• Login
Bacaini.id
Monday, May 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Penantang Anak Pramono Anung di Pilkada Kediri Kandas

ditulis oleh
14 September 2020 01:43
Durasi baca: 2 menit
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

KEDIRI – Pemilihan kepala daerah Kabupaten Kediri dipastikan hanya diikuti satu pasangan calon. Hingga batas akhir pendaftaran perpanjangan tanggal 13 September 2020 pukul 24.00 WIB, bakal calon yang disebut-sebut menantang anak Pramono Anung tak kunjung datang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kediri Ninik Sunarmi mengatakan komisioner sudah melakukan pleno perpanjangan masa pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Kediri. Dalam perpanjangan yang dimulai pada tanggal 11 – 13 September 2020 tersebut, KPU tidak menerima pendaftar sama sekali.

“Pada hari ini, Senin 14 September 2020, telah dilaksanakan rapat pleno dalam rangka mengakhiri jadwal perpanjangan pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Kediri,” kata Ninik Sunarmi beberapa saat setelah mengakhiri pendaftaran.

Dengan tidak adanya pendaftar baru di masa perpanjangan ini, maka pemilihan calon bupati dan wakil bupati Kediri hanya diikuti satu pasangan calon, yakni Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Maria Ulfa.

Pasangan ini mendapat dukungan penuh seluruh partai politik di DPRD Kabupaten Kediri. Terdiri dari PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Golkar, Partai Amanat Nasional, Demokrat, Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera, Gerindra, dan Partai Persatuan Pembangunan. Ditambah tiga partai pendukung non parlemen yakni Hanura, Partai Garuda, dan PSI.

Meski ruang pendaftaran di kantor KPU Kabupaten Kediri sepi pengunjung, suasana ramai justru terjadi di halaman kantor. Di sana berkumpul massa pendukung pasangan Ridwan dan Mudawamah yang berencana mendaftarkan diri sebagai penantang Dhito. Baik Ridwan maupun Mudawamah tampak hadir di halaman KPU.

Hanya saja hingga batas akhir pendaftaran pukul 24.00 WIB, pasangan itu tak kunjung mendaftarkan diri. Informasi yang berkembang menyebut keduanya tak mendapat rekom dari partai politik untuk mendaftar sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Kediri. “Tidak ada pengurus partai yang datang untuk memberikan rekom,” kata salah satu simpatisan mereka.

Mudawamah yang menjabat Ketua Muslimat NU Kabupaten Kediri langsung meninggalkan tempat begitu komisioner KPU mengumumkan penutupan jadwal pendaftaran. Demikian pula Ridwan yang buru-buru masuk ke dalam mobil tanpa memberikan keterangan apapun kepada media.

Terpisah komisioner KPU Kabupaten Kediri Anwar Anshori mengatakan tahap selanjutnya usai perpanjangan pendaftaran adalah pemeriksaan kesehatan bakal calon dan verifikasi persyaratan lainnya. Selanjutnya KPU akan melakukan penetapan pasangan calon pada tanggal 23 September 2020 jika dianggap telah memenuhi syarat.

KPU Kabupaten Kediri juga telah menetapkan jumlah pemilih sementara dalam pilkada nanti sebanyak 1.234.918 pemilih. Daftar ini akan disosialisasikan kepada seluruh masyarakat untuk mendapat koreksi dan masukan, sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap. (HTW/BS)

 

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: hanindhito himawan pramanaKPU Kabupaten Kedirimas dhitopilkada kabupayen kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi sekolah dasar di Trenggalek tanpa kepala sekolah definitif

63 Sekolah di Trenggalek Tanpa Kepala Sekolah Definitif, Pemkab Siapkan Seleksi

Agus (kiri) dan Bambang Soesatyo. Foto: Instagram @agus_hadsoe

Staf Bamsoet Flexing Naik Jet Pribadi, Warganet: Bingung Sumber Hartanya

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia dengan simbol kebebasan berekspresi dan aktivitas jurnalis

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Tema Perdamaian hingga Tantangan Kebebasan Media di Indonesia

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In