• Login
Bacaini.id
Friday, May 1, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Rohana Kudus, Perempuan Indonesia Yang Jadi Logo Google

ditulis oleh
9 November 2021 17:18
Durasi baca: 3 menit
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin melihat foto Roehana Koeddoes saat penganugerahan pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Jumat 8 November 2019. /Dok Foto: Setpres/Biro Pers

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin melihat foto Roehana Koeddoes saat penganugerahan pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Jumat 8 November 2019. /Dok Foto: Setpres/Biro Pers

Bacaini.id, SURABAYA – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menetapkan Rohana Kudus sebagai pahlawan nasional. Rohana adalah wartawan perempuan pertama di Indonesia.

Penetapan Rohana yang bernama asli Sitti Rohana sebagai Pahlawan Nasional ini tidak lepas dari upaya pemerintah Sumatra Barat yang telah mengusulkan sebagai pejuang nasional pada 2018. Sebanyak dua kali pengajuan itu ditolak dan akhirnya diterima dan diresmikan pada 6 November 2021 lalu.

Sitti Rohana atau Rohana Kudus adalah perempuan kelahiran Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, 20 Desember 1884. Dia hidup pada jaman yang sama dengan RA Kartini disaat memperjuangkan emansipasi wanita.

Sebagaimana pada jaman itu kaum perempuan tidak mendapatkan pendidikan yang layak, Rohana tumbuh sebagai perempuan yang cerdas meski tidak pernah mengenyam pendidikan formal.

baca ini Memprihatinkan Daerah Ini Seperti Bukan Jawa Timur

Sejak usia muda dia sudah bisa membaca, menulis dan fasih berbahasa Belanda. Kemampuan yang cukup jarang dimiliki perempuan pada jaman serba terbatas kala itu. Bahkan Rohana juga aktif dalam berbagai kegiatan.

Didukung dengan keinginannya yang kuat dan peduli dengan pendidikan bagi kaum perempuan, Rohana mendirikan sebuah sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) di Koto Gadang pada tahun 1911. Sekolah tersebut sengaja didirikan khusus anak-anak perempuan untuk mendidik dan mengasah keahlian mereka.

Tidak cukup puas, Rohana mengungkapkan keinginannya kepada sang suami Abdul Kudus untuk memperluas perjuangannya. Dia memiliki keinginan yang kuat untuk berbagi ilmu pengetahuan  dan pengalaman dengan kaum perempuan di daerah lain.

baca ini Ki Hajar Dewantara Tokoh Pers Selain Rohana Kudus

Beruntung keinginan tersebut mendapat dukungan penuh dari sang suami. Perjuangannya dimulai dengan mengirimkan surat kepada Datuk Sutan Maharadja, pemimpin redaksi Oetoesan Melajoe, di Padang. Disampaikannya agar perempuan diberi kesempatan mendapat pendidikan sama dan berharap media tersebut memberikan ruang untuk tulisan kaum perempuan.

Untuk tetap fokus dengan sekolah KSA miliknya, Maharadja mengusulkan anaknya, Ratna Juwita Zubaidah membantu mengurus keperluan redaksi di Padang sedangkan Rohana mencari kontributor untuk mengisi rubrik dalam surat kabar.

Terbitlah Soenting Melajoe. Kata “Sunting” dipilih karena berarti perempuan dan “Melayu” mewakili nama wilayah mereka. Surat kabar yanh diperuntukkan bagi perempuan di seluruh tanah Melayu terbit pertama kali pada 10 Juli 1912.

Surat kabar dengan panjang 4 halaman itu terbit setiap satu minggu sekali. Semakin lama jangkauan Soenting Melaju semakin luas di seluruh Minangkabau dan Sumatra, bahkan hingga Malaka dan Singapura.

Rubrik dari surat kabar tersebut juga beragam, mulai dari berita terjemahan bahasa Belanda, juga menyajikan rubrik sejarah hinhha puisi. Kesuksesan itu membuat Rohana semakin semangat mengajak murid dan teman-temannya untuk menulis di Soenting Melajoe sebagai wadah untuk menampung aspirasi mereka.

Kolaborasi Rohana dan Ratna Juwita melahirkan tulisan dan artikel-artikel yang kerap muncul di setiap edisi. Aktivitasnya yang semakin sibuk membuat Rohana harus pandai mengatur waktu, sebagai guru, mengurus perkumpulan perempuan dan menulis artikel.

Sebagai pejuang nasional melawan Belanda, Rohana membantu pergerakan politik dengan tulisannya yang membakar semangat juang para pemuda. Kiprah Rohana di dunia jurnalistik semakin dikenal dari surat kabar Poetri Hindia.

Koran tersebut dianggap sebagai koran perempuan ertama di Indonesia, tepatnya pada tahun 1908 di Batavia. Rohana meninggal dunia pada tanggal 17 Agustus 1972 di Jakarta.

Penulis: Novira Kharisma
Diolah dari berbagai sumber

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: rohana kudus
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Ki Hajar Dewantara, Tokoh Pers Selain Rohana Kudus - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi pajak. Foto:Istimewa

DJP Perpanjang Waktu Lapor SPT Badan

Gedung KPK usai OTT Wali Kota Madiun Maidi terkait dugaan korupsi

Skandal Pita Cukai Rokok, Dua Jalur Satu Jaringan Korupsi

Wiji Thukul penyair perlawanan Indonesia yang hilang sejak 1998

May Day 2026: 3 Puisi Perlawanan Wiji Thukul tentang Nasib Buruh dan Kekuasaan

  • Letda Bintang Revolusi pembaretan Kopassus 2026 Nusakambangan

    Profil Letda Mohammad Bintang Revolusi, Perwira Muda Asal Blitar Pimpin Yel-Yel Pembaretan Kopassus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jembatan Cangar Kembali Jadi Lokasi Bunuh Diri, Efek Werther di Media Sosial Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In