• Login
Bacaini.id
Friday, April 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Gembyangan Waranggono, Tradisi Wisuda Penari Tayub di Nganjuk

ditulis oleh Editor
15 July 2022 20:43
Durasi baca: 2 menit
Ritual Gembayangan Waranggono di Punden Mbah Ageng, Nganjuk. Foto: Bacaini/Asep Bahar

Ritual Gembayangan Waranggono di Punden Mbah Ageng, Nganjuk. Foto: Bacaini/Asep Bahar

Bacaini.id, NGANJUK – Setiap setahun sekali para penari tradisional tayub datang ke Punden Mbah Ageng. Di sana, mereka mengikuti ritual Gembyangan Waranggono atau wisuda bagi penari tayub.

Kegiatan ini menjadi tradisi tahunan yang digelar bersamaan dengan bersih desa sumur Punden Mbah Ageng, Dusun Ngrajek, Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk dan jatuh tepat pada hari ini, Jumat, 15 Juli 2022.

Untuk mengikuti ritual Gembyangan Waranggono, para penari harus memenuhi sejumlah syarat. Mereka harus bisa membawakan lagu atau gending jawa, tarian dan berhias. Hal itu menunjukkan jika para penari telah dinyatakan layak ataupun diwisuda sebagai penari tayub.

Dalam ritual tersebut, para waranggono diberikan air suci dari air terjun Sedudo dan sumur di Punden Mbah Ageng yang ditaruh dalam sebuah kendi. Air tersebut kemudian dituangkan ke selembar daun pisang yang telah dipegang oleh masing-masing waranggono untuk diminum.

Ritual dilanjutkan dengan merobek daun waru yang dipercaya bisa mendatangkan berkah. Kemudian, pada sanggul yang dipakai para waranggono dipasangkan tusuk konde oleh tokoh adat dan dilanjutkan dengan mengitari sumur Punden Mbah Ageng sambil menari.

Pamong Budaya desa setempat, Bisowarno mengatakan tradisi Gembyangan Waranggono digelar sebagai simbol bahwa para waranggono telah tuntas dalam belajar sebelum mereka menerima pekerjaan sebagai penari tayub.

“Ini merupakan suatu kepercayaan atas tradisi dan budaya bagi waranggono. Sebelum menerima pekerjaan dari masyarakat untuk menggelar tayub, maka harus melakukan ritual atau tradisi Gembyangan Waranggono ini,” terang Bisowarno.

Menurutnya, ritual akhir yang dilakukan dengan mengitari sumur Punden Mbah Ageng sambil menari memang harus dilakukan oleh para waranggono, baik yang baru diwisuda ataupun juga waranggono yang sudah senior.

“Jadi semua waranggono mengitari sumur sambil menari dengan diiringi gending dan lagu jawa karena sumur Punden Mbah Ageng ini dipercaya bisa memancarkan cahaya bagi para waranggono,” jelasnya.

Sementara itu, Sumarsih, salah satu waranggono yang mengikuti prosesi wisuda Gembyangan Waranggono mengatakan sangat senang bisa mengikuti ritual tahunan ini. Perempuan 38 tahun ini mengaku sudah belajar menari sejak masih duduk dibangku SMA.

“Ya senang sekali akhirnya bisa ikut. Ini sudah menjadi keinginan saya sejak lama, karena saya asli sini dan sebagai orang jawa saya ingin ikut melestarikan adat jawa. Sejak SMA saya sudah belajar mengikuti para senior,” kata Sumarsih bangga setelah ritual selesai digelar.

Penulis: Asep Bahar
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Gembyangan Waranggononganjuk
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kegiatan outdoor ramah anak (taman, hutan kota)

Stop Jadi Orang Tua FOMO: Demi Konten, Anak Bisa Jadi Korban

Konferensi internasional “Communication for Prosperity" di kampus UAI Jakarta.

UAI Gelar Konferensi Internasional, Bahas Komunikasi dan Ketahanan Ekonomi Digital

Ilustrasi kekerasan kepada anak. Foto: istimewa

Balita Meninggal Penuh Luka, Polisi Periksa Orang Tua dan Nenek

  • Petani di Ponorogo mengelola lahan pertanian sebagai bagian dari upaya swasembada pangan nasional

    Ponorogo dan Panggilan Sejarah: Dari Daerah Agraris Menuju Penyangga Kedaulatan Pangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj. Sekda Kota Kediri Segera Diganti, Ditunjuk dari Pemkot Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemblokiran TPA Klotok Picu Krisis Sampah di Kota Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wasiat Yai Mim yang Membuat Keluarga di Blitar Tidak Diam, Dimakamkan Sesuai Keinginan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In