• Login
Bacaini.id
Monday, June 1, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Isu Politik Dinasti Tidak ‘Laku’ di Kota Kediri

ditulis oleh
13 July 2022 20:46
Durasi baca: 3 menit
Taufik Alamin. Foto: facebook

Taufik Alamin. Foto: facebook

Bacaini.id, KEDIRI – Isu politik dinasti yang ‘sukses’ menumbangkan rezim kekuasaan di sejumlah daerah diperkirakan tidak akan berlaku di Kota Kediri. Masyarakat perkotaan lebih berkonsentrasi pada nilai tawar calon walikota untuk memperbaiki kehidupan mereka.

Pengamat politik dari Institut Agama Islam Negeri Kediri, Dr. Taufik Alamin, SS, M.Si, mengatakan isu politik dinasti tidak akan cukup signifikan sebagai propaganda dalam pemilihan kepala daerah Kota Kediri tahun 2024 mendatang.

“Saya agak repot membicarakan politik dinasti. Meski ditolak di mana-mana, politik dinasti tidak akan mendapat perlawanan signifikan di masyarakat. Mereka akan fokus pada figur dan apa yang ditawarkan dibanding melihat latar belakangnya, lebih realistis,” kata Taufik kepada Bacaini.id, Rabu, 13 Juli 2022.

baca ini 10 Kandidat Calon Wali Kota Kediri Pilkada 2024

Ini didukung dengan hilangnya politik identitas di Kota Kediri sejak pemilihan kepala daerah langsung pada Juni 2005 silam. Mantan komisioner KPUD Kota Kediri ini menyebut era reformasi membawa perubahan besar pada dinamika politik masyarakat Kota Kediri. Termasuk tidak ‘lakunya’ partai Islam dalam membangun sentimen kelompok tertentu untuk mendulang suara.

Situasi ini tentu buruk bagi partai politik yang cenderung hanya menjadi pengusung calon kepala daerah di awal pendaftaran. Relasi selanjutnya sudah berpindah dari kandidat kepada masyarakat secara langsung. “Orang akan melihat figurnya, bukan partainya,” kata Taufik.

Di sini kinerja partai sebagai mesin politik terdegradasi. Satu-satunya penentu kemenangan hanyalah siasat dan transaksional. Menurut Taufik hal itu sudah menjadi rahasia umum dan tidak perlu ditutup-tutupi.

baca ini Gus Muid: Wali Kota Kediri Mendatang Tak Boleh Dikendalikan Orang Lain

Dia juga menjamin bahwa siapapun pemimpin yang terpilih kelak, tidak akan berdampak hingga terjadinya konflik horisontal. Realitas ini sudah terjadi di berbagai kontestasi dimana pelaksanaan pemilu dan pilkada berlangsung damai hingga akhir penyelesaian sengketa.

“Kediri ini unik. Mau bicara kekuatan rakyat, tokoh-tokohnya sudah akrab semua. Mulai kelompok agama, pemerintah, dan lain-lain terbangun harmonis,” kata Taufik. Ini memastikan bahwa siapapun yang menjadi walikota kelak, situasi Kota Kediri akan tetap stabil.

Namun demikian Taufik mengingatkan bahwa ada yang lebih penting untuk dibicarakan dalam konteks pilkada selain kemenangan, yakni paska pemilihan. Selama ini perhatian elit politik masih pada pencapaian kemenangan. Sementara agenda besar pemerintahan setelah menjabat justru kerap terlewatkan. “Setelah jadi walikota mau apa? Apa prestasinya?” katanya.

baca ini Hasil Jajak Pendapat Katino Paling Unggul Jadi Calon Wali Kota Kediri

Inilah yang menurut Taufik perlu didorong sebagai pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat. Sehingga masyarakat lebih kritis dalam melihat calon pemimpinnya, dan tidak selesai pada urusan pemilihan di bilik suara.

Bagaimana kriteria calon walikota Kediri yang ideal?

baca ini Demokrat Buka Kesempatan Anak Muda Jadi Wali Kota Kediri

Taufik Alamin dengan tegas menyebut bahwa pemimpin yang akan datang harus mampu mempertahankan partisipasi publik hingga akar rumput. Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) yang dicanangkan Abdullah Abu Bakar telah sukses membangun partisipasi hingga tingkat rukun tetangga (RT). “Kalau partisipasi masyarakat tidak disentuh (oleh pemimpin yang akan datang), akan jadi blunder,” katanya.

Penulis: Hari Tri Wasono

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kota kediripemilupilkadawalikota
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pernyataan pers bersama Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, pada Kamis, 28 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Presiden Prabowo Sebut Hubungan Indonesia-Prancis Fase Terbaik

Ratusan pohon pepaya milik petani Perhutanan Sosial di Desa Jingglong Blitar dirusak orang tak dikenal

Perusakan Tanaman Petani Perhutanan Sosial di Blitar, Pelakunya OTK

Mantan Pejabat Senior CIA Diduga Curi 303 Emas Batangan Senilai Rp714 Miliar

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samanhudi Anwar Akan Mundur Saat Pelantikan Ketua KONI Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pernyataan pers bersama Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, pada Kamis, 28 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Internasional

Presiden Prabowo Sebut Hubungan Indonesia-Prancis Fase Terbaik

Ratusan pohon pepaya milik petani Perhutanan Sosial di Desa Jingglong Blitar dirusak orang tak dikenal
Baca

Perusakan Tanaman Petani Perhutanan Sosial di Blitar, Pelakunya OTK

Internasional

Mantan Pejabat Senior CIA Diduga Curi 303 Emas Batangan Senilai Rp714 Miliar

Ilustrasi seseorang mengalami sakit kepala karena tidak minum kopi akibat gejala putus kafein
BacaGaya

Kenapa Kepala Pusing Saat Tak Minum Kopi? Studi Terbaru Temukan Penyebabnya

Elang Jawa di habitat hutan alami Pulau Jawa yang menjadi inspirasi lambang Garuda Pancasila
Baca

Hari Lahir Pancasila 2026: Elang Jawa, Inspirasi Garuda Pancasila yang Terancam Punah

Petis khas Jawa Timur dalam wadah tradisional yang menjadi bumbu legendaris sejak era Majapahit
Historia

Sejarah Petis Jawa Timur, Bumbu Warisan Majapahit Sejak Abad ke-10

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In