Bacaini.id, KEDIRI – Fitri Hariyati, 38 tahun, ibu korban ledakan petasan di Jalan Kromosari, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih berharap tangan anaknya tidak diamputasi. Dia juga berterima kasih kepada polisi yang telah menangkap pembuat petasan yang mencelakai anaknya.
Harapan tersebut disampaikan Fitri Hariyanti saat menerima kunjungan Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho S.I.K di Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul siang tadi. Kapolres menjenguk ZA, bocah 9 tahun yang menjadi korban petasan.
“Terima kasih kasih Pak, telah menangkap pelaku yang membuat anak saya menjadi seperti ini. Saya pokoknya nggak ingin anak saya diamputasi,” kata Fitri, Selasa, 26 April 2022.
baca ini Miris Bocah 9 Tahun Tuntun Sepeda Dengan Tangan Hancur
Fitri bersyukur bahwa secara umum kondisi jari tangan anaknya masih utuh. Menurut dokter yang merawatnya, tangan ZA yang terluka parah masih bisa disambung melalui operasi khusus.
Menurut pantauan Bacaini.id yang ikut menjenguk korban, bocah tersebut sudah terlihat lebih santai menjalani perawatan. Dia juga duduk di bangku besi di luar kamar perawatan sambil bermain gadget menggunakan tangan kiri. Sementara tangan kanannya masih dibungkus perban beralaskan bantal. Terdapat bekas luka di dahinya.
Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho S.I.K yang menjenguk kondisi ZA terlihat prihatin atas peristiwa tersebut. Dia sempat mengajak berkomunikasi dan menasehati ZA agar tidak lagi bermain petasan.
Kapolres juga mengeluarkan ultimatum kepada seluruh warga Kabupaten Kediri untuk tidak membuat atau menyimpan petasan. Dia juga memastikan jika pelaku pembuat petasan yang mencelakai ZA sudah diamankan dan diproses hukum. “Jangan ada yang membuat atau menyimpan petasan, terutama saat lebaran nanti,” tegasnya.
Penulis: Wahyu
Editor: HTW
Tonton video: