• Login
Bacaini.id
Sunday, May 31, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pandangan Dosen dan Budayawan Kediri Soal Tuyul

ditulis oleh
9 May 2023 20:15
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi belajar daring. Foto:unsplash

Ilustrasi belajar daring. Foto:unsplash

Bacaini.id, KEDIRI – Dosen Ilmu Sejarah Universitas Nusantara PGRI Kediri, Sigit Widyatmoko merespon penelitian Clifford Geertz tentang tuyul di Modjokuto atau Pare, Kabupaten Kediri. Dia percaya penelitian itu benar adanya karena dilakukan secara langsung di lapangan.

Sebagai akademisi, Sigit mengatakan penelitian yang dilakukan Clifford Geertz bisa dipertanggungjawabkan. “Saya setuju dengan riset itu,” katanya kepada Bacaini.id, Selasa, 9 Mei 2023.

Sigit menyebut identifikasi tuyul yang disebut Clifford Geertz dalam penelitiannya terkait dengan kecemburuan sosial yang kadang diidentikkan dengan tahayul, salah satunya tuyul. Sigit sendiri mengaku belum pernah melihat tuyul. Namun masyarakat sangat mempercayainya.

Fenomena tuyul, menurut Sigit, merupakan kesenjangan ekonomi sosial masyarakat dalam mendiskreditkan kelompok masyarakat tertentu yang memiliki kehidupan ekonomi lebih baik.

“Kita tidak mengkaji kenapa orang itu ekonominya lebih baik. Paling enak kita ngomong ngingu tuyul, gitu aja,” ujarnya.

baca ini Heboh Penelitian Antropolog AS Tentang Tuyul di Kediri

Tudingan memelihara tuyul ini juga rentan ditujukan kepada orang-orang yang memiliki kekayaan lebih, namun tidak tampak bekerja seperti orang kebanyakan. Ketika diteliti, ternyata dia seorang YouTuber atau programmer yang memang cara kerjanya berada di rumah sambil duduk.

Kritikan terhadap tulisan Clifford Geertz disampaikan Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4) Imam Mubarok. Dia menyebut tulisan itu merupakan propaganda Clifford Geertz dalam meruntuhkan perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajah.

Kedatangan Clifford Geertz ke Pare menurutnya ada kaitannya dengan kekalahan Belanda pada serangan 22 Mei 1949. Di mana pada waktu itu benteng-benteng pertahanan maupun pabrik-pabrik milik Belanda di sana menjadi sasaran pengeboman Tentara Genie Pelajar.

“Ketika mendapat kekalahan dengan senjata, Belanda biasanya melakukan serangan balik dengan meluncurkan trik-trik propaganda,” ujar Mubarok.

Terlebih di wilayah Timur termasuk Pare, Pagu, dan Kepung merupakan tempat pertahanan para kyai dan ulama yang merupakan pasukan dari Pangeran Diponegoro. Sehingga patut diduga tulisan Clifford Geertz merupakan pesanan (propaganda).

“Maksudnya, arah dari tulisan itu sebagai trik propaganda, termasuk soal tuyul. Masyarakat percaya tuyul itu semacam jin yang mengambil uang dengan cara tertentu. Artinya, tulisan Clifford sebagai antropolog terkait tuyul di Modjokuto bisa dilihat dari banyak hal,” jelasnya.

Penulis: Wahyu
Editor: Hari Tri Wasono

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Clifford GeertzDK4 kedirimodjokutotuyul
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Heboh Penelitian Antropolog AS Tentang Tuyul di Kediri - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi seseorang mengalami sakit kepala karena tidak minum kopi akibat gejala putus kafein

Kenapa Kepala Pusing Saat Tak Minum Kopi? Studi Terbaru Temukan Penyebabnya

Elang Jawa di habitat hutan alami Pulau Jawa yang menjadi inspirasi lambang Garuda Pancasila

Hari Lahir Pancasila 2026: Elang Jawa, Inspirasi Garuda Pancasila yang Terancam Punah

Petis khas Jawa Timur dalam wadah tradisional yang menjadi bumbu legendaris sejak era Majapahit

Sejarah Petis Jawa Timur, Bumbu Warisan Majapahit Sejak Abad ke-10

  • Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

    KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In