Bacaini.id, BLITAR – Lomba baris berbaris warga Desa Rejowinangun, Kademangan, Kabupaten Blitar tampak sedikit berbeda. Terlihat salah satu kelompok peserta meng-cosplay Gus Samsudin dan Pesulap Merah.
Keunikan itu tidak lepas dari memanasnya perseteruan antara kedua YouTuber yang belakangan ini tengah ramai di jagat maya. Sontak, kelompok peserta lomba itu menjadi perhatian warga yang menonton. Momen itu diabadikan dalam rekaman video hingga viral di media sosial.
Dalam video singkat yang dilihat Bacaini.id, Selasa, 9 Agustus 2022 melalui akun Instagram @info_seputaran_blitar menunjukkan sekelompok peserta lomba di mana anggotanya memakai kostum khas Gus Samsudin. Pria tersebut mengenakan pakaian dan peci serba putih, sarung serta berkalung tasbih berukuran besar.
Sementara itu, salah satu pria lainnya memakai pakaian serba merah dan rambutnya pun dicat dengan warna senada mirip Pesulap Merah yang menjadi rival Gus Samsudin. Di belakangnya terlihat anggota lainnya meneriakkan yel-yel.
Pria yang menirukan gaya Gus Samsudin bertanya kepada anggota kelompoknya yang lain. “Wes siap opo urung? (sudah siap apa belum?),” teriaknya.
“Wes (sudah),” jawab yang lain kompak.
“Mana KTP-nya,” lanjutnya.
Seketika anggota kelompok yang lain menjawab dengan yel-yel “iki KTP” sambil mengacung-acungkan KTP mereka.
Tiba-tiba ada salah satu anggota di dalam barisan yang berteriak “Lapor ndan, KTP ku ra enek (KTP ku tidak ada),” ucap pria itu.
“Mulih o ae (pulang saja),” sambung Gus Samsudin abal-abal.
Parodi kelompok peserta lomba itu disambut gelak tawa warga. “Waduh tepak iki (Waduh masuk ini,” terdengar suara salah satu warga dalam video tersebut.
Aksi peserta lomba itu diduga menyindir perseteruan antara Gus Samsudin dan Pesulap Merah. Bahkan buntut dari perseteruan mereka, Desa Rejowinangun yang juga menjadi lokasi berdirinya Padepokan Nur Dzat Sejati, milik Gus Samsudin menjadi terkenal.
Seperti diketahui, setelah berlangsung aksi saling sindir di akun YouTube, Pesulap Merah menyambangi padepokan Gus Samsyudin. Tiba-tiba, perangkat desa meminta Pesulap Merah menunjukkan KTPnya saat hendak pulang dan langsung ditolaknya.
Video parodi kelompok peserta lomba baris-berbaris yang diposting pada tanggal 8 Agustus 2022 kemarin itu menggelitik jari warganet untuk berkomentar.
“Mungkin emang si kades lagi ngumpulin KTP buat periode kedua,” celetuk akun @faiy**. “Subhanalloh, semoga pak kadesnya diberi kesabaran dan ketabahan melihat ini. Jangan dendam pak ya,” timpal akun @maswof**.
“Kelakuan e wong Blitar enek-enek ae (kelakuan orang Blitar ada-ada saja,” tulis akun @kurniaoctav***.
“Dapat ide untuk memeriahkan HUT RI. Mantap! Meriah dan gembira bersama, senang lihatnya mereka tertawa gembira,” tulis akun @madiunpan*** menimpali.
Postingan video singkat akun instagram @info_seputaran_blitar yang tertera satu hari yang lalu itu hingga saat ini telah mendapat 2.262 like dan 226 komentar.
Penulis: Novira




