• Login
Bacaini.id
Sunday, May 10, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Prasasti Anjuk Ladang dan Cikal Bakal Nganjuk

ditulis oleh Editor
10 April 2023 07:05
Durasi baca: 3 menit
Replika Prasasti Anjuk Ladang di Museum Anjuk Ladang Nganjuk. Foto: Bacaini/Asep Bahar

Replika Prasasti Anjuk Ladang di Museum Anjuk Ladang Nganjuk. Foto: Bacaini/Asep Bahar

Bacaini.id, NGANJUK – Cikal bakal nama Nganjuk tidak lepas dari Prasasti Anjuk Ladang yang ditemukan di area Candi Lor, Desa Candirejo, Kecamatan Loceret. Pada prasasti tersebut terdapat kata Anjuk Ladang, seorang tokoh yang dikenal dengan Samgat (Sang Pamegat) Pu Anjuk Ladang, kemudian kata Anjuk mengalami perubahan menjadi Nganjuk.

Dalam Prasasti Ajuk Ladang juga tertuang pemberian Sima Swantantra (Daerah Bebas Pajak) dari Raja Mataram Medang pertama periode Jawa Timur yakni Pu Sindok, kepada rakyat Anjuk Ladang yang telah membantu peperangan melawan pasukan dari Kerajaan Sriwijaya.

“Pu Sindok memerintahkan agar sebidang sawah di Anjuk Ladang ditetapkan sebagai daerah bebas pajak untuk dipersembahkan kepada Bhatara di Sang Hyang Prasada Kebhaktyan (tempat suci) Sri Jayamerta (Candi Lor),” kata Sukadi, Pegiat Sejarah Nganjuk, Minggu, 9 April 2023.

Di dekat tempat suci itu terpancang Jayastamba atau tugu kemenangan yang disebut merupakan Prasasti Anjuk Ladang. Pada bagian atas sisi muka Jayastamba terdapat relief Chattra atau payung dan di bawahnya terdapat relief naga di atas teratai yang diapit cakra berjari empat dengan lidah api di sebelah kanannya.

Sementara di sebelah kiri terdapat relief sangkha atau siput bersayap. Relief tersebut sebenarnya berupa sengkala memet naga bernilai 8, cakra bernilai 5, dan sangkha bernilai 9. Jika digabung, angka tersebut menunjukkan tahun 859 Caka atau 937 Masehi yaitu tahun pemberian tanah perdikan Anjuk Ladang.

“Angka tahun yang tertera pada Jayastamba adalah tanggal 12 Bulan Caitra tahun 859 Caka bertepatan dengan 10 April 937 Masehi,” jelas Sukadi.

Oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk, tanggal 10 April dijadikan sebagai patokan Hari Jadi Nganjuk yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Nganjuk No.495 tahun 1993. Kini prasasti yang juga disebut dengan Prasasti Candi Lor yang asli disimpan di Museum Nasional Jakarta dengan nomor inventaris D. 59.

“Replika persis aslinya bisa dilihat di Museum Anjuk Ladang,” imbuh Sukadi.

Sukadi menyebutkan, Prasasti Anjuk Ladang terbuat dari batu andesit dengan tinggi mencapai 2,6 meter, lebar 100 sentimeter dengan tebal luar 27 sentimeter dan lebar tengah 33 sentimeter. Pada bagian depan prasasti terdapat 49 baris isi dan bagian belakang memuat 36 baris isi yang ditulis menggunakan aksara Jawa Kuno.

Dari tulisan yang masih dapat terbaca diketahui bahwa prasasti tersebut dibuat atas perintah Pu Sendok bergelar Sri Maharaja Pu Sindok Sri Isyana Wikrama Dharmottunggadewa. Raja Medang ini memerintahkan Rakryan Hino Pu Sahasra dan Rakryan Wka Pu Baliswara yang kemudian diteruskan kepada pejabat di bawahnya yakni Rakai Kanuruhan Pu Da.

Isi prasasti tersebut dituliskan dalam sebuah batu, yang disebut Jayastamba berupa tugu sebagai simbol kemenangan. Jayastamba ini menurut Sukadi tidak pernah ditemukan di daerah lain di Indonesia dan hanya pernah ditemukan di negara Laos, tetapi dalam konteks yang berbeda.

“Bedanya, Jayastamba di Laos dibuat untuk legitimasi kekuasaan raja sedangkan di Nganjuk sebagai tugu kemenangan setelah perang,” ujarnya.

Untuk mememperingati peristiwa penting pada masa silam tersebut, setiap tahun digelar upacara Manusuk Sima di Candi Lor, di mana setiap tokoh memperagakan adegan seperti yang tertulis pada prasasti Anjuk Ladang. Harapannya, masyarakat Nganjuk tidak melupakan dan memahami sejarah dengan sebenar-benarnya.

Penulis: Asep Bahar
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: prasasti anjuk ladangsejarah nganjuk
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tonny Andreas menyerahkan formulir pencalonan Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030 di sekretariat KONI Kota Blitar

Tonny Andreas Calon Ketua KONI Kota Blitar, Prestasi Olahraga Blitar Siap Melenting

Konsolidasi Alumni GMNI Kediri Gaungkan Nasionalisme dan Marhaenisme yang Mulai Pudar

Petugas KAI Daop 7 Madiun bersama komunitas railfans menggelar kampanye anti pelecehan seksual di area stasiun kereta api

KAI Daop 7 Madiun Gencarkan Kampanye Anti Pelecehan Seksual di Stasiun dan Kereta

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mutasi Polri 2026, Dirreskrimum Polda Jatim Diganti Kombes Roy Hutton

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In