• Login
Bacaini.id
Sunday, April 5, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Menelisik Kehidupan Masyarakat Penghayat di Tulungagung

ditulis oleh Editor
4 June 2022 19:19
Durasi baca: 2 menit
Ketua MLKI Tulungagung, Sukriston. Foto: Bacaini/Setiawan

Ketua MLKI Tulungagung, Sukriston. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Ditengah perkembangan zaman, ternyata aliran kepercayaan atau penghayat semakin digandrungi kawula muda di Tulungagung. Meskipun penghayat ini tidak semuanya murni, karena mereka juga memiliki identitas agama formil yang telah melekat.

Ketua Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Tulungagung, Sukriston mengatakan bahwa di Tulungagung terdapat 16 paguyuban penghayat berbadan hukum nasional dan 8 paguyuban penghayat lokal. Saat ini total keseluruhan ada sekitar 30.000 orang penghayat di Tulungagung.

Ktiston menyebutkan ada bermacam-macam paguyuban di Tulungagung, seperti Penghayat Perjalanan, Saptodarmo, Jowo Dipo, Sumara, Subut, Sapto Silo, Manunggaling Kawula Gusti, Pamu, RSBI, UPDKK, Paham Pribadi dan yang lainnya.

Menurutnya, rata-rata warga yang mengikuti penghayat juga memeluk agama formil. Pasalnya, penghayat di Tulungagung merupakan budaya panembahan, dimana keberadaan penghayat bukan menonjolkan identtas penghayatnya, melainkan lebih menonjolkan perannya.

“Penghayat di Tulungagung sudah terkondisikan sejak tahun 2000an. Memang kami lebih menonjolkan peran dari pada indentitas. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya benturan. Maka dari itu, di Tulungagung ini kami merasa damai tanpa ada diskriminasi,” kata Kriston kepada Bacaini.id, Sabtu, 4 Juni 2022.

Disinggung tekait akses warga penghayat terhadap fasilitas publik, pria berkacamata itu mengungkapkan bahwa saat ini penghayat bisa mencantumkan aliran kepercayaan pada KTP mereka melalui Dispendukcapil Tulungagung.

Dikatakannya, saat ini sudah ada sekitar 100 KTP warga penghayat di Tulungagung yang menunjukkan agama mereka. Karena menurut beberapa pemahaman warga penghayat, Adminduk bukanlah hal yang terlalu penting.

“Warga penghayat yang sudah mencatatkan aliran kepercayaan pada KTPnya rata-rata adalah mereka yang berwirausaha dan sudah berumur. Sehingga tidak ada hambatan, baik secara sosial ataupun lingkup pekerjaan,” terangnya.

Namun untuk warga penghayat remaja, hingga sekarang memang masih belum ada yang mencatatkan aliran agama pada KTP mereka. Kriston juga mengakui bahwa sampai saat ini belum ada lembaga pendidikan yang memberikan fasilitas pendidikan bagi putra-putri penghayat di Tulungagung.

Laki-laki berusia 68 tahun itu menambahkan, jika dulu sempat ada salah satu lembaga pendidikan di Kecamatan Bandung yang memasukkan pelajaran aliran kepercayaan untuk putra-putri penghayat, namun hal itu tidak bertahan lama.

“Di sekolah-sekolah memang sekarang ini belum ada, tapi kalau aturan layanan pendidikan sebenarnya sudah ada dari Peraturan Menteri hingga turunannya. Di dalamnya juga sudah diatur terkait penyuluhannya, yakni penyuluh kepercayaan dan penyuluh terampil,” pungkasnya.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: masyarakat penghayatTulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Hadiri Halal Bihalal PKS, Gus Qowim Ingatkan Kebersamaan Membangun Kota

wanita dengan flek hitam di wajah

Kulit Wajah Jelek Karena Flek Hitam? Ini Solusi Alami yang Aman dan Efektif

Prosesi ritual Tedak Siten dengan bayi berjalan di atas jadah tujuh warna dalam tradisi Jawa

Ritual Tedak Siten, Tradisi Jawa Membaca Jalan Hidup Anak Sejak Dini

  • Wawali Blitar Elim Tyu Samba tidak hadir di upacara Hari Jadi ke-120 Kota Blitar

    Ada Apa dengan Wawali Blitar Elim Tyu Samba? Absen di Hari Jadi ke-120 Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muscab PKB Blitar Penuh Kejutan, Nasa Barcelona Tantang Gus Tamim di Bursa Ketua DPC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terguling di Tol Jombang, Bus Restu Angkut 35 Penumpang, Evakuasi Korban Berlangsung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In