• Login
Bacaini.id
Tuesday, August 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Beri Pendampingan Regulasi Fasyanfar, Upaya Pemkot Kediri Jaga Mutu Layanan Kefarmasian

ditulis oleh
22 August 2024 19:18
Durasi baca: 2 menit
Beri Pendampingan Regulasi Fasyanfar, Upaya Pemkot Kediri Jaga Mutu Layanan Kefarmasian. Foto : Dok. Pemkot Kediri

Beri Pendampingan Regulasi Fasyanfar, Upaya Pemkot Kediri Jaga Mutu Layanan Kefarmasian. Foto : Dok. Pemkot Kediri

Bacaini.ID, KEDIRI – Guna memastikan keamanan dan menjaga mutu pelayanan kefarmasian, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan mengadakan kegiatan pendampingan regulasi penanggungjawab fasilitasi pelayanan kefarmasian, Kamis (22/8). Acara ini berlangsung di salah satu hotel dan dihadiri lebih dari 150 peserta yang merupakan penanggungjawab apotek instalasi farmasi di klinik pratama dan utama serta puskesmas di Kota Kediri.

Kepala Dinas Kesehatan dr Fajri Mubasysyir menegaskan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian pada fasilitas pelayanan farmasi baik di apotek, klinik, puskesmas ataupun rumah sakit. “Melalui kegiatan ini kita ingin mengikuti kegiatan dengan meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan obat dan meningkatkan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat,” terangnya secara terpisah.

Selanjutnya dijelaskan pula mengenai standar pelayanan yang harus dipenuhi fasilitas Kesehatan yang melayani kefarmasian meliputi pengadaan obat yang harus sesuai rencana, penataan obat, serta distribusi pada pasien. “Keselamatan pasien adalah prioritas utama, jadi ketika mendistribusikan obat kepada pasien, petugas apoteker harus memberikan edukasi tentang dosis dan aturan konsumsi karena ada obat yang ditebus dengan resep atau tanpa resep,” tuturnya. Kepada pelayanan kefarmasian diingatkan pula untuk selalu  CEK KLIK, Cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluarsa.

“Kita juga rutin mengadakan pengawasan secara berkala bersama DPMPTSP terkait perizinan, sumber daya manusia, sarana prasarana, masa kadaluwarsa obat, keberadaan petugas apoteker dan jumlahnya,” lanjut dr Fajri. Pengawasan dilakukan tiap tahun secara bergiliran sesuai jadwal dan sasaran yang sudah ditentukan yakni fasilitas kesehatan yang ada layanan farmasi seperti apotek, klinik, rumah sakit dan puskesmas.

“Pengawasan ini untuk melihat terkait perizinan dan kefarmasian sehingga bisa dilihat apakah pengelolaan farmasi mulai dari pengadaan obat sampai distribusi ke pasien sudah sesuai syarat yang ditentukan,” imbuhnya.

Dengan adanya kegiatan ini dr Fajri berharap semua fasilitas kesehatan dapat mengelola kefarmasian sesuai standar yang sudah ditentukan sehingga tidak terjadi hal yang mengganggu keselamatan pasien. “Silahkan mengikuti dan manfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya. Semoga dengan mengikuti kegiatan ini bisa meningkatkan pengetahuan dan kompetensi kita semua sehingga bisa menciptakan sistem pelayanan kefarmasian yang berfokus pada mutu sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tutupnya.

Kegiatan diisi dengan metode diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh narasumber dari DPMPTSP, Dinas Kesehatan serta Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Provinsi Jawa Timur. Adapun materi yang disampaikan yakni tentang perizinan fasilitas Kesehatan dan kualitas pelayanan kefarmasian pada fasilitas Kesehatan.

Sementara itu ditemui saat mengikuti kegiatan, Rima Melina sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan. Menurutnya dengan mengikuti bimtek dapat lebih meng-upgrade pengetahuan peserta untuk lebih memahami informasi terbaru terkait regulasi. Rima menambahkan, selama ini faskes tempatnya sudah lolos pengawasan dan memenuhi regulasi, akreditasi serta sudah dilakukan pelaporan rutin.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa diadakan rutin karena sangat diperlukan terutama untuk petugas layanan kefarmasian yang baru agar lebih paham terkait pengawasan obatnya sehingga bisa memberikan layanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat,” tandasnya. (ADV)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Mantan anggota parlemen Thailand Chalong Riewrang dalam kasus penembakan pensiunan polisi di Nonthaburi

Mantan Anggota Parlemen Thailand Tembak Mati Pensiunan Polisi karena Utang

Gus Ipul meninjau persiapan Muktamar ke-35 NU di Jombang

DPS Muktamar ke-35 NU Capai 95 Persen, Lebih dari 525 Peserta Terdata

Lomba 17 Agustus di Indonesia

Mengapa Orang Indonesia Suka Lomba 17 Agustus? Ini Penjelasan Psikologinya

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In