• Login
Bacaini.id
Saturday, May 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Lontong Cap Go Meh, Kuliner Tionghoa di Pulau Jawa

ditulis oleh
15 February 2022 15:56
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi lontong cap go meh. Foto: istimewa

Ilustrasi lontong cap go meh. Foto: istimewa

Bacaini.id, KEDIRI – Lontong Cap Go Meh menjadi kudapan wajib penutup perayaan Imlek. Kuliner asal Tionghoa ini telah beradaptasi dari bentuk aslinya di daratan China.

Jika kamu membayangkan Lontong Cap Go Meh seperti sekarang ini, tidak demikian dengan wujud aslinya. Di negeri asalnya, makanan ini dibuat daribola-bola tepung beras yang bernama yuanxiao.

Saat masuk ke Indonesia, yuanxiao langsung mengalami perubahan bentuk. Para perantau China yang masuk ke Pulau Jawa dan menikah dengan perempuan pribumi menggantinya dengan lontong. Hingga akhirnya tercipta racikan makanan yang terdiri dari opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telur pindang, bubuk koya, abon sapi, sambal, dan kerupuk sebagai paket Lontong Cap Go Meh.

Pada perayaan ini warga etnis Tionghoa ramai-ramai memasak dan menyantap Lontong Cap Go Meh. Acara makan ini kerap dilakukan bersama teman dan kerabat.

Perjalanan Cap Go Meh

Dalam rangkaian perayaan Imlek, Shi Wu Ye atau Shi Wu Ming atau Cap Go Meh (dalam dialek Hokkian: Cap Go Me) berarti malam kelima belas. Di malam bulan purnama itu perayaan tahun baru Imlek atau Sincia ditutup. Uniknya, meski menjadi penutup seluruh rangkaian Imlek, justru Cap Go Meh lah puncaknya.

Sejak Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mencabut PP No 14 Tahun 1967 dan warga Cunghua (Tionghoa) merdeka merayakan Imlek, Cap Go Meh menjadi bagian perayaan yang paling meriah.

“Pada perayaan Cap Go Meh semua saudara, kerabat akan berkumpul. Cap Go Meh merupakan puncak dari Imlek,“ kata Tjoe Sen Wang atau Halim Prayogo, pengurus Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri.

Sesuai jadwal, Cap Go Meh akan jatuh pada tanggal 15 Februari 2022 malam nanti. Cara menghitungnya adalah hari penetapan Imlek ditambah 14 hari kedepan. Di malam menyambut bulan purnama itu, seluruh warga Tionghoa akan kembali berbondong bondong mendatangi Klenteng.

Tidak hanya berdoa, semua umat akan bersantap lontong sayur. Sebagaimana simbol ketupat yang dipakai umat muslim saat merayakan hari raya Idul Fitri. “Lontong itu memiliki beragam makna. Selain enak untuk opor, teksturnya yang lembut dan lengket akan merekatkan persatuan bangsa,” kata Halim.

Warga Tionghoa memang selalu lekat dengan simbol. Seperti naga yang disimbolkan kekuasaan dan macan sebagai perlindungan. Begitu juga warna merah sebagai kebahagiaan dan hijau sebagai kesuburan. Lontong yang berbentuk bulat diterjemahkan eratnya tali persaudaraan serta keluarga.

Ditambah sayuran dengan wadah piring, lontong Cap Go Meh juga ditafsirkan bersatunya seluruh keragaman. Lontong sayur Cap Go Meh tidak hanya untuk warga Tionghoa. Tapi juga dibagi bagikan kepada warga luar Klenteng.

Penulis: Hari Tri Wasono

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: cap go mehimlekKedirilontong cap go mehtionghoa
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Musik menjadi cara paling populer untuk meredakan stres menurut studi terbaru di Amerika Serikat (foto/ist)

Musik Linkin Park hingga Taylor Swift Jadi Pereda Stres, Ini Hasil Studinya

Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

Tradisi Sinongkelan di Desa Prambon Trenggalek dengan pertunjukan Grebeg Sinokel

Tradisi Sinongkelan Trenggalek, Jejak Pelarian Susuhunan Paku Buwono II di Bedah Kartasura

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In