• Login
Bacaini.id
Sunday, July 19, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Harga Kedelai Tak Kunjung Turun, Produsen Tahu Trenggalek Mulai Bangkrut

ditulis oleh
8 March 2022 15:24
Durasi baca: 2 menit
Industri tahu di Jombang. Foto: Bacaini/Syailendra

Industri tahu di Jombang. Foto: Bacaini/Syailendra

Bacaini.id, TRENGGALEK – Upaya pemerintah untuk menurunkan harga kedelai belum membuahkan hasil. Hal mengancam keberlangsungan produksi tahu di Trenggalek yang nyaris gulung tikar.

Keterpurukan ini dialami perajin tahu di Desa Nglongsor, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Sejak kenaikan harga kedelai yang berlarut-larut hingga sekarang, omzet mereka anjlok hingga 75 persen.  

“Ssebelum ada kenaikan (harga kedelai) bisa mendapat Rp100 ribu, setelah ada kenaikan cuma Rp25 ribu. Itupun diperparah kenaikan harga minyak goreng, ” ucap Sumarno, pemilik usaha pembuatan tahu di Desa Nglongsor, Selasa 8 Maret 2022.

Selain menjual tahu mentah, sentra tersebut juga memproduksi tahu goreng untuk dikonsumsi langsung dan diedarkan ke pasar Trenggalek dan Ponorogo.

Sejak heboh beberapa bulan lalu, harga kedelai sampai sekarang tak kunjung turun. Demikian pula harga minyak goreng yang keberadaannya dijamin pemerintah. Sumarno tetap kesulitan mendapatkan minyak goreng.

“Kalaupun bisa membeli, jumlahnya sangat terbatas. Jadi tetap beli minyak goreng di pasar meskipun harganya relatif mahal,” katanya.

Kenaikan harga kedealai ini sudah berlangsung selama empat bulan. Upaya pemerintah untuk membantu produsen tahu tanah air tak kunjung menuai angin segar. Harga kedelai tetap di atas Rp10.500 per kg.

Tak ada pilihan bagi Sumarno selain mengurangi ukuran tahunya. Langkah menaikkan harga bukan pilihan realistis untuk mempertahankan pelanggan. “Dulu kedelai satu ton habis 15 hari, sekarang dua bulan belum habis,” keluhnya.

Penulis: Abi Kurniawan
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: harga kedelaiTahutrenggalek
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Potret alun-alun Kota Kediri. Foto: sampaikanradio.wixsite.com @kediringangenin

Rugikan Banyak Warga, DPRD Desak Pemkot Kediri Tegas Selesaikan Proyek Alun-alun

KH Zaimuddin Wijaya As'ad atau Gus Zuem menyampaikan harapan terhadap Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-35 di Jombang

Kiai di Jombang Harap Ketum PBNU Terpilih Bawa NU Bermartabat dan Berkah

Petugas Satresnarkoba Polres Blitar Kota mengamankan barang bukti sabu dan menangkap oknum anggota Polres Blitar saat penggerebekan di bengkel mobil Desa Pohgajih, Selorejo, Kabupaten Blitar

Polisi Polres Blitar yang Ditangkap di Penggerebekan Sabu Bukan Bidikan

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In