• Login
Bacaini.id
Monday, June 22, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Musim Hujan Mundur, Puncak Kasus DBD di Kota Kediri Bergeser

ditulis oleh Editor
7 February 2024 20:39
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti penyebab penyakit DBD. Foto: Freepick

Ilustrasi nyamuk aedes aegypti penyebab penyakit DBD. Foto: Freepick

Bacaini.id, KEDIRI – Puncak kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kediri yang biasa terjadi di awal tahun diperkirakan belum akan terjadi bulan Februari ini. Mengingat tibanya musim hujan yang mundur akibat kemarau panjang akhir tahun lalu.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri, Hendik Suprianto mengatakan, tahun-tahun sebelumnya, puncak kasus DBD biasanya terjadi antara bulan Januari sampai Februari.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, Januari-Februari ini puncak kasus DBD karena curah hujan mulai tinggi. Tapi mungkin tahun ini ada perubahan cuaca, dimana musim penghujannya mundur,” kata Hendik, Rabu, 7 Februari 2024.

Hendik menyebutkan, selama Januari 2024 tercatat sebanyak 8 kasus DBD, 7 kasus di Kecamatan Mojoroto dan 1 kasus di Kecamatan Kota. Kasus ini didominasi anak-anak di bawah usia 10 tahun.

Menurutnya, jumlah tersebut lebih sedikit dari periode yang sama tahun lalu, sebanyak 18 kasus atau terjadi penurunan 10 kasus. Namun bedanya, tahun-tahun sebelumnya, sekitar bulan November sudah mulai penghujan, sedangkan tahun ini baru sekitar bulan Januari kemarin.

“Jadi kemungkinan masih ada peningkatan lagi karena curah hujan masih tinggi, semakin tinggi karena bergeser. Tapi kami berharap kasusnya tetap tidak tinggi ya,” tandasnya.

Dinas Kesehatan Kota Kediri mengimbau kepada masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan rumah dan lingkungan selama musim penghujan. Tetutama mencegah genangan air yang biasa menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti, penyebab penyakit DBD.

Untuk diketahui, selama tahun 2023, terdapat 85 kasus DBD di Kota Kediri. Catatan tertinggi sebanyak 18 kasus pada bulan Januari dan Februari serta 19 kasus di bulan Maret.

Penulis: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Dinas kesehatan kota kedirimusim hujanpenyakit DBD
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Forum silaturahmi Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Mojo. Foto: istimewa

Sejarah dan Peran Strategis AHWA Dalam Muktamar NU

Buruh PT Pakerin Mojokerto saat menghadapi ancaman PHK akibat berhentinya operasional pabrik

Duduk Persoalan Ancaman PHK 2.500 Buruh PT Pakerin Mojokerto

Secangkir cappuccino, latte, flat white, dan macchiato sebagai pilihan milk based coffee populer

4 Jenis Kopi Susu Populer: Cappuccino, Latte, Flat White, Macchiato

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In