• Login
Bacaini.id
Saturday, February 14, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kisah Cinta Pendiri Alfamart Dengan Tukang Baterei

ditulis oleh
15 August 2022 21:18
Durasi baca: 3 menit
Tan Lie (kiri) saat bekerja di perakitan baterei. Foto: Buku Dari Warung Menuju Alfamart

Tan Lie (kiri) saat bekerja di perakitan baterei. Foto: Buku Dari Warung Menuju Alfamart

Bacaini.id, KEDIRI – Lahir dari keluarga perantau asal Tiongkok pada 9 Februari 1950, Kwok Kwie Fo alias A Kwie hidup dalam keterbatasan. Tak ada gambaran sama sekali jika kelak pria bernama pribumi Djoko Susanto itu akan menjadi taipan pemilik ritel raksasa.

Dikutip dari Buku Dari Warung Menuju Alfamart, Perjalanan Inspiratif Djoko Susanto Mendayung Bisnis Ritel yang ditulis Alberthiene Endah, masa kanak-kanak hingga remaja A Kwie cukup keras. Ibunya Wong Sat Nyang sampai-sampai menjahitkan baju dari bahan blacu pembagian tentara Jepang untuk anaknya. A Kwie adalah anak ketujuh dari sepuluh bersaudara.

Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana dengan kombinasi tembok dan bilik bambu di Jalan Persatuan Guru Nomor 39 Kawasan Petojo. Sumber penghasilan mereka adalah kios sederhana yang dibuka di teras rumah. Profesi yang banyak ditekuni perantau Tiongkok di Indonesia.

Kondisi itu mempengaruhi kepercayaan diri A Kwie dalam bergaul, terutama kepada lawan jenis. “A Kwie, kau tunggu apa lagi. Pekerjaan sudah ada, kau juga punya sepeda, apa lagi yang ditunggu untuk mencari pacar,” ledek teman-temannya di perakitan radio merek Oscar tempatnya bekerja tahun 1968.

Punya pekerjaan dan sepeda adalah modal dasar untuk mencari pacar. Muda-mudi yang punya pasangan akan membonceng pacar masing-masing ke Pasar Minggu atau Bogor. Hal yang tak bisa dilakukan A Kwie.

Dia terlalu takut jika perempuan yang didekati akan menanyakan kondisi keuangannya. A Kwie juga khawatir pacarnya akan mengajukan banyak permintaan. Hal itulah yang membuatnya bertahan untuk melajang.

Sampai suatu saat A Kwie melihat seorang gadis yang bekerja di Divisi Perakitan Batu Baterei tempatnya bekerja. Di divisi itu pekerjaan yang dilakukan macam-maca. Mulai menjadi tukang sorder, menguji resistor atau kapasitor, hingga mengemas radio.

“Di sanalah saya melihat gadis itu. Tenggelam di antara radio-radio yang telah jadi dan siap diuji,” kata A Kwie.

Gadis itu tidak terlampau cantik. Juga tidak atraktif. Namun diamnya itulah yang membuat A Kwie penasaran. “Kami hanya bertatapan satu detik, selanjutnya dia kembali tekun mengerjakan tugasnya. Tak menoleh lagi,” lanjut A Kwie.

Gadis itu adalah Tan Lie Tjen, gadis tukang colok kabel penguji radio. Makin hari ketertarikan A Kwie kepada Tan Lie makin besar. Setiap selesai kerja A Kwie bergegas keluar dan menuntun sepedanya. Berdiri di jalan masuk keluar pabrik demi melihat Tan Lie pulang.

Sayang upaya itu bertepuk sebelah tangan. Tan Lie tetap cuek dan berjalan menuju arah pulang. Meninggalkan A Kwie yang mematung sendirian.

Hingga suatu hari keberanian A Kwie menggumpal untuk menawarkan mengantar pulang. “Mau pulang bareng? Saya bisa memboncengimu,” katanya.

Lie Tjen tersenyum dan mengangguk. Itulah momen saat A Kwie seperti mendapat bongkahan emas. Malam itu A Kwie mengayuh sepeda kuat-kuat.

Tahun 1968 menjadi tahun yang penting bagi kehidupan A Kwie. Dimana dia mendapat dua hal sekaligus, pengalaman bekerja dan cinta.

Penulis: Hari Tri Wasono

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: alfamartdjoko susanto
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Jalan Dhoho Kediri tertutup abu vulkanik Kelud

Nostalgia Erupsi Kelud 2014: Malam Mencekam, Kediri Lumpuh, Yogyakarta Gelap

Pendamping hukum Revolutionary Law Firm menyampaikan ultimatum kepada Perhutani dalam audiensi soal hak kelola hutan di Blitar

Bukan Forum Basa-basi! Warga Blitar Kepung Perhutani, Ultimatum Soal Hak Kelola KHDPK

Penukaran uang baru Lebaran 2026 di layanan BI

Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Dibuka, Ini Jadwal dan Cara Daftar Online

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In