• Login
Bacaini.id
Tuesday, January 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Penerima Pupuk Subsidi di Tulungagung Belum Tepat Sasaran

ditulis oleh Editor
12 February 2022 16:22
Durasi baca: 2 menit
Petani yang menggarap sawah di Tulungagung masih banyak yang tidak menerima pupuk bersubsidi. Foto: Bacaini/Setiawan

Petani yang menggarap sawah di Tulungagung masih banyak yang tidak menerima pupuk bersubsidi. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Penerima pupuk bersubsidi di Tulungagung hingga kini masih belum merata. Petani yang sudah meninggal dan sudah tidak menggarap sawah masih ditemukan dalam daftar penerima.

Ketua Asosiasi Kios Pupuk Kecamatan Kalidawir, Agus Supriadi mengatakan bahwa dalam E-RDKK ada beberapa nama petani yang ternyata sudah meninggal, pindah domisili di luar Tulungagung hingga petani yang sudah tidak menggarap sawah masih terdaftar sebagai penerima pupuk bersubsidi. Hal ini diketahui dari daftar petani yang tidak mengambil pupuk subsidi.

 “Acuan kami dalam membagikan pupuk subsidi adalah E-RDKK. Kenyataanya kami masih menemukan petani fiktif yang masuk dalam daftar penerima pupuk subsidi,” ujar Agus kepada Bacaini.id, Sabtu, 12 Februari 2022.

Menurut Agung, masih adanya kasus semacam ini menunjukan bahwa E-RDKK masih perlu diperbaiki, karena tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Kami sebagai kios penyalur pupuk subsidi kesulitan. Kami harus sangat hati-hati dalam memberikan pupuk subsidi. Bahkan jika ada petani yang tidak mengambil, kami harus mencari tau apa penyebabnya,” terangnya.

Selain itu ketersedian stok pupuk subsidi juga menjadi persoalan tersendiri. Karena pemerintah membatasi stok pupuk bersubsidi, sehingga masih banyak petani yang pada akhirnya tidak mendapatkannya.

“Jika ketersediaan pupuk subsidi habis, terpaksa kami mengarahkan mereka untuk membeli pupuk non subsidi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tulungagung, Suprapti melalui Kasi Pupuk Pestisida dan Alat Mesin Pertanian, Tri Widyono Agus Basuki menjelaskan, tahun ini memang ada pengurangan alokasi pupuk subsidi dari Pemerintah Pusat.

Bahkan nama-nama petani yang diusulkan kelompok tani dalam E-RDKK tidak sepenuhnya diterima oleh Pemerintah Pusat.

“Kemarin melalui usulan kelompok tani, kami ajukan pupuk subsidi jenis Urea sebanyak 33 ribu Ton, tapi yang diterima hanya 25 ribu Ton. Sedangkan untuk pupuk subsidi ZA kami ajukan 8.000 Ton, dan ternyata hanya dapat 1.000 Ton,” jelas Oki, sapaaan akrab Tri Widyono Agus Basuki.

Dengan hal ini, Oki berharap kepada kelompok tani untuk segera membuat usulan pengajuan pupuk subsidi tambahan. Melalui usulan tambahan tersebut, Pemerintah Pusat dapat mengetahui kondisi petani di lapangan.

“Meski kami tidak bisa menjanjikan apakah nantinya akan mendapatkan tambahan alokasi pupuk subsidi, tapi setidaknya pemerintah bisa mengetahui kondisi petani di Tulungagung sesuai fakta yang ada,” terangnya.

Lebih lanjut, Oki menambahkan bahwa pada tahun ini pupuk subsidi jenis ZA hanya bisa digunakan untuk perkebunan dan tanaman hortikultura.

“Petani yang memiliki tanaman padi tidak bisa menggunakan pupuk subsidi ZA,” pungkasnya.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Pemkab Tulungagungpenerima pupuk bersubsidi
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

Sekolah atau Koperasi? 9 SD di Tulungagung Diusulkan Jadi Gerai KDMP, 3 Masih Aktif

Ilustrasi Ratu Kalinyamat, Ratu Jepara abad ke-16 yang memimpin armada laut melawan Portugis di Malaka

Ratu Kalinyamat: Ratu Jepara yang Membuat Portugis Ketar-ketir

  • Angin kencang dan awan gelap melanda wilayah Jawa Timur saat BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem

    Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Harapan Jaya Terobos Lampu Merah, Tabrak Mobil, Motor, dan Rumah di Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Perlu Wisata Alam, Kuliner Khas Nganjuk Ini Bikin Orang Rela Balik Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In