Bacaini.id, KEDIRI – Memakan laron telah menjadi kebiasaan sejumlah orang sejak dulu. Selain digoreng, laron juga lezat diolah menjadi peyek dan bothok.
Banyaknya laron yang muncul di musim hujan sekarang ini menjadi berkah bagi penjual laron. Di beberapa daerah, laron dijual dengan harga cukup mahal, yakni Rp100 ribu per kilogram. Di Kabupaten Gunungkidul, laron dijual dalam kondisi sudah digoreng kering.
Memasak laron (alate) sebenarnya cukup mudah. Kandungan proteinnya juga tinggi jika dimasak dengan benar.
Setelah ditangkap dan dikumpulkan, kita hanya perlu memisahkan bagian sayap dengan tubuhnya. “Kalau banyak biasanya diayak dengan tampah. Tapi resiko terbangnya juga besar,” kata Sujinem, warga Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri yang kerap memasak laron.
Jika tak bisa memisahkan sayap laron dengan tampah, kita bisa melakukan secara manual, yakni mencabut sayap laron satu per satu untuk diletakkan di tempat terpisah. Disarankan meletakkan laron yang sudah tidak bersayap ke dalam wadah kaca atau keramik agar tak bisa merangkak naik.
Selanjutnya laron yang sudah “gundul” dicuci bersih dengan air mengalir. Pencucian ini untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada kaki dan tubuh laron, mengingat keberadaannya yang tinggal di dalam tanah.
Laron yang sudah dicuci biasanya akan mati dan tidak perlu penanganan khusus untuk mencegahnya kabur. Setelah ditiriskan, kita tinggal merendamnya ke dalam air garam. Sambil menunggu air garam meresap, kita bisa memanaskan wajan dan membubuhkan sedikit minyak di sana. Selanjutnya laron tinggal digoreng hingga kering sambil dibolak balik agar tidak gosong. Laron goreng yang gurih siap disantap.
Selain digoreng, variasi masakan laron adalah peyek dan bothok. Caranya sederhana, laron yang sudah dibersihkan sayapnya dicampur parutan kelapa muda dan beberapa bumbu. Kemudian dibungkus daun pisang lalu dikukus.
“Bumbunya bawang putih, bawang merah, cabai, dan gula. Kayak membuat bothok pada umumnya,” kata Sujinem.
Demikian pula untuk membuat peyek laron. Setelah digoreng, laron matang dicampur adunan peyek dan digoreng lagi. Kita bisa memakai bawang, kencur, daun jeruk, air perasan kelapa atau santan, ketumbar, garam dan penyedap rasa.
Sederhana bukan. Silahkan mencoba.
Penulis: HTW
Tonton video: