Poin Penting:
- Sebanyak 888 warga di Desa Kalidawe dan Desa Rejosari, Tulungagung, mengalami krisis air bersih akibat kekeringan pada musim kemarau 2026
- BPBD Tulungagung telah mendistribusikan 15 ribu liter air bersih serta empat tandon untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak
- BPBD memperkirakan puncak musim kemarau masih berlangsung hingga akhir 2026 sehingga potensi kekeringan dapat meluas ke wilayah lain
Bacaini.ID, TULUNGAGUNG – Krisis air bersih akibat kekeringan mulai melanda Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Sebanyak 888 warga di Desa Kalidawe dan Desa Rejosari terdampak, sehingga BPBD Tulungagung menyalurkan 15 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sekretaris BPBD Tulungagung M Fairuza Alhida mengatakan Tulungagung sudah memasuki puncak musim kemarau dan diprediksi berlangsung sampai akhir tahun 2026. “Kami telah menerima permintaan droping air bersih akibat bencana kekeringan pada musim kemarau 2026,” kata Fairuza Alhida kepada wartawan Kamis (6/8/2026).
BPBD Tulungagung Droping 15 Ribu Liter Air Bersih
Dari 888 jiwa yang terdampak kekeringan di Tulungagung, 700 di antaranya warga Desa Kalidawe Kecamatan Pucanglaban. Sedangkan di Desa Rejosari sebanyak 188 jiwa.
BPBD Tulungagung sudah menyalurkan air bersih untuk dua desa yang terdampak kekeringan. Desa Kalidawe telah dikirim 10.000 liter air bersih dan Desa Rejosari sebanyak 5.000 liter. Juga didistribusikan tandon air berkapasitas 1.200 liter di masing-masing desa.
“Kami sudah menyalurkan 15 ribu liter air bersih dan empat tandon air untuk dua desa itu,” pungkasnya.
Penulis: Fikri
Editor: Solichan Arif




