• Login
Bacaini.id
Sunday, May 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Bertani Selada di Teras Rumah, Ibu Rumah Tangga di Sumenep Sukses Raup Omzet Belasan Juta Per Bulan

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
17 November 2023 12:05
Durasi baca: 2 menit
Bertani Selada di Teras Rumah, Ibu Rumah Tangga di Sumenep Sukses Raup Omzet Belasan Juta Per Bulan. (foto/ist)

Bertani Selada di Teras Rumah, Ibu Rumah Tangga di Sumenep Sukses Raup Omzet Belasan Juta Per Bulan. (foto/ist)

Bacaini.id, SUMENEP – Jangan remehkan selada. Dari usaha tani selada, seorang ibu rumah tangga di Desa Gingging, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep Jawa Timur, telah meraup omzet belasan juta per bulan.

Ibu rumah tangga itu bernama Anis. Ia mengaku awalnya hanya coba-coba, lantaran ingin memanfaatkan lahan kosong di depan rumah. Namun tidak disangka usaha tani seladanya itu ternyata berkembang pesat

Tidak hanya menarik perhatian pelanggan dari dalam dan luar kota. Juga bukan hanya memaksimalkan potensi pertanian. Usaha tani selada yang dirintis pada tahun 2019 itu juga menjadi opsi baru lapangan kerja, yakni terutama anak muda.

“Kita menggandeng anak muda dalam perintisan usaha tani selada. Dari omzet belasan juta yang kita raih setiap bulannya, gaji karyawan-karyawan di sini sama besarnya dengan UMK di Kabupaten Sumenep,” ujarnya, pada bacaini.id, Jumat (17/11/2023). 

Untuk usaha tani seladanya Anis menerapkan sistem pertanian modern. Mulai sistem pengaliran air memakai tenaga listrik dan genzet air. Kemudian untuk sistem pemasaran selada, ia memaksimalkan platform media sosial.

Sistem pertanian modern membuat aktifitas agraris yang dilakukan menjadi lebih efektif dan efisien.   

“Teknologi pertanian modern membantu kami untuk mendapatkan efektivitas perawatan selada tanpa harus menyiram sendiri dengan menggunakan peralatan gayung dan peralatan lainnya. Proses pemasarannya pun kami sebarkan lewat facebook dan instagram,” jelasnya. 

Menurut Anis, berkecimpung sebagai petani selada membuatnya mengerti dan memahami betapa besarnya potensi pertanian di ujung timur Pulau Garam Madura. Ketahanan pangan bisa dicapai cukup dengan memasifkan gerakan pemanfaatan pekarangan rumah. 

Sebab potensi pertanian di Sumenep realitasnya sangat kaya. Anis mengajak seluruh pelaku usaha tani di Sumenep tidak kehilangan kepercayaan diri. Banyak potensi pertanian yang harus digali, bukan hanya tanaman tembakau, jagung, dan padi. 

“Tujuan akhir dari bertani bukanlah menumbuhkan tanaman, tetapi menjaga kehidupan. Karena ketahanan pangan menjadi penentu masa depan. Belajar dari pengalaman, jadi saya mengajak seluruh petani tidak hanya berfokus pada pengembangan usaha tani tembakau, jagung serta padi,” terangnya. 

Dari usaha tani selada yang ditekuni Anis berhasil memenuhi permintaan pesanan belasan kilogram selada dalam sehari. Harga selada dibanderol Rp 35 ribu per kilogram.

Pemesan rata-rata dari kalangan pedagang burger dan sandwich di Madura dan kota-kota besar di Jawa Timur. Dari pagi hingga sore, sepuluh hingga belasan kilogram selada dikirim ke pelanggan.

“Sebagian besar pemesan berasal dari pedagang sandwich dan burger di Madura dan kota-kota lain di Jatim. Mereka sudah menjadi pelanggan tetap,” pungkasnya.

Penulis: Muh Iqbal

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: ibu rumah tanggaomzet seladapetani modernpetani selada
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia dengan simbol kebebasan berekspresi dan aktivitas jurnalis

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Tema Perdamaian hingga Tantangan Kebebasan Media di Indonesia

Hamparan bunga liar berwarna-warni di Namaqualand saat musim semi

Wisata Bunga Liar Mendunia: Alternatif Selain Sakura, Ini Destinasi Terbaiknya

Ilustrasi Gojek. Foto: istimewa

Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Gojek-Grab, Ini Perhitungannya

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In