• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Nama Ibu Kota Kabupaten Kediri Akan Diganti

ditulis oleh
15 October 2021 18:17
Durasi baca: 2 menit
Mas Dhito saat menerima plakat penggantian nama Pendopo Kabupaten Kediri. Foto: Ist

Mas Dhito saat menerima plakat penggantian nama Pendopo Kabupaten Kediri. Foto: Ist

Bacaini.id, KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri berencana mengganti nama ibu kota kabupaten. Anggapan jika Ibu Kota Kabupaten Kediri berada di Pare ternyata keliru.

Rencana mengganti nama Ibu Kota Kabupaten Kediri ini terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Insummo Kediri, Rabu 13 Oktober 2021. Pemerintah Kabupaten Kediri mengundang sejumlah elemen masyarakat seperti sejarahwan, budayawan, kelompok masyarakat, dan Lembaga Penelitian Universitas Negeri Surabaya untuk membahas penggantian nama.

Imam Mubarok Muslim, perwakilan budayawan yang hadir dalam diskusi tersebut mengatakan pemberian atau penggantian nama ibu kota kabupaten yang dimaksud adalah kawasan Pendopo Panjalu Jayati, yang berada di Kelurahan Kampung Dalem, Kecamatan Kota, Kediri.  

“Selama ini orang keliru memahami Ibu Kota Kabupaten Kediri berada di Pare. Yang benar di Pendopo Panjalu Jayati. Masalahnya adalah lokasi itu berada di wilayah Kota Kediri,” kata Imam Mubarok kepada Bacaini.id, Jumat 15 Oktober 2021.

Karena itu butuh identitas khusus yang melambangkan Kabupaten Kediri di sana. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, RPJMD Tahun 2021 – 2026, dan sejumlah nomenklatur lainnya.

Dalam diskusi tersebut muncul sejumlah alternatif nama yang mewakili Kabupaten Kediri. Seperti Dahanapura, Katang Katang, dan Pamenang. Namun setelah dilakukan penelusuran, nama Dahanapura tidak terdapat dalam nomenklatur Kabupaten Kediri.

Sedangkan nama Katang Katang ditemukan berdasarkan Prasasti Kamulan dan Prasasti Ceker yang menyebut wilayah itu pernah ada. “Kalau Pamenang/Mamenang atau Menang itu menggambarkan kebesaran Kediri di era Prabu Jayabaya dari Folosofi Semboyan Panjalu Jayati yang memiliki arti Panjalu/Kediri Menang. Kebesaran Jayabaya inilah yang kita ambil atsarnya (bekasnya), mengingat nama adalah doa atau Asmo Kinaryo Jopo,” kata Mubarok yang juga Wakil Ketua Lesbumi PWNU Jawa Timur.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan hingga saat ini pembahasan perubahan nama ibu kota masih terus berjalan, dengan melibatkan dewan kesenian daerah dan budayawan lokal. Dari diskusi sementara muncul beberapa usulan nama seperti Jayakatwang dan Pamenang. “Masih kita bahas mana yang memiliki filosofi paling dalam dari nama tersebut,” katanya saat ditemui di Pendopo Panjalu Jayati siang tadi.

Mas Bup menjelaskan, pemberian nama ibu kota ini menjadi penting sebagai entitas Kabupaten Kediri yang akan memiliki bandara internasional. Kabupaten Kediri harus memiliki nilai jual yang menunjukkan ciri khas, sehingga memancing orang untuk bertanya.

“Kabupaten Kediri kan akan ada bandara, harus ada satu hal yang memiliki selling point (nilai jual). Jadi jika mendengar nama Pamenang misalnya, mereka akana bertanya apa itu Pamenang. Di situlah akan kita ceritakan bagaimana sejarahnya,” tutur Mas Bup. (HTW)

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Paus Leo menyampaikan pengakuan dan permintaan maaf Vatikan atas keterlibatan historis Gereja Katolik dalam praktik perbudakan

Paus Leo Minta Maaf atas Perbudakan, Vatikan Akui Keterlibatan Historis Gereja Katolik

Sutopo bersama kuasa hukumnya, Faris Trihatmoyo. Bacaini/Syailendra

Ajudan Bupati Jombang dan Oknum PNS Dilaporkan Memeras dan Sekap Warga

Komarudin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Trenggalek Lewat PAW

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menjelaskan skema dana hibah KONI Kota Blitar

    Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samanhudi Anwar Akan Mundur Saat Pelantikan Ketua KONI Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In