• Login
Bacaini.id
Tuesday, May 5, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Medsos Marak Pornografi AI, Meta Diminta Perketat Aturan

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
26 July 2024 12:40
Durasi baca: 3 menit
Ilustrasi medsos produksi Meta (foto: freepik)

Ilustrasi medsos produksi Meta (foto: freepik)

Bacaini.ID, KEDIRI – Dewan Pengawas Meta meminta perusahaan untuk lebih memperketat peraturan tentang pornografi yang dihasilkan oleh AI yang akhir-akhir ini mulai marak.

Dewan Pengawas Meta diketahui merupakan bagian dari perusahaan raksasa Meta yang memiliki tugas pengawasan independen pada semua produk perusahaan.

Dilansir oleh Reuters pada Kamis (26/7/2024), Dewan Pengawas Meta menilai peraturan perusahaan “tidak cukup jelas” dalam melarang penggambaran seseorang yang dibuat secara seksual eksplisit oleh AI.

Dewan Pengawas Meta juga menyerukan adanya perubahan aturan agar postingan seperti yang beredar di platform media sosial mereka, untuk dihentikan.

Keputusan dikeluarkan setelah meninjau dua kasus pornografi palsu dari dua orang perempuan public figure terkenal yang dibuat dengan AI dan diposting di Facebook dan Instagram Meta.

Meta merespon seruan dengan meninjau rekomendasi dewan pengawas mereka dan memberikan pembaruan mengenai setiap perubahan yang diadopsi.

Dalam laporannya, dewan pengawas mengidentifikasi kedua perempuan korban pornografi AI merupakan tokoh masyarakat perempuan India dan Amerika Serikat, yang telah jadi korban pelanggaran masalah privasi.

Mereka menemukan kedua gambar dari dua korban terbukti melanggar aturan Meta yang melarang “pengeditan photoshop yang menghina secara seksual”. Perbuatan itu diklasifikasikan sebagai bentuk intimidasi dan pelecehan.

Kasus yang terjadi menurut Dewan Pengawas Meta jelas bentuk pelanggaran aturan dan Meta wajib menghentikan penyebaran gambar-gambar korban di platform media sosialnya.

Tetapi pada kenyataannya, dua kasus ini menghasilkan dua keputusan yang berbeda. Keputusan cukup menganggu Dewan Pengawas dan menganggap Meta tidak memberikan aturan yang jelas.

Dalam kasus yang melibatkan public figure perempuan India -salah satu korban-, Meta gagal meninjau laporan pengguna dalam waktu 48 jam. Akibatnya laporan ditutup secara otomatis tanpa ada tindakan yang diambil.

Pengguna yang juga korban mengajukan banding, tetapi perusahaan kembali menolak untuk bertindak, dan akhirnya bersedia merespon setelah dewan pengawas turun tangan.

Sementara dalam kasus selebriti Amerika, sistem Meta secara otomatis menghapus gambar tersebut.

Dewan Pengawas merekomendasikan Meta untuk memperbarui aturannya sehingga bisa memperjelas cakupannya.

Penggunaan kata “photoshop” dinilai terlalu sempit dan larangan tersebut harus mencakup berbagai teknik pengeditan, termasuk AI generatif.

Dewan juga mengecam Meta karena menolak menambahkan gambar perempuan India ke database mereka yang memungkinkan penghapusan otomatis seperti yang terjadi dalam kasus perempuan Amerika.

Dalam laporan, Meta mengatakan kepada dewan pengawas bahwa mereka bergantung pada liputan media guna menentukan kapan menambahkan gambar ke database, yang oleh dewan pengawas dinilai sebagai praktik yang “mengkhawatirkan.”

Dewan Pengawas Meta membeberkan banyak korban gambar porno palsu yang dialami oleh masyarakat biasa dan bukan public figure.

Mereka terpaksa menerima penyebaran gambar non-konsensual mereka atau mencari dan melaporkan setiap kejadian tanpa bantuan Meta, karena gambar mereka tidak secara otomatis terhapus.

Dalam kasus yang akhir-akhir ini mulai marak itu, Meta dianggap lepas tanggungjawab. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: aiartificial intelligencedewan pengawas metaMetapornografi
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi kekerasan kepada anak. Foto: istimewa

Tips Memilih Daycare yang Aman untuk Anak

Ilustrasi suasana Kediri di malam hari.

Kediri, Kopi dan Malam yang Tak Lagi Sepi

Dua warga Kediri pasangan suami istri siri pelaku pembuat konten porno.

Pasutri Menjual Konten Porno: Ironi Digitalisasi dan Tekanan Ekonomi di Kediri

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In