Bacaini.id, KEDIRI – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyerahkan penghargaan kepada wajib pajak Kota Kediri. Terdapat 19 wajib pajak dan tiga kelurahan terbaik yang meraih penghargaan.
Dalam acara yang berlangsung di Hotel Grand Surya, Kamis, 24 November 2022, Wali Kota Kediri mengucapkan terima kasihnya kepada wajib pajak yang telah membayar pajak dengan tertib di Kota Kediri.
“Terima kasih kepada wajib pajak, apa yang panjenengan bayarkan menjadi program Pemerintah Kota Kediri yang bermanfaat untuk masyarakat,” ucapnya saat meenyampaikan sambutan.
Abdullah Abu Bakar mengatakan Pemerintah Kota Kediri terus berbenah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam pembayaran pajak, yakni membayar pajak dengan sistem non tunai.
“Kami memperbanyak jaringan agar masyarakat mudah untuk membayar pajak. Sekarang tidak perlu bawa uang cash lagi ke BPPKAD untuk bayat pajak,” ungkapnya.
Wali Kota Kediri mengatakan saat ini perekonomian di Kota Kediri mulai bangkit setelah pukulan besar akibat pandemi Covid-19. Ke depan, ada banyak peluang di Kota Kediri dengan adanya bandara dan jalan tol. Pemerintah Kota Kediri tengah menyiapkan program-program untuk menangkap peluang yang ada.
“Akan ada banyak orang yang datang ke sini. Saya siapkan beberapa Kampung Keren untuk orang-orang yang datang ke Kota Kediri. Di sini juga sudah ada beberapa universitas kenamaan yang berdampak pada bergeraknya ekonomi masyarakat di sekitar kampus,” tandasnya.
Kepala BPPKAD Kota Kediri, Sugeng menjelaskan mengenai peningkatan penerimaan pajak dari tahun sebelumnya. PBB mengalami peningkatan 6,10 persen, BPHTB mengalami peningkatan 12,67 persen, pajak restoran meningkat 35,44 persen, pajak hotel meningkat 46,39 persen, dan pajak hiburan meningkat 501,59 persen.
Sementara bila dibandingkan kondisi sebelum pandemi yakni tahun 2019 dan kondisi saat ini tahun 2022, pajak restoran mengalami peningkatan 9,39 persen, pajak hotel meningkat 12,80 persen, BPHTB meningkat 16,34 persen, dan PBB meningkat 18,89 persen.
“Dari sini kita bisa ambil kesimpulan bahwa perekonomian di Kota Kediri sudah kembali pulih. Pembayaran PBB non tunai tahun 2021 sebesar 36,59 persen, pada tahun 2022 42,61 persen artinya mengalami peningkatan. Tahun depan kita akan terus dorong pembayaran non tunai ini,” jelas Sugeng.**





