Bacaini.id, KEDIRI – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar tengah mempersiapkan pembangunan kawasan sempadan Sungai Brantas sebagai pusat bisnis. Hal ini untuk merealisasikan ikon Kota Kediri yang didasari pada nilai sejarah, potensi ekonomi dan keunikan Sungai Brantas.
“Saat ini Pemerintah Kota Kediri telah menyusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Central Business District (CBD) yang di dalamnya terdapat rencana penataan sempadan Sungai Brantas,” ungkap Abdullah Abu Bakar saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum Fraksi DPRD dalam pembahasan dan penetapan rancangan APBD tahun 2023, Senin, 21 November 2022.
Dalam sidang paripurna tersebut, Abu Bakar juga memaparkan upaya menekan kebocoran penerimaan PAD. Pemkot Kediri akan melaksanakan tata kelola pemungutan yang berorientasi pada sistem informasi.
Sedangkan untuk memonitor kondisi kesehatan BUMD serta mendongkrak PAD, pemerintah akan melakukan evaluasi dan monitoring kinerja BUMD tiap triwulan. Ada pula pendampingan terkait pengelolaan BUMD, evaluasi tahunan, serta memberikan target peningkatan laba dari tahun ke tahun.
Sebelumnya para fraksi menyampaikan pandangan umum dan pertanyaan terhadap kegiatan Raperda APBD tahun 2023 Kota Kediri. Beberapa hal yang disampaikan adalah evaluasi terhadap kinerja BUMD Kota Kediri agar dapat meningkatkan PAD, fokus anggaran Prodamas Plus, kebijakan terkait ikon Kota Kediri, alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau dan lainnya.
Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Kediri Gus Sunoto serta dihadiri perwakilan Forkopimda Kota Kediri, Wakil Ketua DPRD Firdaus dan Katino, Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit, Sekretaris DPRD Kota Kediri Rahmad Hari Basuki, Kepala OPD, dan anggota DPRD Kota Kediri.
Penyampaian pandangan umum fraksi disampaikan Ganik Permana (PDIP), Anton Dipayasa (PAN), Sriana (Gerindra), Yasin (Nasdem), Afif Fachrudin Wijaya (PKB), Hendi Suryo Djatmiko (Demokrat), Bambang Giantoro (Karya Nurani), dan Nurfulaily (Keadilan Pembangunan). (ADV)





