• Login
Bacaini.id
Saturday, February 14, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Larung Sembonyo, Upacara Labuh Laut Kebanggaan Nelayan Prigi Trenggalek

ditulis oleh Editor
21 May 2024 23:43
Durasi baca: 2 menit
Larung Sembonyo, Upacara Labuh Laut Kebanggaan Nelayan Prigi Trenggalek. (foto/Bacaini)

Larung Sembonyo, Upacara Labuh Laut Kebanggaan Nelayan Prigi Trenggalek. (foto/Bacaini)

Bacaini.id, TRENGGALEK – Larung Sembonyo merupakan tradisi masyarakat nelayan Pantai Prigi Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Jawa Timur yang hingga kini masih lestari.

Upacara adat dengan ritual melarung sesaji berupa patung sepasang penganten serta tumpeng agung ke pantai selatan itu diketahui telah masuk ke dalam kalender wisata.

Menurut Suparlan, salah satu tokoh masyarakat di Watulimo, Larung Sembonyo merupakan ungkapan rasa syukur nelayan atas hasil tangkapan ikan pantai selatan yang melimpah.

Mengacu folklore (cerita rakyat) yang berkembang di masyarakat pesisir Watulimo, upacara adat larung sembonyo terkait erat dengan kisah perkawinan Raden Tumenggung Yudho Negoro dengan Putri Gambar Inten.

“Kisah itu muncul bersamaan dengan upaya membuka wilayah Prigi,” tuturnya. Pernikahan itu berlangsung pada hari Senin Kliwon penanggalan Jawa.

Berangkat dari peristiwa pernikahan itu, konon Raden Tumenggung kemudian meminta setiap tahun diperingati dengan upacara labuh laut Larung Sembonyo, yakni melarung sesaji ke pantai selatan.

Sebagai bagian dari hiburan, upacara larung sembonyo selalu diiringi dengan kesenian tayub dan jaranan. Menurut Suparlan, Larung Sembonyo lebih pada ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan.

Terutama terkait hasil tangkapan ikan yang melimpah. “Termasuk doa tidak terjadi musibah sehingga dapat meningkatkan perekonomian nelayan dan masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Trenggalek,” pungkasnya. 

Sementara itu upacara larung sembonyo dihadiri Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin atau Mas Ipin yang menyampaikan rasa syukurnya telah diberi kesehatan dan kesadaran sehingga bisa melestarikan budaya leluhur.

“Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan kelancaran sampai sekarang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Mas Ipin mengajak warga masyarakat mendoakan nelayan yang menjadi korban laka laut dan belum ditemukan. Seperti diketahui pada tahun 2023 terjadi laka laut yang melibatkan 8 nelayan.

Mas Ipin juga mengatakan banyak para ahli menyatakan cuaca semakin tidak menentu akibat krisis iklim. Imbasnya nelayan semakin sulit menangkap ikan, di mana kesulitan itu diharapkan menjadi refleksi.

“Laut ini adalah lahan rejeki, wadah makan kita jangan kotori dengan sampah. Masak kita mau makan dengan sampah. Jagalah alam ini dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian tidak melakukan pembalakan liar, menebang pohon sembarangan. Dengan begitu alam akan lebih terjaga,” ungkapnya.

Mas Ipin juga menyinggung infrastruktur di sekitar Prigi yang semakin baik. Adanya Jalur Lintas Selatan (JLS) yang tersambung dengan Tulungagung diharapkan bisa berdampak positif pada ekonomi masyarakat.

Juga diumumkan kepada masyarakat di kawasan Teluk Prigi bahwa pada 7-8 Juni 2024 Kabupaten Trenggalek menjadi tuan rumah ajang Putri Otonomi Indonesia. Acara yang berlangsung akan dihadiri banyak tamu dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri.

Mas Ipin berharap warga Trenggalek bisa memanfaatkan momentum dengan sebaik-baiknya. (*)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: nelayan pantai selatanTradisi Larung Sembonyoupacara adat
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Paket MBG di Trenggalek dengan buah jeruk diduga busuk dan berulat

Buruknya Menu MBG Bikin Geram, Warga Trenggalek Terima Buah Busuk dari Dapur Yayasan

Donasi buku untuk anak-anak dalam gerakan literasi global

Tidak Suka Hari Valentine? 14 Februari Juga Diperingati Hari Pemberian Buku Internasional

Jalan Dhoho Kediri tertutup abu vulkanik Kelud

Nostalgia Erupsi Kelud 2014: Malam Mencekam, Kediri Lumpuh, Yogyakarta Gelap

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In