• Login
Bacaini.id
Thursday, January 29, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pelecehan Seksual, Psikolog: Makin Dekat Makin Rawan

ditulis oleh Editor
26 July 2022 08:30
Durasi baca: 3 menit
Psikolog Vivi Rosdiana

Psikolog Vivi Rosdiana

Bacaini.id, KEDIRI – Kasus pelecehan atau kekerasan seksual terhadap anak bawah umur kian marak. Pelakunya adalah orang dekat korban yang tidak pernah dicurigai.

Belum reda kasus pelecehan seksual yang dialami sejumlah santriwati di Jombang oleh pengasuhnya, disusul dengan kekerasan seksual di sekolah Selamat Pagi Indonesia Kota Batu, kasus serupa muncul di Kota Kediri. Tak hanya satu, tetapi tujuh siswa menjadi korban asusila guru sekolah yang dipercaya menjadi orang tua di sekolah.

Psikolog Vivi Rosdiana mengatakan, tindakan pelecehan seksual pada anak lebih sering dan rentan dilakukan oleh orang dekat atau orang yang dikenal. “Pelaku pasti mengenal korbannya,” kata Vivi kepada Bacaini.id, Selasa, 26 Juli 2022.

baca ini Buntut Kasus Guru Cabul Kantor Dindik Diluruk Pendemo

Vivi menjelaskan, dari aspek psikologis, batas toleransi antara orang yang sudah saling kenal akan semakin rendah. Artinya, semakin dekat hubungan seseorang, semakin rendah pula batas toleransinya.

Misalnya, ketika seseorang bersenggolan fisik dengan orang yang tidak dikenal, terlebih lawan jenis, akan menimbulkan perasaan tidak nyaman. Berbeda jika kontak fisik itu terjadi dengan orang yang dikenal atau dekat akan dianggap wajar. “Itulah yang dimaksud dengan batas toleransi,” kata Vivi.

Selain itu, faktor kedekatan juga akan menurunkan tingkat kewaspadaan seseorang. Jika dikaitan dengan tindak asusila yang dilakukan guru kepada murid, tingkat kewaspadaan murid kepada gurunya juga bisa dipastikan menurun. Terlebih lagi relasi murid yang yang cenderung sub ordinat terhadap guru akan memudahkan pelaku untuk ‘menguasai’ korban.

“Apapun yang dikatakan atau diutarakan oleh guru, murid pasti nurut. Mereka juga pasti takut kalau tidak mau menurut,” jelas Vivi.

Sebagai upaya meminimalisir potensi pelecehan seksual pada anak, Vivi menekankan pentingnya peran keluarga. Anak-anak harus mendapat pelajaran seksual sejak dini untuk memahami situasi yang mengancam mereka. Hal ini bisa dilakukan kepada anak dengan usia minimal 2-3 tahun dengan bahasa yang mudah dipahami.

Misalnya, mengajarkan anak untuk menutup pintu saat buang air atau mandi. Menumbuhkan rasa malu terhadap bagian-bagian tubuh jika dilihat orang, dan semacamnya.

Jika sudah memahami hal-hal dasar, bisa dilanjutkan dengan menjelaskan perbedaan antara anak laki-laki dengan anak perempuan secara fisik. Tegaskan bahwa tidak semua orang boleh memegang bagian tubuh mereka. “Sex education ini harus dilakukan secara bertahap seiring bertambahnya usia mereka, jadi sekali lagi berikan pemahaman dengan bahasa anak atau sesuai usia mereka,” kata Vivi.

Dengan memberikan contoh kecil sejak dini, hal itu akan menjadi kebiasaan saat keluar rumah. Orang tua tidak perlu ragu untuk mewanti-wanti anaknya jika di luar sana ada banyak orang jahat. Itu akan membuat mereka mengerti bagaimana cara menjaga diri saat sedang tidak bersama dengan kedua orang tuanya.

“Masuk usia sekolah, proteksi yang dilakukan orang tua menjadi lebih sempit. Anak-anak akan lebih sering beraktivitas di luar rumah, jadi mereka sudah harus bisa menjaga diri sendiri. Maka itulah pentingnya menanamkan sex education sejak dini,” tandasnya.

Penulis: Novira
Editor: HTW

Tonton video:


Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kasus pencabulanKediripelecehan seksualpsikolog
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: istimewa

Menteri Keuangan Mutasi Sejumlah Pejabat Eselon II

Ilustrasi IHSG. Foto: istimewa

Ramai Berita MSCI Picu Anjloknya Saham, Ini Penjelasan Sederhananya

Aurora berwarna merah dan hijau terlihat di langit Eropa akibat badai Matahari Januari 2026

Aurora Muncul di Berbagai Negara, Ini Penjelasan Ilmiah Badai Matahari Januari 2026

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Curhat Ressa di Podcast Denny Sumargo Bikin Publik Berbalik Serang Denada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In