• Login
Bacaini.id
Monday, May 25, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Longsor di Tulungagung, 3 Korban Meninggal Dunia

ditulis oleh Editor
23 October 2022 20:27
Durasi baca: 2 menit
Kondisi longsor di Kecamatan Sendang, Tulungagung. Foto: Ist

Kondisi longsor di Kecamatan Sendang, Tulungagung. Foto: Ist

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Bencana tanah longsor menimpa 13 lokasi di tiga desa wilayah Kecamatan Sendang, Tulungagung. Longsor yang salah satunya terjadi di Desa Nyawangan, memakan tiga korban jiwa.

Camat Sendang, Imam Suwoyo mengatakan, longsor terjadi di tiga desa dalam waktu hampir bersamaan, Minggu, 23 Oktober 2022. Di Desa Nglurup ada dua titik besar longsor menimpa jalan termasuk yang dekat dengan rumah warga.

“Korban jiwa berasal dari Dusun Bantengan, Desa Nyawangan. Di desa ini ada sekitar empat titik longsor yang menimpa akses jalan. Di Desa Nglurup tidak ada korban jiwa,” kata Imam kepada Bacaini.id, Minggu, 23 Oktober 2022.

Imam bercerita bahwa sejak pukul 14.00 WIB hujan angin melanda Desa Nyawangan. Lalu pada pukul 15.30 WIB longsor terjadi di jalan Desa Nyawangan hingga menutup akses jalan.

Akhirnya warga melakukan pembersihan, agar jalan dapat dilalui oleh warga. Namun sekitar pukul 16.30 WIB, ketika warga masih melakukan pembersihan, tiba-tiba terjadi longsor susulan. Nahasnya, beberapa warga tertimpa material longsor.

“Jarak longsor pertama dan kedua sekitar satu jam. Karena beberapa warga tertimpa material longsor, akhirnya dilakukan pencarian,” jelasnya.

Imam mengungkapkan, ada tiga korban yang meninggal dunia akibat tertimpa material longsor. Satu korban meninggal di lokasi dan dua korban lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak bisa tertolong.

“Korban meninggal dunia diantaranya, Mulyono (37), Darmani (65) dan Kerno (65), asal Dusun Bantengan, Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang dan sudah dibawa ke rumah duka. Ada juga satu korban luka ringan,” paparnya.

Disebutkannya, longsor juga terjadi di Desa Geger, Kecamatan Sendang. Setidaknya ada tiga rumah dan empat jalan yang terdampak longsor. Beruntung tidak ada korban jiwa di desa ini.

Lebih lanjut, Imam menambahkan bahwa saat ini proses evakuasi tanah longsor di Kecamatan Sendang dihentikan untuk sementara waktu. Selain masih hujan, kondisi tanah juga masih labil, apalagi hari sudah mulai gelap.

“Proses evakuasi akan dilanjutkan pagi hari, sembari melakukan koordinasi dengan BPBD untuk melakukan penanganan secara komperhensif. Langkah ini kami ambil agar tidak terjadi seperti yang menimpa warga Desa Nyawangan,” pungkasnya.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: tanah longsor tulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi teror pocong. Foto: bacaini by AI

Teror Pocong, Hoaks yang Menjadi Modus Kriminal

Kepiting berjalan menyamping di pasir pantai sebagai hasil evolusi sejak Periode Jura Awal

Terjawab Mengapa Kepiting Berjalan Menyamping

Ilustrasi pelabuhan kuno Barus di pesisir Sumatra dengan perdagangan kapur barus pada masa dunia kuno

Jejak Kapur Barus dari Sumatra yang Diburu Dunia Kuno, Nama Barus Tercatat 1.800 Tahun Lalu

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In