Gelontorkan Rp 58,5 Miliar, Proyek Stadion Kediri Bisa Jadi Boomerang

Gelontorkan Rp 58,5 Miliar, Proyek Stadion Kediri Bisa Jadi Boomerang

Bukan Panji Pragiwaksono, Pelopor Stand Up Comedy Indonesia Adalah Iwel Sastra

Bukan Panji Pragiwaksono, Pelopor Stand Up Comedy Indonesia Adalah Iwel Sastra

  • patung macan kediri

    Patung Macan Kediri Viral, Untung Tidak Tahun 2024, Bisa Ditunggangi Mas Dhito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Model Gamis Rompi Lepas Jadi Tren Baju Lebaran 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist


Warning: array_sum() expects parameter 1 to be array, null given in /www/wwwroot/Bacaini/wp-content/plugins/jnews-social-share/class.jnews-social-background-process.php on line 112